2010_01_03 Sabar Itu Bercerita ..



Kata orang, sabar itu ada batasnya ..
Tapi kalau sudah bertemu dengan batasnya, apa iya masih sanggup bertahan sampai hari ini?


Tapi temanku bilang, sabar itu ndak ada batasnya. Bahkan bila sudah sampai batasnya .. kita akan semakin dan lebih sabar lagi. Jadi?
Sabar adalah tuntutan atau tuntunan?


Ia dilahirkan dengan porsi kesederhanaan tanpa pernah bisa meminta. Berharap .. namun tak selalu bisa merasakan sesuatu yang baru. Ia hidup dengan dunianya, yang dinikmatinya dengan sebagai satu keindahan tersendiri. Dunia yang hanya dia yang tahu .. dan rasakan. Tak semudah itu orang lain bisa masuk kedalam dunianya, bahasanya, apalagi memahaminya ..


Ia tumbuh dan berkembang dalam fikirannya sendiri, tanpa disadari oleh mereka mereka disekelilingnya. Ia belajar tentang penolakan, tentang tersisih .. tentang kesendirian, dan bahagia.
Banyak mata memandangnya sebagai sosok anak kecil yang tak mengenal dunia luar. Well .. kenyataannya ia bahkan tak terlihat banyak bergaul karena didikan rumahan. Ia bahkan tak terlihat menjadi bunga diantara teman temannya, karena tak memiliki kelopak yang bisa dibanggakan.


Sampai ia besar ..
Ia tetap menyimpan kesendirian dalam hatinya. Ia bahkan nyaman dengan porsi seadanya yang terkadang diterimanya. Ia juga tak ingin banyak menuntut, tentang ketidakadilan. Walau banyak berharap tentang haknya. Kurangnya perjuangan akan apa yang seharusnya bisa ia raih, dilihatnya hanya soal waktu yang kelak akan memberinya kesempatan lebih.


Tak sedikit orang memandangnya rendah, kurang bahkan tak masuk hitungan. Namun ia mencoba memulaiya dari kesendiriannya. Ia menuliskan kelebihannya sendiri tanpa perlu ia perlihatkan kepada orang lain. Ia tampilkan terselubung dari belakang layar, sebagaimana mereka menyaksikan siaran tv tanpa mengetahui siapa penulis skenarionya.


Tak sedikit orang yang perlahan mengenalnya. Namun tak banyak juga orang yang melihatnya lebih dari sekedar biasa.
Ia hidup dengan kebiasaannya. Ia hidup dalam alur yang perlahan namun berjalan pasti ke depan. Ia belajar sabar akan menuntunnya kepada kemudahan. Ia belajar kesempatan selalu datang kepada mereka yang tak pernah berhenti berusaha. Ia belajar tetap berjalan, sekalipun luka di kaki mulai bernanah.


Ia belajar menyisingkan ego dari sebuah luka yang pernah ia hadapi. Ia belajar menangis hanyalah luapan kekecewaan sesaat. Ia belajar terpuruk adalah permainan waktu semata ..
Adakah ia menemukan arti sebuah kesabaran dalam waktu? Adakah ia kelak akan menemukan batas dari kesabarannya?
Dan seperti apakah kelak ia akan berganti sesudahnya?


Sabar .. adalah sifat terkasih, yang kelak memudahkan langkah langkah kita dalam menghadapi tantangan. Bukan hambatan, yang semata kita lihat dari sudut sudut kelemahan.
Sabar adalah guru yang mengajarkan tentang ilmu matematika yang tak memiliki rumus. Pelan mendalaminya, namun kelak akan memberikan hasilnya.


Emosi yang datang dan pergi adalah sahabat yang mengunjungi. Kenapa sahabat?
Karena dia adalah kejujuran diri yang tak akan pernah lepas dari sebuah ekspresi diri. Namun jangan biarkan ia menemanimu di sepanjang waktu. Karena kesabaran itu akan hilang tanpa arti.
Tanpa sebuah pembelajaran panjang seorang manusia.


Hari ini kesabaran itu kembali diuji. Untuk sebuah kisah panjang yang masih menyisakan cerita. Tak akan pernah berakhir, sampai Tuhan menakdirkan lain.
Dan ketika sabar itu datang memperlihatkan dirinya .. aku hanya tertunduk, menuliskan pesan pesan yang harusnya kumengerti di awal. Dan sabar itu, kini menemaniku ..


Aku tak pernah ingin berhenti belajar bersabar, ..
Karena dengannya, aku belajar menjadi lebih baik ..