Tampilkan postingan dengan label Movie Lover. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie Lover. Tampilkan semua postingan

2009_12_11 The Twilight

Twilight .. the best romantic thriller ever in 2008 ..
Did you seen it?
I just did ..

What's so special about it?
Sebuah kisah cinta remaja antara 2 dunia berbeda. Yang satu dunia vampire dan satunya lagi manusia biasa. Dikisahkan dengan indah oleh Stephanie Meyers, penulis buku ternama.

Aku tak akan mengangkat sinopsis cerita sebagai bahan tulisan. Buat yang belum tahu kisahnya, bisa klik di sini, di sini. Dan di sini dengan karakter masing masing di sini.


Dan buat yang belum pernah menonton kisahnya, bisa menonton filmnya online di internet. Klik di sini ya?


Adalah sebuah keindahan bagaimana seorang penulis mampu meng-imajinasikan kisahnya menjadi satu narasi indah, yang dapat ditangkap pembaca dan penontonnya. Well .. terus terang, setelah menonton kisah ini, keingintahuan pengagumnya akan kisah selanjutnya, akan terus terngiang.


Aku baru saja menonton kisah keduanya "Twilight saga: new moon". Tak sebagus kisah pertamanya di Twilight, namun itu merupakan urutan cerita yang "ada baiknya" di ikuti, bila ingin tak ketinggalan cerita berikutnya.


Every scene shows the amusement of the story.Terutama bagaimana peran seorang Robert Pattinson memainkan sosok Edward Cullen yang terkesan dingin, tajam, namun menyimpan banyak cerita dan rahasia. Rasa penasaran itu membuat seorang Bella Swan berusaha menembus "dinding yang dingin" dan membuka tabir siapa seorang Edward Cullen sebenarnya.


Kisah pertama dalam Twilight banyak menyajikan hal hal yang mengasyikkan. Bagaimana seorang Edward, melindungi Bella ketika sebuah mobil hampir menabraknya. Bagaimana ia menunjukkan dirinya bertabur "berlian" ketika disinari cahaya matahari. Dan bagaimana ia mampu membaca fikiran orang serta berlari secepat itu ..


Hal itu dimulai, ketika penonton belum mengetahui siapa sosok pemain utamanya. Setiap rahasia yang terbuka, membelalakkan mata sekaligus menjadikan kisahnya makin semarak.

Well .. siapapun yang menyukai film romantis, jangan pernah lewatkan pesona seorang Edward Cullen yang menjadi sosok pelindung, a bit protective, and gorgeous. Especially when the smile goes a little ..

So penikmat twilight movie ..
Amaze yourself with the story ..

Selengkapnya...

4

2009_08_08 UP

Menyempatkan mampir berlibur, mengajak jagoan kecilku menonton film kartun animasi baru berjudul UP. Kisah yang dipenuhi dengan daya imajinasi ini begitu dikagumi banyak penonton cilik hingga usia dewasa.
Sebelumnya beberapa teman memang menyarankan untuk tidak melewatkan aksi lucu dan kocak film ini. Kebetulan jagoan kecilku belum nonton .. jadi kita nonton bareng dech.


Berkunjung ke Botani Square Bogor ketika itu, semangat si kecil nampak besar dibanding kita kita yang berniat menemani. Padahal acara tayang berlangsung pukul 12.45 siang. Belum makan siang pula.
Namun mahluk kecil ini, yang merasa tak ingin ketinggalan tayangan pertama itu, enggan diajak makan atau bahkan membeli cemilan sekedar pengisi perut.


Dasar anak anak .. aku dan suami geleng geleng kepala saja sambil tersenyum.
Tiba, pintu theater dibuka .. si kecil langsung bergerak. Menyerahkan sendiri kartu tiketnya .. ia berlari lari menemukan kursi duduk yang sudah ditentukan. Wow .. dia paling pertama.
Terlihat dari bangku paling atas, ia menikmati melihat orang orang yang masuk ruangan dan sibuk mencari cari dimana mereka duduk.


Film pun diputar dengan tayangan animasi yang membuat penonton tersenyum ..
UP dimulai dengan kisah tentang Carl Fredricksen (Edward Asner), kakek berusia 78 tahun, seorang pedagang balon memutuskan untuk mewujudkan mimpinya yaitu berpetualang dengan mengikatkan ribuan balon pada rumahnya dan terbang menuju Amerika Selatan. Namun rencananya menjadi mimpi buruk saat ia mengetahui bahwa seorang anak berusia 8 tahun bernama Russell (Jordan Nagai) ikut bersamanya ** sinopsis


Film ini menceritakan kehidupan seorang kakek bernama Carl Fredricksen (Edward Asner) yang berusaha untuk memenuhi mimpi mendiang istrinya. Carl kecil adalah seorang anak pemalu yang mengidolakan seorang penjelajah bernama Charles Muntz (Christopher Plummer). Suatu hari, ia bertemu dengan seorang anak perempuan bernama Ellie (Elizabeth Docter) yang juga mengidolakan Muntz. Sejak saat itu, mereka bersahabat dekat. Ellie memiliki ambisi untuk membangun “klub penjelajah”nya di tepi air terjun Paradise di Tepui, Amerika Selatan. Mereka berdua pun bersumpah akan melaksanakan mimpi itu.


Beranjak dewasa, Carl dan Ellie pun menikah. Mereka terus mengingat mimpi mereka dan berusaha untuk mewujudkannya. Ellie bekerja sebagai penjaga kebun binatang dan Carl menjadi penjual balon gas. Bersama-sama, mereka giat menabung untuk bisa pergi ke air terjun Paradise. Namun, simpanan tersebut selalu saja terpakai untuk kebutuhan mendesak lainnya.


Carl dan Ellie hidup berdua sampai mereka lanjut usia. Mereka tidak memiliki keturunan karena Ellie tidak bisa hamil. Saat Carl berhasil mengumpulkan uang dan berniat mengajak Ellie ke air terjun Paradise, Ellie sakit dan akhirnya meninggal. Carl sangat terpukul dan menjadi orang yang tertutup.


Sepeninggal Ellie, Carl menjadi uring-uringan. Ia bertengkar dengan salah satu pekerja industri yang membuatnya harus pindah ke panti jompo. Saat dijemput, Carl melarikan diri dengan cara menerbangkan rumahnya dengan 10.000 balon gas. Ia berniat untuk pergi dan mendaratkan rumahnya ke air terjun Paradise, seperti mimpi Ellie. Tak disangka, seorang anak yang sedang berusaha mendapatkan lencana pramuka terakhirnya, Russell, juga ikut terbang bersamanya karena bersembunyi di teras rumah Carl. Maka, mereka berdua pun memulai petualangan seru menuju Amerika Selatan.
Selama perjalanan menuju air terjun, Carl dan Russell bertemu banyak tokoh, seperti Kevin, seekor burung raksasa sejenis burung unta dan Dug (Bob Peterson), anjing pintar yang memiliki kalung canggih yang bisa membuatnya berbicara. Carl juga bertemu idola masa kecilnya, Charles Muntz, yang ternyata masih hidup dan berusaha untuk mengumpulkan bukti untuk penemuannya.
Konflik batin pun melanda Carl. Apakah dia harus membantu Russell menyelamatkan Kevin dari kejaran Muntz dan mengembalikan Kevin ke sarangnya atau melanjutkan misinya untuk membawa rumahnya ke tepi air terjun Paradise? Kebahagiaan seperti apa yang sebenarnya dicari oleh Carl?**Review


Cerita ini unik.
Aku mengacungkan jempol untuk daya imajinasinya yang bisa diwujudkan menjadi satu karya cerita yang luar biasa. Sesuatu yang tak pernah terfikirkan oleh manusia manapun, bisa diaplikasikan indah dan kocak untuk usia muda dan ringan untuk semua kalangan.


Apalagi karakter yang diciptakan tak lepas dari kekurangan dan kelebihan yang saling mengisi rangkaian ceritanya menjadi semakin apik.


Mungkin itulah aku suka fim kartun animasi, sebagaimana halnya, Mr. Incredibles, Wall E, Ice Age, Monster, Kungfu Panda, dan lainnya. Selain ringan untuk anak anak, namun aku aku selalu terkagum kagun dengan imajinasi jalan cerita dan penciptaan karakter yang memperkuat jalan cerita.

Selengkapnya...

3

2009_05_23 Night at Museum


Gambar diambil di sini


Film segala umur yang membuka fantasy penontonnya, cukup asik diterjemahkan secara keseluruhan. Dengan selingan komedi dan animasi penulis cerita .. kisah ini disajikan begitu kreatif. Pernah mendengar cerita tentang bagaimana isi museum sejarah yang menjadi manusia utuh ketika malam hari tiba?


Film ini merupakan kelanjutan dari seri pertama. Sayangnya, ketika itu aku tak sempat menyaksikannya. Sehingga tak punya gambaran seperti apa film ini berkisah.
Namun tak terlalu sulit menebak isi cerita sebelumnya, karena beberapa obrolan dalam cerita, merupakan petunjuk seperti apa gambaran kisah sebelumnya. Pun, tutur cerita film kedua ini tak terlalu berkaitan dengan film pendahulunya.


Film yang menggugah tawa penonton ini, mengagumkan dari sisi daya hayal penulis cerita, yang bisa diwujudkan dengan baik oleh team kreatifnya.
Bagaimana tiga cupid yang menjadi gambaran kita merupakan cupid cinta dan mampu menembakkan panah asmaranya kepada siapapun, kini terlihat "hidup" dan menyanyikan lagu cinta dan romantis kepada Larry Daeley dan Amelia Earhart yang tengah dikejar kejar oleh tokoh antagonisnya.


Bagaimana patung the thinker yang tak pernah berhenti berfikir dan hanya mampu menjawab "I'm thingking ... I'm thingking .." ketika pasangan utama mengandalkan sebuah jawaban atas permasalahan dalam cerita.


Atau ketika Einstein kecil dengan kepala bubble headnya menyanyikan lagu rap "I like it .. aha .. aha" dengan gaya asiknya!! Jangan lupa, ketika Theodore Roosevelt yang mematung tanpa lengan dan separuh dada, merasa gatal dihidung berlapiskan kuningan, minta digaruk karena gatal.


Amazing !!
Sisi sederhana yang sering kita lihat namun mampu diimajinasikan dengan baik. Benar benar penghayal yang kreatif ..


Namun cerita ringan dan sarat obrolan lucu ini, meninggalkan satu pesan moral yang disampaikan. Key of Happines oleh "Teddy" Roosevelt :


Do what you like, with someone you love


Do it now ..
Jangan lupa tonton film ini ya? ..
Sinopsis cerita:
Film ini mengambil seting lokasi di dalam sebuah museum di Washington. Ceritanya, American Museum of Natural History tengah menjalani renovasi. Karenanya, seluruh isi museum dipindah sementara ke Smithsonian Institution di Washington. Untuk mengawal pemindahan barang-barang ini dibutuhkan seorang petugas. Larry Daeley (Ben Stiller) yang terpilih menjalankan tugas ini lantaran prestasinya sebelumnya.


Nasib buruk rupanya masih menyertai Larry. Bisa ditebak apa yang terjadi, tak beda-beda jauh dengan sequel perdananya, yakni bangkitnya barang-barang museum itu. Bedanya, ceritanya kini lebih seru. Benda-benda tersebut mengacaukan seluruh isi museum. Penyebabnya adalah Akhmenrah (Rami Malek), tokoh jahat yang bangkit dan berusaha membangunkan seluruh isi museum.


Tentu saja Larry dibuat kuwalahan. Bagaimana tidak, ia harus berhadapan dengan koleksi Smithsonian yang mencapai sekitar 136 juta benda peningalan masa lalu. Yang menarik dari cerita ini adalah masuknya tokoh-tokoh ternama diantara koleksi museum yang bangkit lagi tersebut, diantaranya Amelia Earhart (Amy Adams), Theodore Roosevelt (Robin Williams), Albert Einstein (Eugene Levy), Ivan the Terrible (Christopher Guest), dan banyak lagi lainnya.
Selengkapnya...

3

2009_05_12 Knowing dan Gambaran Masa Depan Bumi


Tahun 1958, sekelompok pelajar sekolah dasar diminta untuk menggambar sesuatu dan disimpan dalam sebuah kapsul. Namun seorang gadis cilik misterius meletakkan sebuah kertas yang penuh dengan barisan angka-angka.


Lima puluh tahun kemudian, murid-murid angkatan baru membuka kapsul tersebut. Kertas milik gadis cilik misterius itu jatuh kepada Caleb Koestler. Namun ayah Caleb, Prof. John Koestler, mulai menemukan kode-kode terselubung menyangkut tanggal, kematian dan koordinat dari musibah besar yang terjadi selama 50 tahun terakhir.


Dalam deretan angka itu tersimpan beberapa catatan kejadian selama lima puluh tahun terakhir. Artinya, saat deretan angka itu ditulis, sang penulis tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.


Meski semula tak percaya, namun John akhirnya mau tak mau merasa khawatir bahwa ramalan yang tertulis dalam deretan angka itu memang akan benar-benar terjadi. Dan yang paling menakutkan adalah ramalan yang menyebutkan bahwa tak lama lagi ras manusia akan punah.
Kini John punya dua pilihan: membiarkan itu semua terjadi secara wajar atau berusaha untuk menentang takdir dan menyelamatkan seluruh umat manusia dari kepunahan seperti yang digambarkan dalam ramalan dari masa lalu itu. Masalahnya, adakah orang yang percaya pada kata-kata John atau John harus menjalankan misi mulia ini seorang diri.
----
Sederhana di awal cerita, dramatic di tengah cerita.
sinopsis cerita yang sudah tersaji ketika meng klik 21cineplex.com, membuat rasa penasaran ingin menyaksikan keseluruhan cerita. Walau terbilang cukup telad, dan tergoda untuk menonton film film yang lain.


Film yang terolah cukup logis menceritakan tentang bagaimana dunia akan berakhir oleh lemparan panas sinar matahari di usia 50 tahun mendatang, ketika ramalan itu mulai terkuak. Menggambarkan kondisi bumi kita yang kian erosi oleh pemanasan global dan issue kiamat 2012.


Dari gambaran gambaran kiamat kecil yang perlahan lahan memakan korban. Bagaimana sebuah pesawat melintas di depan mata dan jatuh hingga meledag dan membakar penumpangnya. Bagaimana sebuah kereta melintas dan menghancurkan isi ruang bawah tanah. Dan bagaimana kumpulan kumpulan kliping tahun tahun terbelakang membuka mata akan bencana dunia yang semakin besar.


Gambaran kehancuran manusia satu persatu, diulang kembali ketika satu persatu angka angka dalam kertas berusia 50 tahun itu terkuak. Sebuah lembaran tanpa arti bagi banyak orang, namun menyingkap ramalan yang tak dapat ditolak oleh kaum yang memahami.


Imajinasi sang creator, membawa kita kepada akhir kisah, dimana alam memutuskan lain. Dunia yang terbakar oleh panas matahari. Gedung gedung memekik dengan ledakannya yang dasyat. Keadaan di luar yang panas dan panik oleh ketidakpastian. Barang barang kebutuhan yang dijarah oleh manusia manusia yang berlari kesana kemari. Pelarian pun tak membuahkan hasil.


Namun disayangkan bila, satu akhir cerita selalu dikaitkan dengan kedatangan mahluk asing dari angkasa luar, yang datang menyelamatkan sebagian umat manusia, sebagai langkah pencegahan akan binasanya manusia itu sendiri. Menurutku, cerita ditengah sudah tergamblang cukup terang, memberi satu pesan paling drastis tentang masa depan dunia ini.


Hanya fisnishing yang tak mungkin bisa diharapkan akan terjadi, memberi kesan bahwa film ini tak lebih baik dari film imajinasi anak anak lainya.


Ups, kritikan boleh ya?


Pesan apa yang ingin disampaikan?
Go greener?
Sebuah warisan bagi anak cucu yang mulai terkikis dan meninggalkan kekosongan ? Atau sebuah gambaran kehancuran di masa depan, yang perlahan tengah ditunjukkan melalui kejadian kejadian terburuk yang pernah menimpa?
Adakah manusia mau melihat? Mau menengok ke belakang?
Menelaah sebuah dan banyak rentetan peristiwa yang merupakan teguran Tuhan untuk kembali memperbaiki diri?


Film ini layak ditonton untuk sebuah pemikian, akan masa depan anak cucu kita yang belum memiliki apa apa.


----
Related posts
----
Selengkapnya...

4

2009_02_07 Benjamin Button


Gambar diambil di sini


Film drama yang bercerita ala flash Back ini, dimulai dengan secuplik kisah Perang Dunia I. Bagaimana pejuang pejuang muda menyerahkan nyawa di medan perang. Dan seutas harapan orang orang tua yang mengharapkan waktu dapat kembali berputar mundur. Membiarkan perang itu mengembalikan putra putra mereka hadir di sini, membangun cita cita dan keluarga baru, bersama.


Ditengah cuaca yang tak bersahabat, seorang nenek tua, terbaring di rumah sakit ditemani putrinya yang lama tak selalu bisa mendampinginya. Sang Nenek bernama Daisy.
Membuka lembaran diary yang tak pernah bosan dibacanya, Caroline sang putri, kembali menemaninya dengan kisah kisah cerita yang dibacakan untuk terakhir kalinya.


Alkisah, seorang bayi mungil terlahir begitu berbeda dari sebuah keluarga nan kaya, pemilik perusahaan besar. Sang Ibu meninggal ketika melahirkannya, dan sang ayah, tak sanggup melaksanakan janji istrinya untuk merawat putranya yang terlahir ketika itu. Hingga diletakkan di barisan tangga sebuah rumah jompo, dan di besarkan dengan kasih sayang seorang Queenie. Ibu muda yang belum diberi kesempatan memiliki seorang momongan, dengan tekun dan disiplin merawat Benjamin, begitu ia diberi nama.


Umurnya begitu muda, 7 tahun ketika itu ia telah beranjak. Namun fisiknya terlihat sangat renta dan tua. Terduduk di kursi roda dan bahkan tak sanggup berjalan. Berkat bantuan seorang pendeta, doa doa itu menguatkannya untuk perlahan berjalan dan hanya ditopang oleh tongkat.
Semakin hari .. dirinya semakin lebih muda. Langkah langkahnya kian kuat dan jiwanya lebih bersemangat.


Pengalaman hidupnya, walau tak harus bersandingkan dengan anak anak seusianya, telah membuatnya dewasa dan kian kuat menjalani perbedaannya. Banyak hal yang ia temui ketika seseorang datang dan pergi, lalu meninggalkan kenangan serta ilmu untuknya. Ketika ia memulai bekerja sebagai anak buah kapal yang mengerjakan apa saja tanpa keluhan. Ketika ia adalah saksi peperangan di tengah lautan lepas, dan menyaksikan teman temannya menjadi korban diantaranya.


Ketika ia menyadari hari demi hari dirinya nampak semakin muda, dan cinta itu harus ia lepaskan demi sebuah kebaikan.
Ketika ia menyadari bahwa dirinya adalah seorang putra pemilik perusahaan besar, dan mengetahui penolakan ayahnya ketika lahir. Hingga bagaimana asal usulnya mulai terkuak.


Adalah kisah drama yang membutuhkan kesabaran untuk disimak, namun banyak hal yang bisa dipetik. Seorang, diri yang terlahir dengan perbedaan, tetap akan bisa menjalani hidupnya seperti orang orang kebanyakan. Siapa pun, mampu meramal apa yang akan terjadi. Namun .. siapapun tak akan ada yang tahu takdirmu ..


Teringat akan kisah Poo, si Kungfu Panda. Seorang terlahir dengan keunikannya sendiri sendiri. Perbedaan yang dimiliki, adalah kekayaan yang tak dipunyai oleh orang lain. Dan itulah yang membuatnya berbeda.



Gambar diambil di sini


Baca juga resensi terkait di sini dan sini.
Selengkapnya...

5

2009_01_16 Perempuan Berkalung Sorban


Perempuan Berkalung Sorban


Sumber: 21 Cineplex


**Adalah sebuah kebetulan jika Anissa mengalami balada hidup yang memilukan. Cobaan datang kepadanya bertubi-tubi bahkan sejak masa kecil. Sebagai anak perempuan, dia selalu protes atas perlakuan tak adil sang ayah yang selalu diskriminatif.


Hasilnya, protes itu dianggap angin lalu. Pun ketika dia menikah dengan anak kiai bernama Samsudin (Reza Rahadian). Lagi-lagi malah nasib buruk yang menjadi miliknya. Bahtera rumah tangga mereka bagaikan dalam neraka. Tentu saja nasib buruk itu masih terus menghantuinya seolah tanpa akhir. Ada saja hal-hal yang membuat dirinya selalu dalam awan kelabu.


Memang diperlukan hikmat untuk bisa menyerap film ini. Pasalnya, adegan-adegan yang menyiratkan aroma kekerasan disuguhkan tanpa ragu oleh sineasnya. Wajah seram itu terus-menerus ditunjukkan dengan ucapan serta perbuatan dari para pelaku yang umumnya menyuguhkan akting yang kuat.


Ada baiknya usai menyaksikan film ini untuk direnungkan sekali lagi apa pesan tersembunyi yang hendak disampaikan di sana. **


Sajian yang ditawarkan film menurutku kuat. Mengangkat fenomena perempuan yang terlahir, terdidik dan ter-budaya, dengan edukasi ketat dan disiplin lingkungan pesantren. Namun tak menutup kemungkinan, pemikiran pemikian baru dan modern, menuntut kesamaan hak antara perempuan dan pria, tumbuh dan berkembang di antara perempuan perempuan, yang tidak hanya mengikuti alur budaya yang sudah ada. Perubahan zaman, dan semangat akan melihat dunia luar yang lebih maju, lebih memberikan kesempatan, kepada kemajuan cara berfikir, cara bertutur kata, cara bertindak dan mengambil keputusan.


Inilah yang menurutku tengah diperjuangkan oleh wanita berkalung sorban. Hidup dengan latar belakang yang sudah teratur, dan kembali diatur untuk sebuah pilihan hidup yang seharusnya bukan milik siapa siapa, selain dirinya. "Pemberontakan" demi penolakan akan keteraturan itu, diungkapkan secara gamblang, namun tak kuasa untuk banyak merubah sesuatu yang sudah digariskan. Emosi diantara kekecewaan, waktu dan kepasrahan yang sudah habis, menjadi alur cerita yang naik dan turun. Namun, semangat untuk tetap memperjuangkan sebuah keinginan, kuat tersanding di hati dan pemikirannya.


Tak perduli cobaan demi cobaan, datang bertubi. Kebebasan yang terjebak dan mengikat banyak pihak. Perubahan yang tak mudah untuk disuarakan. Kehilangan yang begitu mendalam. Kemerdekaan, yang dimulai dengan fitnah dan siraman bebatuan.
Perempuan mana yang sanggup melalui tanpa keluh kesah, selain tangis yang dipendamnya dengan kepasrahan.


Adakah ini sebuah kisah nyata yang hendak diangkat oleh penulisnya?
Adakah ini hanya sebuah fiksi belaka?


Tak ubahnya seorang kartini , yang bermunculan dari beragam latar belakang, hingga ini adalah salah satunya.


Tak ada niat untuk merusak dunia yang sudah terbentuk damai. Tak ada kesan untuk mencabik cabik aturan agama yang tertulis rapi, dalam kitab kitab yang diagungkan. Tak ada pesan untuk merubah generasi berikut, menjadi lebih liar ataupun labil. Hanya semangat baru, menghidupkan jiwa perempuan perempuan dimana pun kalian berada. Bahwa .. perempuan bisa menjadi hebat dan besar oleh semangat belajar yang tak pernah pupus, karena keterbatasan.


Perempuan bisa bersuara ..
Perempuan bisa menuliskan isi hatinya
Perempuan bisa mengatakan penolakannya
Perempuan bisa memilih ..
Perempuan bisa tegak berdiri tanpa ketergantuan
Perempuan bisa meraih impiannya
Perempuan berhak atas kesamaan tanpa melawan kodratnya


Namun sebuah perubahan tak bisa terjadi sesaat, semua butuh waktu dan proses, penerimaan serta penyesuaian. Biarkan waktu yang membuka tabir.


Semoga film film penyemangat perempuan Indonesia, bisa terus ada dan berkembang, hingga memberikan ide baru bagi kemajuan perempuan Indonesia.
Selengkapnya...

2

2008_08_24 I love WALL E

Sumber: 21 Cineplex
Bagaimana jika manusia meninggalkan planet Bumi dan seseorang lupa menon-aktifkan robot miliknya?
Wall-E, menghabiskan hari-harinya melakukan hal-hal yang memang ia diciptakan untuk itu. Namun dengan cepat Wall-E tersadar mengapa ia diciptakan, sebagaimana petualangannya melintasi galaksi untuk mengejar mimpinya
Halo penggemar Movie Cartoons .. sudah nonton yang satu ini? Jangan bilang ini untuk konsumsi anak anak doank loh. Cozz .. ini ceritanya lucu en sederhana sekali. Sekedar hiburan ringan yang bisa membuat kita begitu mengagumi animasi film dan dunia hayal yang tinggi. Kebayang gak gimana robot bisa punya perasaan "so in love" ?? ..


Entah kenapa aku jadi pengen nonton film kartun ini. Tapi pada dasarnya aku emang suka banged sama film film kartun. Tetep .. ada pepatah bilang, "there's always a child inside a man". Film film kartun bioskop yang kusuka diantaranya Finding Nemo, The incredible, sama apa ya?? Mm .. yang keingetan baru itu, meski koleksinya banyak di rumah. Ini salah satunya ..
Mungkin karena kebayang, akankah suatu saat film film untuk anak anak seperti ini, masih akan ada lagi? Jadi aku koleksi buat hiburan anak anakku kelak .. (whattt ???- bukannya masih lama).


Iya sich ..
Cuman, bayangin aja, ..
Dulu jaman aku kecil, lagu lagu buat anak anak banyak yang diperuntukkan buat anak anak. Semacam lagu lagu ciptaaan Ibu Sud, Ibu Katsur, AT Mahmud. Sekarang?? kok kayaknya dipaksakan ya? Apalagi anak anak cenderung hapal lagu lagu orang dewasa. Dulu ada lagu lagu twinkle twinkle little star- salah satu alternatif cara buat anak anak familiar sama bhs inggris, sehingga gak kaget ketika musti melafalkan bhs asing yang "is a must" jaman saiki.


Nahhh .. begitu juga movie. Yang aku bayangkan, .. mungkin gak film2 bagus dengan sarat pesan pesan seperti itu masih ada? Apalagi filmnya bhs inggris, yang diharapkan juga bisa membuat anak anak jadi penasaran mengetahui makna ceritanya en jadi semangat belajar bahasa. Plusss .. film kartun itu khan kebanyakan hayalan. So, ini juga bisa membangkitkan sense daya hayal si anak.


Aku sebenarnya tukang menghayal juga. Jadi film film semacam WALL-E ini menarik sekali, karena daya hayalnya  ..
Harapannya dengan daya hayal dan imajinasi tinggi, anak anak bisa merancang keinginannya sendiri. Tentunya yang logis ya ... Bukannya ke bulan dulu juga dimulai dari menghayal?? Akhirnya jadi logis berkat bantuan teamwork.


Anyway .. yang happy family, nonton dech film ini. Dijamin happy beneran ...

Selengkapnya...