Tampilkan postingan dengan label Kisah kisah Bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah kisah Bijak. Tampilkan semua postingan
0

2009_12_10 Dia Ada Untuk Melengkapi ..



Dia yang diambil dari tulang rusuk.
Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan.


Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.


Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.


Hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya. Sehingga tanpa kau sadari ketika menjalankan sisa hidupmu ... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.


Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.


Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki, tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi. Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya, kata-kata yang lembut, ungkapan-ungkapan sayang yang sepele, namun baginya sangat berarti, membuatnya aman di dekatmu.


Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang, seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.


Sebuah tulisan pendek tentang wanita dan perjuangannya. Sekelebat, ia bukanlah sosok yang didewakan, karena kecantikannya ..
Karena kemulusan kulitnya ..
Karena pendidikannya yang tinggi dan mengangkat derajat keluarga.


Namun adalah pengorbanannya untuk selalu berada di sisi dia yang menjaganya.
Adalah satu penghormatan menjadi seorang wanita yang memanggul tugas dan tanggung jawab besar. Karena ia dilahirkan untuk menjadikan negara itu besar.


**diambil dari tulisan pendek seorang teman

Selengkapnya...

2009_08_30 Berbagi Kalimat Bijak



Membuka Facebook yang akhir akhir ini banyak kutinggalkan sejenak demi aktivitasku lainnya, membuatku banyak kembali "dipompa" oleh semangat teman teman melalui status statusnya yang sarat kalimat kalimat bijak. Sesuatu yang membuatku merenung dan mengukur sudah sejauh mana aku berjalan dan menggantungkan impian.

Kalimat kalimat bijak, memang ibarat obat mujarab bagi kita yang mau berfikir sejenak, terutama bila itu berkenaan dengan "our daily acitivity", rutinitas dan tantangan kehidupan yang menjembatani kedewasaan seorang manusia. Ibarat pagi, kalimat kalimat bijak itu seperti sinar matahari pagi yang membangunkan lelapnya tidur ketika gordyn jendela dibuka.

Terkadang kita pun mampu menciptakan sebait kalimat bijak, karena pengalaman hiduplah yang mengajarkannya, dan waktu yang membukanya ..
Dari peristiwa peristiwa sederhana hingga lahirlah perumpaan, idiom dan kalimat santun yang saling mengingatkan demi kebaikan. Darimana pun itu, kita selalu belajar. Dan dalam setiap pembelajaran kita menemukan makna kehidupan yang menjadi kekuatan dalam melangkah.


Dari ucapan polos bocah kecil, dari semut yang beriringan mencari seuplik makanan dan bersama dalam kebersamaan. Dari bunga bunga yang merekah menawarkan kecantikan sesaat, dari matahari pagi yang selalu mengetuk sapa pagi hari ..

Kali ini aku ingin berbagi kalimat kalimat bijak yang kutemukan dalam status teman temanku di Facebook. Semoga salah satunya selalu menyemangati sahabat blogger ...


  • Berhentilah memikirkan dosa, pikirkanlah hal hal baik, yang akan kau perbuat untuk menggantikannya.
  • Bergembiralah bila kita merasa pekerjaan kita sulit. Biasanya yang sulit itu karena arahnya naik & hanya caranya yang blm tepat. Perbaiki saja cara cara kita.
  • Bila kita mempertuhankan harta, kekayaan, dan kemewahan yang kita punya, maka suatu saat semua itu bisa pergi tanpa permisi, bahkan terkadang disaat kita sedang sangat membutuhkannya.
  • Rezeki yang menjadi bagian kita akan kembali tanpa kita panggil. Ia yang bukan bagian kita tak akan menoleh lagi meski kita teriaki. Hanya hidup meminta kita untuk tidak berhenti berusaha, bertawakal, dan berdoa. Karena, tanpa ketiganya, kita sebagai manusia patut mempertanyakan kemanusiaan kita yang hakiki.
  • Kadangkala kita harus kehilangan harta atau orang yang kita cintai lebih dahulu untuk sekedar bisa merasakan rasa syukur
  • Tuhan tidak akan mengambil sesuatu pun dari mahluknya, kecuali Dia akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

  • Tuhan menyembunyikan ridha-Nya di dalam kebaikan. Maka jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun. Karena kita tidak akan pernah tahu kebaikan yang mana yang mendapat ridha Tuhan .
  • Sesungguhnya kebahagiaan dunia bukan terletak pada dunianya melainkan dari sikap kita yang benar dalam menyikapi segala kejadian yang ada
  • Setelah kematian, perbuatan-perbuatan baik kalian akan berlarian menuju kalian seperti wajah rembulan yang masih perawan, dan sifat-sifat baik kalian berlari-larian dengan riang.
  • Penyakit merupakan sebuah pesan yang menyimpan kabar gembira
  • Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, tersenyumlah dengan wajar . Karena dia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang cinta.
  • "Andai seseorang taat pada Tuhannya, pasti akan tunjukkan pengaruhnya kepada org lain, meski ia ada dibalik tujuh pintu. Sebaliknya, andai dia durhaka, pun akan ditunjukkan pengaruhnya kepada orang lain, meski ia juga berada dibalik tujuh pintu. CINTA & DICINTAI itu anugerah Tuhan. Dialah, yang memberi & Dia pulalah yang mencegahnya. Jika kita taat kepada-Nya, pasti kita akan dicintai org lain " (Abu Darda, ila al-Ladzina Asrafu.269)
  • Selalulah tampil sederhana jika ingin menjadi bijaksana. Dan tetaplah tampil sederhana walau telah mampu menjadi bijaksana.
  • Jangan biarkan kemarahan membakar keramahan
  • Mula-mula kita adalah anak-anak dari orang tua kita, selanjutnya menjadi orang tua dari anak-anak kita, kemudian jadi orang tua bagi orang tua kita, sebelum akhirnya jadi anak dari anak kita. (Milton Greenblatt -Psikiater AS)
  • Tak perlu menguras energi untuk curiga, menebar prasangka dan selalu mendugai negatif orang lain. Iya toh????
  • Sedekah yang paling utama adalah sedekah ketika kita dalam kondisi lapang dan mampu, maka janganlah kita menunda nunda bersedekah sampai tiba waktu sempit
  • Anda bisa mengetahui seseorang itu pandai dari jawaban-jawaban yang dia berikan. Anda juga bisa mengetahui orang itu bijaksana dari pertanyaan - pertanyaan yang dia berikan. (Naguib Mahfous, Novelis Mesir)
  • Jika anda tidak memiliki musuh, artinya anda tidak berkarakter. (Paul Leonard Newman - Aktor AS)
  • Jikalau dosa kita menggunung tinggi, maka ampunan Tuhan melangit luas. Jadi jangan pernah segan untuk mohon ampun. Bertobatlah dari sekarang ..
  • Mereka yang bisa mengendalikan secara penuh pikirannya akan mampu mencapai banyak prestasi atas segala yang ditekuninya
  • The real test is not how much we love our friends,but how much we love our enemies
  • Orang yg mempunyai penyakit dengki itu mempunyai ciri yaitu senang melihat orang lain susah, susah melihat orang lain senang
  • Pertentangan tak dapat diketahui kecuali melalui pertentangan. Rasakan tamparan, kau akan tahu bagaimana rasanya belaian. (Mastnawi V-599)
  • MANUSIA itu mengikuti kebiasaan temannya ... maka hendaklah seseorang dari kamu melihat siapa yang akan dijadikan temannya ...
  • Hati hati lah dengan segala kelebihan yang kita miliki, karena seringkali itu yang menyebabkan tergelincirnya kita ke dalam kemaksiatan yang menyesatkan.
  • Tuhan sering mengunjungi kita, tetapi kebanyakan kita sedang tidak ada di rumah. (Joseph Roux)

  • Pastikan hanya ada satu motivasi dalam hidup kita, yaitu Tuhan. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka "karena dan atau untuk Tuhan"
  • Orang muda yang memuliakan orang tua karena usianya, maka nanti Tuhan akan membalas kepadanya dimana orang orang muda akan memuliakannya bila ia telah tua.
  • Temukanlah Cermin yg Tepat untuk wajahmu. Apa maksudnya kalau aku jelek cermin aku pecahin aja ya?
  • Sahabat, Bila "Nasi telah menjadi bubur, jangan risau! Tambahkan satai dengan sambel tumis, ayam goreng plus telur mata sapi. Pasti terasa nikmat ...
  • Harta manusia terbagi tiga yaitu apa yang dimakan lalu habis, apa yang dipakai langsung lusuh dan apa yang disedekahkan akan tersimpan untuk hari akhir
  • Manisnya gula hanya terasa setelah merasakan kepahitan ..
  • Jujur adalah mata uang yang berlaku diseluruh negara.
  • Bila tidak ada asap, tidak mungkin ada api. Namun, belakangan banyak asap yang tidak ada api. Jadi, kita berbuat baik pun masih mungkin memunculkan orang untuk memfitnah dan menggosipkan kita. Apalagi bila kita berbuat buruk ..
  • Kalau Tuhan saja memaafkan, mengapa saya harus sombong untuk tidak melakukannya ...
  • Dia menyodorkan sebuah gelas berisi separuh air putih. Kubilang, wah gelasnya telah terisi separuh. Dia menolak kesimpulanku dan menyatakan, gelasnya masih kosong separuh. Kamu berhak mengisi sisanya yang separuh itu, maka optimislah, tukasnya ...
  • Suatu saat mungkin kita merasa dunia ini bau terasi, kemana pun kita pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum kita memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri kita, mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian kita
  • Kita tidak akan menjadi terhina oleh kritikan org lain. Sebaliknya, jadikanlah setiap kritikan bahkan penghinaan yang kita terima sebagai jalan untuk memperbaiki diri
Selengkapnya...

4

2009_08_23 Kisah Nabi Sulaiman dan Seekor Semut

Gambar diambil di sini

Suatu hari Nabi Sulaiman AS sedang berjalan-jalan. Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma. Nabi Sulaiman AS terus mengamatinya, kemudian beliau memanggil si semut dan menanyainya, "Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu?.



Si semut menjawab, "Ini adalah kurma yang Allah SWT berikan kepada ku sebagai makananku selama satu tahun".


Nabi Sulaiman AS kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut, "Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini aku telah membagi dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun. Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu".


Si semut taat pada perintah Nabi Sulaiman AS.
Setahun telah berlalu. Nabi Sulaiman AS datang melihat keadaan si semut. Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang.


Nabi Sulaiman AS bertanya kepada si semut, "hai semut mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu?" Wahai Nabi Allah, aku selama ini hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah SWT yang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi karena engkau bukan Allah Pemberi Rizki (Ar-Rozak), jawab si semut.


Banyak kisah kisah tentang Nabi Sulaiman yang diberi kelebihan berkomunikasi dengan hewan, salah satunya semut. Satu kisah tersebut diatas, yang ku kutip dari note seorang teman mengumandangkan nasihat tentang Kebesaran Tuhan.

Betapapun kayanya Nabi Sulaiman, namun seekor semut tak ingin menggantungkan janjinya untuk sebuah harapan tahun depan. Karena Tuhan Pemilik Segala Alam adalah yang selalu memberi rizki kepadanya, karena Dia Adalah satu satunya Tempat Bergantung.


----
Related Posts
----
Selengkapnya...

5

2009_08_13 Doa Ember Kecil

Sebuah cerita sederhana, tentang kesederhanaan namun menyimpan kebaikan didalamnya.
Terimakasih untuk sahabatku "Aku dan Diriku" yang mengijinkanku mengutip dan meletakkannya disini.

Dahulu kala hiduplah sebuah keluarga yang sangat miskin, seorang ayah dan anak. Mereka hidup serba kekurangan. Sudah setahun sang anak ditinggal ibunya karena sakit dan tidak mempunyai uang untuk berobat.


Sang ayah sendiri hanya berprofesi sebagai buruh pengangkut air. Harta yang mereka miliki hanya gubuk yang mereka tinggali, pakaian seadanya, dan dua buah ember sebagai tumpuan hidup karena mereka hidup di daerah kurang subur.


Malang benar nasib si anak, tak lama kemudian ia ditinggal ayahnya. Kini ia hidup sebatang kara tak punya sanak saudara. Tapi hidup harus tetap berjalan. Ia kemudian melanjutkan hidupnya mengikuti jejak hidup ayahnya sebagai buruh pengangkut air. Tak ada pekerjaan lain yang bisa ia lakukan karena kemampuannya sangat terbatas. Tidak bisa membaca ataupun menulis.


Dengan 2 ember sebagai warisan berharga ayahnya ia memulai pekerjaannya sebagai kuli pengangkut air. Menjadi kuli air bukanlah pekerjaan yang gampang. Ia harus pergi menaiki bukit karena di sanalah satu-satunya sumber mata air di daerah itu. Hujan pun sangat jarang turun.


Uang yang didapat dari pekerjaannya hanya cukup untuk makan sehari-hari kadang sehari ia tidak makan sama sekali. Ia tidak mengeluh sedikit pun ia terima kehidupannya sebagai takdir yang harus ia jalani.


Bertahun-tahun lamanya ia tekuni pekerjaan itu dengan sabar. Salah satu embernya bocor sehingga membuat hidupnya tambah susah. Setiap kali ia membawa air hanya tinggal 1 ember setengah yang ia dapat. Lama-kelamaan bocornya semakin besar dan ia pun hanya bisa mendapatkan 1 ember air setiap kali ia pergi ke bukit. Walaupun begitu ia tetap saja memakai ember yang bocor itu tanpa ada usaha sedikit pun untuk memperbaiki atau menjual ember itu.


Ember bocor itu merasa malu dan minder dengan temannya yang sempurna fisiknya dan lebih bermanfa'at ketimbang dirinya yang hanya bisa membebani pundak tuannya. Setiap malam ia menangis akan kekurangan dirinya dan menyesali ketidak bergunaan dirinya. Tak henti-hentinya ia berdo'a agar ada yang menggantikan dirinya. Do'anya akhirnya terkabulkan.


Suatu hari tuannya pergi mencari air seperti biasanya. Di tengah perjalanan ia menemukan sebuah ember. Bentuknya masih cukup bagus dan tak ada lubang sedikit pun. Si ember bocor merasa senang karena akhirnya ada yang menggantikannya dan ia merasa siap untuk dibuang tuannya. Tapi yang diharapkan oleh si ember bocor tidak terjadi. Tuannya mengambil ember itu kemudian berkeliling desa untuk mencari pemiliknya. Setelah lama mencari, akhirnya ia mendapatkan pemilik ember itu dan memberikan ember yang bukan haknya.


Sejak kejadian itu si ember bocor tak henti-hentinya memikirkan kejadian. Apa tuannya itu orang yang terlalu baik atau terlalu bodoh? Apakah dirinya begitu berharga untuk dipertahankan? Setiap malam ia berdo'a agar diberikan kemampuan untuk berbicara. Akhirnya do'anya terkabul.


Seperti biasanya subuh-subuh tuannya harus mencari air untuk di jual ke desa. Ia mendengar suara tangisan. Tapi tak ada seorang manusia pun yang ada di sekitarnya. Setelah mencari-cari akhirnya ia meyakini suara itu berasal dari ember bocor miliknya.


Tuannya itu kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada ember bocor.
Tuannya : "Apakah suara tangis yang kudengar berasal dari kamu ?"
Ember bocor : "Ya tuanku. Aku menangis karena aku merasa tidak berguna karena hanya menjadi beban hidupmu. Keadaanku yang bocor dan tak sempurna ini hanya membuang-buang air yang telah kau ambil susah payah. Sesungguhnya aku rela bila Tuan menggantikan aku dengan ember yang lebih baik atau membuang diriku ini. Tapi jika tuan merasa diriku ini sebagai kenangan dari ayah tuan maka aku rela hanya menjadi hiasan di rumah tuan. Tuan tak perlu memakai diriku yang tidak berguna ini"


Tuannya tersenyum sambil menjawab:
"Wahai ember kesayanganku. Sesungguhnya aku memakaimu untuk kebaikan orang lain. Apa kamu tak sadar setiap air yang kau teteskan telah menumbuhkan tumbuhan dan bunga-bunga di sepanjang jalan yang kulewati. Aku merasa bahagia ketika melihat anak-anak bermain dengan bunga yang kau tumbuhkan atau seseorang yang sering memetikkan bunga untuk kekasihnya.


Sungguh aku termasuk orang yang bodoh dan miskin. Tak ada ilmu yang bisa aku ajarkan dan tak ada harta yang bisa aku bagikan. Terima kasih emberku kalau bukan karena dirimu aku tak kan bisa berbuat kebajikan di dunia."


Mendengar perkataan tuannya ember bocor itu merasa bangga dan bahagia sekaligus terharu. Ia tidak lagi merasa minder. setiap tuannya memakainya ia tertawa dan bernyanyi.


Waktu terus berlalu, Bunga-bunga di sepanjang jalan meninggi diringi pertambahan tumbuhan lainnya. Desa yang tadinya tandus dan sepi menjadi ramai dikunjungi orang2 dari kota untuk melihat bunga2 indah nan langka. Puluhan tahun setelah kematian sang kuli angkut air, ditemukan kandungan obat dari tumbuhan dan bunga tersebut. Sebuah dampak yang sangat besar dari seorang kuli angkut air dan embernya.


----
DI BALIK KEKURANGAN SELALU ADA KELEBIHAN
Semoga ceritanya bisa bermanfa'at
----

Selengkapnya...

3

2009_08_05 Maaf Tak Ada Uang Receh



di lauhil mahfudz kita menjalin janji
janji suci dalam keabadian azali
saat ruhKu meminjamkannya
pada badanmu yang seadanya
alastu birabbika ..
balaa syahidnaa
demikian persaksianmu saat itu
sekarang Aku datang kepadamu dalam sosok
yang tak kau sangka dan tiada engkau mengira
hanya sedikit yang Kupinta
seteguk minum pelepas dahaga
sekepal nasi pengganjal perut hina
kalaupun engkau tak memiliki apa apa
cukuplah senyummu
sebagai obat penawar
lapar dan dahagaKu
Sunguh Aku tak menyangka
engkau benar benar lupa
akan jalinan janji kita
bukan nasi Kudapatkan
tiada air kau hidangkan
bahkan untuk sekedar tersenyum pun
engkau merasa berat ..
Aku diam saat kau tutup pintu secepat kilat
sambil berkata ; " maaf tak ada uang receh "


Aku sungguh sungguh kecewa
cintaKu bertepuk sebelah tangan


(nishfu sya'ban 060809)
----
dikutip dari sini
----


Puisi ini aku kutip dengan ijin yang sudah diberikan tentunya dari seorang teman. Mm .. menyentuh hatiku .. menggugah rasaku untuk sedikit menguraikan apa yang ada di fikiran.


Tak terasa bulan berjalan, hingga membawa kita kembali kepada Bulan Penuh Keajaiban. Ramadhan. Sebutir kebaikan, sebesar kebahagiaan yang dapat dibagi adalah keindahan yang dapat ditulis di bulan itu. Dimana kekasih kekasih Tuhan datang menguji keimanan, keihklasan dan kesabaran kita memulai hari.


Kadang keinginan untuk berbagi di bulan penuh berkah ini, selalu "diataskan" bagi sebagian orang yang masih diberikan kesempurnaan anggota tubuh oleh Tuhan. Masih diberikan kemampuan berfikir untuk bekerja dan berusaha. Mereka berusaha menampakkan diri mereka terlihat lebih memprihatinkan dari keadaan sebenarnya.


Pengamatan televisi pernah membahas soal ini. Terutama untuk anak anak yang disebar di satu lokasi tertentu dengan penampilan yang membuat kita trenyuh dan akhirnya ringan untuk membantu.
Belum lagi ketika kaki kaki yang sempurna diberikan, dicoletkan obat merah dan beberapa polesan yang ugh ... seakan luka itu baru saja terjadi, menganga dan meninggalkan gambaran yang tak sedap dipandang.


Atau anak anak muda yang dipapah oleh lelaki muda, dengan gambaran kakinya tinggal separuh, atau diamputasi. Padahal .. kakinya terselip dibalik celananya.


UPS ... susah juga membedakan antara yang papa dan yang berdiri dibalik kamuflase dan kebohongan yang menjanjikan pundi pundi ini.
Namun apapun peranan yang mereka mainkan, ada diantaranya yang benar benar membutuhkan dan sangat mengharapkan pertolongan kita dengan tangan tangan ikhlas, tanpa banyak mempertanyakan adakah ini real or fake.


Perlukah kita mempertanyakan kepada hati kecil, siapa siapa saja yang perlu dibantu dan yang tidak?
Tentu sebagian akan menjawab ya.
Yang papa, adalah yang lebih membutuhkan uluran tangan. Membutuhkan bantuan untuk menutup lapar dan dahaganya yang tertahan seharian atau beberapa hari sebelumnya. Sementara untuk bekerja, mungkin tak semua orang sudi mempergunakan jasanya karena keterbasan usia, dan kekurangan yang mungkin ia miliki.


Sementara yang masih memiliki kesempurnaan jiwa dan raga, masih dapat mengais rizki di hari hari lain. Selama ada kemauan, selama ada niat untuk bekerja apapun yang halal untuk keluarga, tentunya Tuhan akan membukakan jalan.


Namun sebagian orang akan menjawab tidak.
Selama kamu ikhlas, selama kamu memiliki kelebihan rizki, berikan itu tanpa pernah menoleh kembali apa yang sudah kamu berikan. Biarkan Tuhan mempertimbangkan segalanya ..
Hatimu hanya bertugas untuk membantu dan meng-ikhlaskannya.


Apapun itu, semua dikembalikan kepada masing masing individu yang memetik ilmu dari pengalaman hidupnya. Tak ada yang salah .. tak pula perlu diperdebatkan.
Hanya saja, bangsa ini berharap generasi penerus tidak dididik instant untuk mendapatkan rizki dengan jalan meminta tanpa berusaha. Apalah arti sebuah bangsa bila investasi gerenasi terlihat rapuh di awal pembinaan.


Kembali kepada yang papa dan membutuhkan. Mari kita persiapkan diri dan mental kita untuk merendah, untuk berbagi dan melihat sesama dengan posisi dan ukuran yang sama. Untuk merangkul bahu bahu yang lemah lagi tergetar oleh kekosongan yang mereka miliki. Untuk ketidaktauan akan masa depan yang mereka pajang secara terang terangan.
Kita semua sama ..
Kita semua tak berbeda .. tentunya karena kita milik Nya. Terlahir dengan cara yang sama dan menikmati pemberian Nya dengan cara yang sama pula. Hanya saja setiap orang memiliki perbedaan dalam memandang hidup dan syukur yang diberikan Nya.


Adakah kita mampu bersyukur, sebagaimana mereka mampu menjalani hari harinya yang tak pasti?

Selengkapnya...

4

2009_07_30 Suara Hati dan Kejujuran


Gambar diambil di sini
 
Gak pernah blog walking, kali ini aku "ditodong" sahabatku untuk mampir ke blognya yang baru saja dibuat. Sederhana, santun dan jujur .. itulah impresi pertamaku ketika mengunjungi tulisan pertamanya.
Dengan malu malu *malu maluin karena gak pernah blogwalking* ^.^ .. aku membaca tulisannya yang membuatku jadi tergerak untuk menuliskan hal yang sama di postinganku kali ini.


Tentang suara hati dan kejujuran.
Pernah menonton tayangan reality show "Toloooooong" di salah satu TV swasta? Itu termasuk yang kukagumi mampu menggelitik naluri seseorang untuk menolong disaat kita sendiri juga sedang kesusahan. Teringat ide cerita ketika itu, adalah suasana hari raya Idul Adha. Disaat orang banyak antri untuk mendapatkan daging kurban. Kupon kupon yang dipegang mengantarkan mereka untuk bersabar antri sekalipun panas terik mengurutkan barisan pada hitungan kesekian jauhnya.


Terlihat seorang ibu tua menggendong anaknya, seperti tak mendapat kupon, berharap belas kasih seseorang sudi memberikan sedikit daging kurbannya.
Beberapa diantara yang didatangi sanggup berbohong dengan mengatakan, saya tak punya daging kurban, sementara dengan kamera tele, terlihat, ia mengantongi 2 bungkus daging kurban di saku celananya.


Ada juga yang mengatakan, "wong aku juga belum tentu bisa menikmati daging kurban, ini kok malah minta, aku dapetnya sedikit?"
Dengan langkah gontai, namun tetap berusaha .. sang ibu tua terus menggali harapan. Sudah berapa orang yang ia sambangi, namun suara hati itu belum mampu jujur terungkap.


Aku yakin, siapapun ingin menolongnya ..
Berbesar hati, dengan rasa kemanusiaan .. tentu setiap insan ingin menolong. Namun berbenturan dengan ego diri dan empati yang saling bersinggungan, kekuatan itu menjauhkannya untuk menjadi jujur.


Tuhan memang Maha Penyayang. Diantara semuanya yang enggan memberi, masih ada satu hati yang sanggup menyuarakan kejujurannya untuk menolong. Satu plastik isi daging kurban itu dibaginya setengah. Dan diberikannya kepada ibu tua itu. Berlari lah sang ibu menuju rumahnya. Sementara team reality show mengikuti kemana si pemberi daging berjalan pulang.


Ia tak kaya. Tak juga bergelimang keberuntungan. Hidupnya sangat sederhana, jauh dari kata kecukupan. Namun empatinya sangat tinggi ..
Disitulah letak kekayaannya ..
Ia tak mempermasalahkan harus membagi apa yang dimilikinya kepada orang lain, sekalipun ia sendiri ingin memilikinya lebih. Yang penting, ia bisa memberikan apa yang diperjuangkan kepada keluarganya ..


Satu kalimat bijak terungkap, bila kita memberi sesungguhnya kita tidak akan kekurangan .. namun malah bertambah. Dan tentu saja, kejujuran seorang pemberi daging ini patut diacungkan jempol. Suara hatinya mampu ia dahulukan diatas ego dirinya.


Berbekal hatinya yang mulia, Tuhan memberikan rizki lebih, melebihi apa yang didapatnya hari itu, melalui tangan tangan team reality show.
Keberanian dan kebesaran jiwanya mampu ia angkat diatas penderitaan hidup yang juga ia rasakan. Tak semua manusia mampu memilikinya ..


Indahnya sebuah suara hati yang mampu menyuarakan kejujuran diatas ego manusia.

Selengkapnya...

2009_07_27 Sang Juara Dan Award Dari Sahabat

Photobucket
Award dari Mbak Reni


Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimilikinya.


Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lain.


Tibalah saat yang dinantikan. Setiap anak mulai bersiap di garis start. Namun sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak komat kamit
seperti sedang berdoa. Lalu semenit kemudia, ia berkata, "Ya aku siap".


DOR!!
Tanda telah dimulai. Mereka mulai mendorong mobilnya kuat kuat. Semua mobil meluncur dengan cepat. "Ayo cepat .. ayo cepat .." teriak mereka.
Sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun terlambai. Dan Mark lah pemenangnya. Ya semua begitu senang. Begitu juga dengan Mark. Ia berucap, dan berkomat kamit dalam hati "Terimakasih".


Saat pembagian piala tiba, Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya, "Hai Jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang bukan?" Mark terdiam.
"Bukan Pak, bukan itu yang kupanjatkan. Sepertinya tidak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. Aku hanya memohon supaya aku tak menangis jika aku kalah". Semua hadirin terdiam mendengarnya.


Renungan:
Anak anak tampaknya lebih bijak dibanding kita semua. Mark tidak memohon agar menang dalam setiap ujian. Mark tidak memohon untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya.


Ia tak berdoa untuk menang dan menyakiti yang lain.
Namun Mark memohon agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Agar diberikan kemuliaan dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.


Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan agar mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian.
Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.


Padahal bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya dan panduan-Nya?


Kita sering terlalu lemah, untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini.
Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui?
Saya yakin Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, dan mudah menyerah. Sesungguhnya Tuhan sedang menguji hambanya yang shaleh ..
----
Dikutip dari motivasi.net
----

Indahnya sebuah makna dalam satu cerita ..
Indahnya untuk selalu bisa saling mengingatkan ..
Bersama kisah bijak yang terinspirasi untuk tetap menyemangati teman teman semua, kubagikan award diatas untuk:
Semoga dapat disebarkan dengan kebaikan ^.^ ...

Selengkapnya...

2009_07_26 Kisah Batu Besar Dan Award Dari Sahabat


Award dari Mbak Reni


Alkisah seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu. Dengan penuh semangat ia berdiri di depan kelas dan berkata " Saatnya Quiz".
Ia mengeluarkan seember kosong dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan.


Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember dan bertanya kepada kelas, "Menurut kalian apakah ember ini telah penuh?"


Serentak mahasiswa berkata "Ya"
Dosen kembali bertanya," Sungguhkah demikian?"


Kemudian dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok ngocok ember hingga kerikil itu turun ke bawah mengisi celah celah kosong diantara batu batu.


"Nah apakah ember ini sudah penuh?"


Kali ini mahasiswa terdiam, seseorang menjawab," Mungkin tidak."
"Bagus sekali, sahut sang dosen. Kemudia ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah celah kosong antara batu dan kerikil.


"Baiklah apakah sekarang ember ini sudah penuh?"
"Belum!" sahut kelas.
"Bagus bagus sekali" Kemudian ia meraih sebotol air dan menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu menoleh kepada kelas dan bertanya, "Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?"


Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, "maksudnya adalah, tak perduli seberapa padat jadwal kita bila kita mau berusaha sekuat tenaga, maka pasti bisa mengerjakannya."


"Oh bukan, sahut pak dosen. "Kenyataannya, ilustrasi mengajarkan kepada kita bahwa bila anda tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."


"Apa yang dimaksudkan dengan batu besar dalam hidup anda? anak anak anda, pasangan anda, pendidikan anda, hal hal yang penting dalam hidup anda, mengajarkan sesuatu kepada orang lain. Melakukan pekerjaan yang anda cintai, waktu untuk diri sendiri, kesehatan anda, teman anda, atau semua yang berharga".


Ingatlah untuk selalu memasukkan "baru besar" pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal hal kecil semacam kerikil dan pasir, maka hidup anda akan penuh dengan hal hal kecil yang merisaukan. Dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesunguhhnya anda perlukan untuk hal hal besar dan penting.


Karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri, apakah baru besar dalam hidup saya?
Lalu kerjakan itu pertama kali ..
----
Dikutip dari motivasi.net
----


Kali ini, aku banyak ketinggalan .. ^.^
Sangking asyiknya dengan dunia baruku .. apalagi jadi jarang blogwalking dan update blog sendiri. He he he ..
Bersama award ini, ingin kusampaikan salam mampirku lagi untuk sahabat sahabatku:
Semga dapat disebarkan dengan kebaikan dan kebersamaan ^.^

Selengkapnya...

2009_07_25 Segenggam Garam Dan Award Dari Sahabat



Award dari Mbak Reni


Bersama award ini, aku ingin berbagi kisah yang sudah banyak ditelurkan teman teman di dunia maya, untuk kebaikan.


Suatu ketika, hiduplah seorang tua bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air mukanya ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.


Tanpa membuang waktu, berceritalah kepada pak Tua yang bijak. Sembari mendengarkan dengan seksama, Pak Tua mengambil segenggam garam dan mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.
"Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya .." ujar Pak Tua.


"Pahit, Pahit sekali" jawab anak muda tadi, sambil meludah ke samping.


Pak Tua itu sedikit tersenyum. Lalu mengajak anak muda itu berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan. Pak tua kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga dan mengaduk aduknya dengan sepotong kayu.


"Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai meneguk air itu, Pak tua berkata lagi "bagaimana rasanya?"
"Segar" sahut anak muda itu.
"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?" sahut Pak Tua.
"Tidak" jawab si anak muda


Dengan bijak, Pak Tua menepuk nepuk punggung anak muda dan berkata," Anak muda dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama".


"Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkan dadamu menerima semuanya. Luaskan hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu".


"Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu gelas, buatkan laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."


Keduanya beranjak pulang, Mereka sama sama belajar hari itu. Dan Pak tua kembali menyimpan "segenggam garam" untuk anak muda yang lain, yang datang membawa keresahan jiwa.
----
Dikutip dari motivasi.net
----
Indahnya selalu berbagi kebaikan ..
Indahnya untuk bisa saling mengingatkan ..


Untuk sahabat bloggerku:
Semoga awardnya dapat disebarkan dengan kebaikan dan kebersamaan ^.^

Selengkapnya...

2

2009_07_18 Mempertaruhkan Hidup dan Award Dari Sahabat



Award dari Mbak Reni


Di depan muridnya, seorang guru menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang veteran prajurit mantan penerbang dunia II. Pada suatu hari, prajurit itu harus menerbangkan ratusan pekerja rodi dari Cina untuk menggarap proyek jalan lintas hutan di Myanmar.


Jarak tempuh penerbangan tersebut cukup jauh dan lama. Untuk menghilangkan kebosanan sekaligus memanfaatkan waktu luang, para pekerja itu bermain judi dengan kartu. Awalnya mereka bertaruh dengan uang dan harta yang melekat dibadannya.


Nah semakin lama lantaran tidak ada lagi yang dpertaruhkan, mereka bertaruh dengan hidupnya. Yang kalah harus terjun ke luar pesawat tanpa menggunakan parasut. Bayangkan !!


"Alangkah mengerikan dan kejamnya mereka!" teriak seorang murid mendengar cerita itu.
"Memang benar" jawab sang guru.
"Tapi dengan begitu justru permainan menjadi semakin asyik!"


Kemudian ia melanjutkan bicara. "Engkau baru bisa mensyukuri hidup bila pernah mempertaruhkannya."


----
Dikutip dari motivasi.net
----


Bersama kisah yang menginspirasikan semangat hidup dan rasa syukur, aku ingin berbagi award dari sahabat kepada sahabat sahabat bloggerku lainnya ..
Semoga dapat diteruskan dengan kebaikan ...
Selengkapnya...

2009_07_11 Berlombalah Dalam kebaikan Dan Award Dari Sahabat


Gambar diambil di sini


Tak ada yg abadi di dunia ini. Berlombalah dalam kebaikan.
Jalani duniamu. Kerjarlah akhiratmu.
Selamat beraktifitas n good luck ..




Sebuah pesan mengalir begitu saja dari seorang teman yang selalu rajin mengingatkan banyak hal dalam kebaikan. Sudah kah kita melakukan kebaikan hari ini? Kemarin? dan hari hari sebelumnya? Mm .. coba direnungkan ..


Seorang profesor diundang untuk berbicara disebuah basis militer. Disana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, bernama Harry.


Harry yang dikirim untuk menjemput professor di Bandara. Setelah saling memeprkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan koper. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh. Kemudian mengangkat seorang anak kecil agar dapat melihat pemandangan. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menujukkan arah yang benar. Setiap kali ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar meghiasi wajahnya.


"Darimana Anda belajar melakukan hal hal itu?" tanya sang profesor. " Oh, selama perang, saya kira". Lalu ia menuturkan pengalamannya selama tugas di Vietnam. Juga tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.


"Saya hanya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah. Saya tak akan pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini."


Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetap sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.
** Sumber dari Motivasi.net



Award dari Mbak Reni


Bersama kebaikan yang kuterima .. ingin ku sebarkan kepada teman temanku lainnya ...
Semoga dapat diterima dengan baik ... ^.^
Maaf kalau diriku jarang blog walking ... ups, jangan dimarahin yak? he he he ...

Selengkapnya...

2

2009_06_26 Tulisan Seorang Suami ...




Kisah inspiratif ini, kusebarkan dengan kebaikan kepada sahabat, teman, dan keluarga yang selalu bersyukur dan mengenal arti sebuah cinta.
Thank you Mas Iwan untuk mengizinkanku menyebarkan buah kebaikan.


Aku sdh menjalani hidup selama hampir 15 th (pacaran 8 tahun dan merit 7 tahun) dah punya satu anak (Sedang program yang ke Dua). Kehidupanku berjalan mengalir saja, walau ada sedikit riak dalam kehidupan rumah tangga itu hal yg biasa. Ketika Cinta tidak lagi menjadi nomer 1, tetapi kami tetap punya komitment yg sama kuatnya.


Komitment untuk membesarkan anak anak, menyekolahkannya sampai keluar negeri. Kami punya komitment membangun suatu bisnis bersama. Istriku sangat mendukung. Jika aku mulai down, dia selalu ada disampingku. Godaan silih berganti, kadang aku jatuh, tapi aku bangun dan semakin menjadi kuat. Setiap SAAT (tiap detik, menit, jam, hari, tahun) adalah PERJUANGAN untuk diriku mempertahankan rumah tanggaku.

Aku punya banyak teman wanita. Wajah dan fisik mereka banyak yg jauh lebih dari istriku ( kalo mau jujur sihhh..). 

Tetapi setelah aku mengenal mereka, ternyata mereka masih belum apa apa. Tidak se matang dan sekuat Istriku. Walaupun Istriku tidak secantik 12 tahun yang lalu *waktu masih remaja* tapi kekuatan dan kecantikan dalam dirinya terus bertambah. Dia semakin matang, semakin pengertian. Saat aku lelah dia memberi sandaran punggungnya buatKU. Dia menjaga anak anakku dengan sangat baik *walau kelihatannya sangat berlebihan*.


Saat aku mulai ragu, dia menyakinkanku untuk tetap maju. Saat aku bercerita tentang teman wanitaku, dia tersenyum tak ada kecemburuan dari matanya, dia mendengarkan semua ceritaku.


Saat kancing bajuku lepas, dia menjahitnya *walaupun aku punya 3 orang pembantu*. Saat batuk dan aku meringkuk dalam kedinginan, dia menyelimutiku sama seperti dia melakukannya untuk anak anakku.


Saat aku malas berdoa, dia tidak menceramaiku. Dia cukup mengajarkan cara berdoa untuk Anakku.


Saat godaan datang, dia memberiku semangat dan kekuatan. Saat fikiranku lelah, dia memberiku sebuah buku tentang cinta


Aku berusaha menepisnya jauh jauh , dan aku selalu berfikir , kecantikan mereka akan hilang, hingga tak ada lagi yg tersisa.


Saat kita menghargai seseorang dari kecantikannya, maka kita akan mudah mendapatkannya, karena DIATAS LANGIT SELALU ADA LANGIT, Dan semuanya akan mudah hilang dengan berjalannya waktu. Tetapi saat kita menilai seseorang dari kekuatan HATI dan MIND maka kita akan sulit mencari tandingannya. Sesuatu yg tak lekang dan hilang disapu waktu.


Aku berfikir dan membayangkan saat usiaku telah senja, saat mata mulai rabun, saat kerut tak terhindar, saat kulit kering kerontang, saat rambut botak memutih, saat sesak nafasku dan berbau, saat jalanku mulai terseok, saat nafas terakhirku tiba. Cuma ada 1 orang yg tetap ada disisiku.


Bukan seorang gadis cantik nan molek bahkan bukan juga kedua anak tercintaku *mereka akan punya kehidupan yg perlu dilanjutkan*, tetapi seorang wanita tua yg selalu tersenyum dan sabar menemaniku, Istri tercintaku.


So .. katakanlah tanda kasih paling indah kepada pasangan kita. Tak perlu menunggu hari ulang tahun, hari annyversary pernikahan, atau hari hari ketika ia menghadiahi kita sesuatu.
Katakan ketika ia tengah gundah, tengah sedih .. tengah jatuh dan sendiri. Disana dia akan mengetahui adalah kita yang selalu memperhatikan dan menyayanginya seumur hidup. Melindunginya dan teman hidup yang dapat diandalkan selalu ..


I love you hubby ^.^

Selengkapnya...

9

2009_06_24 Ibu Tidak Ke Tanah Suci, Ibu Langsung Menuju Tuhan


Gambar diambil di sini


Cerita ini saya copy "plek plek" an dari sebuat note seorang teman. Tentu sudah minta izin sebelumnya .. ^.^
Terharu dengan cerita sederhana, namun indah untuk bisa dibagi dan direnungi bersama teman teman yang membacanya. Semoga kebesaran hati tokoh utamanya, menjadi tauladan bagi kita semua, terutama bagiku ..


----
Sebelum berangkat haji , ibu itu mendatangi rumah anak dan menantunya di jakarta. Sepintas terasa damai namun suami anaknya sangat terlihat resah, Jarang mengobrol dan pulang selalu malam. Tidak ada yang diperlihatkan susah di depan ibunya. Pertengkaran pertengkaran selalu terdengar bisik bisik dan terhenti sampai si ibu datang. Si ibu tidak bisa mengorek persoalannya, apa karena si suami melarangnya.


Pada saat semua sedang tidak ada di rumah, datang pos memberi kan surat peringatan terakhir. Hanya si ibu dan surat itu. Ibu memberanikan diri membuka suratnya. Baru mengertilah, bahwa rumah satu satunya milik anak satu satunya dan menantu satu satunya itu berutang. Jika dalam bulan itu tidak dilunasi maka rumah akan disegel.


Si ibu gelisah dan tak berani membahas ini dengan anaknya. Akhirnya ia diam - diam membatalkan kepergiannya naik haji dan menarik uang dari bank, berapapun yang ia terima. Ia pun mengambil sisa tabungannya dan membayar lunaskan utang rumah untuk bulan itu. Belum lunas, bulan depannya pun masih akan ada tagihan yang sama.


Si ibu mendengar anak dan suaminya menangis malam - malam, mereka belum tahu bahwa utang rumahnya telah lunas. Ibu mendengar mereka akan merahasiakan ini pada dirinya, biar tidak menganggu ibadah hajinya nanti. Ibu ingin mengatakan bahwa ia telah melunasi tapi takut justru akan menambah minder si suami pada dia dan istrinya.. akhirnya ibu memilih merahasiakannya.


Saat keberangkatan pun tiba, ibu diantar ke bandara. Tapi setelah suami istri pulang, ibu diam diam pergi ke rumah temannya.


Karena rumahnya tidak diganggu gugat, suami dan istri pun tidak mempertanyakannya, pun berharap mudah mudahan si penagih juga lupa.


Si ibu memberi penjelasan pada temannya yang kemudian paham untuk ditinggali sementara. Si ibu membantu temannya usaha, tapi seorang lelaki gagah muncul seakan akan membimbingnya melakukan rukun haji dalam keseharian, di tempat nya. Ibu melakukan lari 7 kali antara karena antara rumah dan suatu tempat. Atau melempar anjing yang mengejarnya dengan batu kecil , dan lain lain. Saatnya diceritakan tentu saja temannya tidak percaya. Ibu hanya dianggap terlalu memikirkan hajinya yang tidak jadi padahal ia telah siap.


Suatu hari terjadi musibah Mina. Si anak dan suaminya tentu saja panik. Mereka panik mendatangi pos disini, dan tambah panik lagi saat diberitahukan bahwa ibunya tak pernah terdaftar sebagai haji yang berangkat. Ibu tak pernah pergi.


Mereka memutar otak dimana ibunya sekarang berada. Mengecek ke kampung tidak ada. Suaminya mulai curiga dan mengecek ke penagih utang rumah. Tahulah dia bahwa semua utangnya sudah dilunasi ibu. Berantem lah mereka saling menyalahkan .


Ibu jatuh sakit tapi sangat minta tolong pada temannya agar tidak memberi tahukan anaknya, Ibu yakin bahwa sakitnya tidak seberapa. Tapi temen ibu memutuskan untuk memberitahu anaknya untuk sekedar mengetahui bahwa ibunya bersama dia.


Suami ingin menyusul tapi si istri merasa kalau ibu tahu mereka tahu, tentu ibu akan kecewa, dan pengorbanannya sia - sia. Si istri hanya mengajak suaminya untuk berusaha agar mendapatkan pengganti pengorbanan ibu.


Ibu pun dijemput lagi dibandara, dalam pakaian yang biasa. Istri dan suami sepakat untuk tidak ada yang membahas. Ibu juga tidak banyak bicara. Hanya sujud yang dalam dari mereka.


Setahun kemudian, Jauh hari sebelum haji.
Suami dan istri pulang ke kampung menemui ibu untuk memberangkatkan ibu haji. Mereka telah siap, mampu dan tak memiliki hutang. Namun, mereka datang bertepatan saat ibu sakit. Mereka hanya sama sama berniat, lalu ibu meninggal . Ibu tidak ke tanah suci, ibu langsung menuju Tuhan..


(bila ada kekurangan dan ketidak tepatan teknis mohon disesuaikan sendiri.Trimakasih)
----


Terharu membaca kisah ini, tergerak untuk kembali mengkoreksi diri, sudah sejauh mana kebesaran hati ini berkibar. Ternyata .. tak sebesar Sang Ibu yang sarat cinta dan kasih sayang. Pengobanannya luar biasa, tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri.
Tanpa berkeinginan merepotkan orang lain bahkan sebisa mungkin memberikan semampunya, apa yang dimilikinya.


Sudah sejauh mana kita sanggup merelakan apa yang kita impikan?
Ketika melihat orang lain lebih membutuhkan dan hanya kita yang sanggup menolongnya?
Tanpa embel embel pengharapan akan sebuah ucapan terimakasih. Sekalipun perlakuan kasar, sindiran, hinaan dan ketidakpedulian terkadang kita terima dengan lapang dada yang mengharuskan.


Alangkah indahnya memiliki hati selapang Sang Ibu. Beliau adalah haji yang sebenarnya ^.^

Selengkapnya...

3

2009_06_16 Cinta dan Waktu, Sebuah Award dari Sahabat


Alkisah di suatu pulau kecil, tinggalah berbagai macam benda benda abstrak. ada Cinta, Kesedihan dan Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.


Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba tiba naik dan akan menggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.


Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedah mengayuh perahu. "Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta. "Aduh maaf Cinta! Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta. Nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu, di perahuku ini.


Lalu kekayaan cepat cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!" Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.


Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan, bawalah aku bersamamu!" teriak Cinta. "Wah Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan.


Cinta sedih sekali mendengarnya, ia mulai menangis. Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh Kesedihan, bawalah aku bersamamu," Kata Cinta. "Maaf Cinta, aku sedang sedih, aku ingin sendirian saja .."kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba tiba terdengar suara,"Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat cepat Cinta naik ke perahu, tepat sebelum air menenggelamkannya.


Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya. Cinat segera menanyakannya kepada penduduk tua di pulau itu. "Oh, dia adalah waktu" ujar nya. "Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran. "Sebab, hanya waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ..."


**submitted by steven widya
Taken from Motiasi.net


Bersama waktu yang terus berjalan, ... ingin kusebarkan award ini untuk:





Award dari Mbak Reni


Semoga dapat disebarkan dengan kebaikan ^.^

Selengkapnya...

9

2009_06_10 Kisah Jendela di Rumah Sakit dan Award 4 Your Blog



Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras sedang di rawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk ditempat tidur selama satu jam setiap sore untu mengosongkan cairan di paru parunya. Kebetulan tempat tidurnya berada di sisi jendela satu satunya yang ada di kamar itu.


Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas pungungnya.


Setiap hari mereka saling bercakap cakap selama berjam jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan dan tempat tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.


Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela diperbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria kedua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna warna indah yang ada di luar sana.


"Diluar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang renang cantik. Sedangkan anak anak bermain dengan perahu perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh diatas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah."


Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detail. Sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.


Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata kata yang indah.


Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan satu minggu pun berlalu.


Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih, lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat, agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu.


Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati, dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri di kamar.


Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG !!!


Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah dibalik jendela itu. Perawat itu menjawab, bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang
yang buta, bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.


"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup" kata perawat itu.


----
Renungan
----
Kita percaya, setiap kata bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Setiap kata adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata kata akan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam berfikir dan bertindak.


Kita percaya, dalam kata kata tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Kekuatan kata kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya.
Kata kata yang santun, penuh motivasi, bernilai dukungan dan memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman. Namun menyampaikan kebahagian akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri.
**dipetik dari motivasi.net


Bersama award yang kutrima dari Mbak Fanda, ingin kuteruskan semangat kebaikan ini kepada:



Award dari Mbak Fanda


Semoga dapat diteruskan dengan semangat yang baru untuk terus memotivasi sahabat blogger .. (^o^)

Selengkapnya...