4

2009_09_17 Penampilan Baru ..

Tepat hari ini, .. aku ingin memulai penampilan baruku di kehidupanku. Satu hal yang membuatku sudah berfikir lama .. dan panjang, hingga memberanikan diri untuk memulainya.


Untuk beberapa orang penampilan seperti ini mungkin bukan hal yang asing lagi. Namun buatku ini adalah satu dari sekian keputusan besar yang ingin kulakukan sepenuh hati dan bukan setengah setengah.


Berjilbab.
Apa ya berjilbab itu?
Aku tidak menggali secara dalam ukuran berjilbab dan definisinya. Karena buatku jilbab memang merupakan identitas pakaian wanita muslim. Namun jilbab bukan hanya sekedar jilbab. Yang sesaat dipakai sesaat dilepas.
Disana aku menemukan keteduhan. Dan disana aku menemukan tanggung jawab. Disana aku menemukan tolak ukur. Semua atas diriku sendiri .. bukan atas siapa siapa.


Mm .. ada yang kaget juga awalnya ketika aku mengutarakan keinginanku jauh sebelum tahun ini dimulai. Yah kufikir aku cuma hangat hangat sesaat saja. Apalagi aku bukan tipikal yang agamis dalam kehidupanku. Semua normal ..
Namun keinginan ini memang tumbuh begitu saja seiring dengan panggilan kecil di dalam hatiku.


Awalnya aku mencoba untuk menyesuaikan diri dan membiasakan dengan pakaian lengkap tertutup. Menerima panas terik dalam setiap aktivitasku. Adakah aku sanggup bertahan?
Lalu aku mulai bertukar fikiran dengan beberapa teman yang sudah menggunakan pakaian muslim ini, tentang perubahan perubahan apa saja yang harus dilakukan perlahan terkait dengan pakaian yang dikenakan.


Adakah berpengaruh terhadap tutur kata kita, perilaku dan cara berfikir ..
Lama aku berdiskusi dengan suamiku .. hingga aku menemukan kata "mencoba" sebagai satu kekuatan untuk menguji kesiapan mentalku.


Dan hari itu adalah hari ini ...
Awalnya memang gak pede. Kadang aku masih merasa "njelimet dengan tatanan jilbab yang dikenakan. Apalagi ketika itu, .. aku masih belum siap memproklamirkan kepada umum tentang penampilan baru ini. Semoga perlahan waktu bisa menguatkanku untuk tidak meng- ombang ambingkan hatiku kepada keputusan ini.


Beberapa teman memang cukup kaget dengan niatanku ini. Yakinnnn??? ucap mereka penuh tanda tanya. Namun puji syukur mereka sampaikan bila itu memang sudah menjadi keputusanku sendiri. Aku hanya memohon doa agar tanggung jawab yang diberikan Yang Maha Kuasa ini penuh kiranya hingga akhir hayat.


Sebenarnya, tak ada yang berubah dengan diriku. Semua masih sama.
Masih suka bercanda .. masih suka ngeledek .. masih suka ngeblog .. masih suka main game ..
Semua sama. Hanya saja .. aku harus semakin santun dalam beribadah. Santun dalam menjalankan kewajibanku sebagai wanita dalam keluarga. Dan santun dalam berkomunikasi dengan NYA.


Semoga kebaikan itu bisa menjadi sahabat dihati setiap manusia yang menerimanya ...




Selengkapnya...

13

2009_09_14 Naik Kereta Api .. Tuut .. Tuuut ... Tuuut ..

Gambar diambil di sini


Naik kereta api .. tuuutt .. tuuut .. tuutt ...
Siapa hendak turut??


Naik kereta bukanlah hal yang langka lagi saat ini. Terutama buatku.
Mengingat aktivitasku banyak bolak balik ke Jakarta Bogor, yang dimudahkan dengan fasilitas kereta api.
Dulu ketika aku bermukim di Sumatra, trasportasi umumnya banyak dilakukan dengan kendaraan umum. Sesekali naik kereta, itupun hanya berkunjung ke rumah keluarga lain di Lampung.


Berbeda dengan saat ini. Berada di Jakarta memungkinkan kita untuk menggunakan banyak pilihan transportasi untuk tiba ke tujuannya.
Dulu, ketika bus bus luar kota masih diperbolahkan melewati UKI- aku lebih suka naik bus. Selain lebih cepat, juga waktu lebih fleksibel. Soal keamanan .. rasanya sama saja. Selama kita keep low profile, rasanya aman aman saja.


Namun semenjak, pemerintah ibukota melarang bus luar kota "nangkring" di UKI yang merupakan terminal bayangan, alhasil penggunaan bus harus tertuju ke kp. Rambutan yang cukup rawan sama preman dan copetnya. Ketika sekali iseng ke sana saja, .. aku sudah di incar 2 pencopet. Wah .. gak nyaman rasanya. Alhasil .. aku menjadi ketergantungan menggunakan kereta api.


Pilihan kereta api pun sekarang lebih beragam. Kalau dulu hanya ada kereta ekonomi yang siap berjubel dengan sekumpulan komunitas dari aneka macam manusia. Perlahan, dibuka kereta Express Pakuan *tujuan Jakarta Bogor*. Kereta AC yang hanya berhenti di beberapa stasiun ini, cukup membuat rasa aman, dan nyaman penumpangnya. Karena kecepatan nya juga suasana yang lebih berbeda.


Tentu masih ada kereta Express lain dengan tujuan berbeda. Seperti Jakarta-Bekasi, Jakarta-Depok, Jakarta-Bojong, Jakarta-Tanah Abang, dan Serpong ..


Dibandrol harga Rp. 11.000 *untuk Jakarta-Bogor* tentunya tak semua komunitas berkenan menggunakan layanan kereta api ini. Apalagi untuk jarak jarak singkat.


Sekarang dibuka lagi kereta api ekonomi AC- yang berhenti di setiap stasiun kecuali Gambir. Dibarengi dengan harga Rp. 5.500 *sebelumnya Rp. 6.000* peminatnya pun lumayan banyak, terutama di awal keberangkatan pagi dan kepulangan sore tiba.


Aku selalu menggunakan kereta ini untuk aktivitas mobileku. Selain nyaman, pun penumpangnya lebih teratur dalam bersikap. Walau tak dipungkiri lemparan lemparan batu sesekali terdengar dari luar. Atau tabrakan antar kereta yang menewaskan beberapa orang, baik penumpang atau masyarakat luar.


Banyak juga suka dukanya naik kereta api. Paling sedih kalau kereta datang terlambat. Atau .. kereta lain rusak, hingga dibebankan kepeda kereta lain hingga penumpang berjubel. Rel kereta yang rusak, hingga kita harus antri lewat di rel yang sama.


Pernah ketika itu sudah sore hampir pukul 17.00. Kereta yang dituju belum juga datang dikarenakan keterlambatan dalam perjalanan. Wah tiba di jakarta jam berapa ya? Mengingat waktu tempuh yang diperlukan adalah 1 jam perjalanan.


Kemungkinan pertama, ya .. aku menginap saja di Bogor, besok baru pulang .. atau cabut, langsung naik bus. Kebetulan ketika itu .. jalur UKI masih dibuka. Alhasil .. aku langsung menuju terminal Baranangsiang. Sekalipun tiba di Jakarta jam 7 malam. Setidaknya .. aku bisa tiba di Jakarta belum terlalu larut.


Sesekali aku dan suami iseng jalan jalan ke mangga dua, naik kereta ekonomi. Dengan tiket seribu rupiah perorang .. kami melakukan perjalanan dengan santai.
Selesai window shopping, kami tiba sekitar pukul 17.00 di stasiun kota. Berminat menggunakan kereta ekonomi kembali *sayang bila naik kereta ekonomi AC, untuk jarak yang tak terlalu jauh* .. kami mengambil jalur 12-13 dan menanti. Rupanya .. walah ... penuh banget !!
Berdesakan .. berhimpitan. Bahkan tak bisa bergerak. Ajang empuk pagi para pencopet ini membuatku lebih awas memperhatikan sekeliling.


Dan .. that's the last thing I've ever done.


Critanya, hari ini aku ke Bogor lagi naik kereta ekonomi AC. Keberangkatan pagi pukul 08.30 dan tiba di Bogor 1 jam kemudian. Penumpang cukup ramai. Semua kursi terlihat penuh, walau tak ada yang berdiri. Tiba di Bogor .. stasiun kereta yang bersebelahan dengan Pasar Anyar *pasar besar di Bogor* sudah dipadati dengan antrian angkutan umum yang siap mengantar.


Aku naik di salah satunya. Namun apa yang terjadi ? Angkot tak bergerak. Pasar Anyar padat !!
UPS .. Bogor sudah merayakan lebaran sebelum harinya.
Antrian kendaraan pribadi juga terlihat disana. Agh .. mana terik menguasai suasana disana.


Begitu juga dengan suasana di dalam kereta hendak pulang. Mm .. penuh !!
Kalau gak ada kereta api ... kira kira kalau mau lebaran begini, pulang kampung naik apa ya?

Selengkapnya...

2

2009_09_13 Tentang Mereka ..

Gambar diambil di sini


Lain cerita tentang Mbah Menik yang pernah menjadi pelajaran hidupku .. lain pula dengan cerita yang ini. Berbagi di bulan Ramadhan memang sudah menjadi satu tradisi budaya kita dalam memberi dan mengangkat mereka yang berkekurangan. Namun upaya menemukan diantara mereka yang belum terjamah oleh badan badan amal bukanlah sesuatu yang sederhana.


Kembali turun ke jalan merupakan satu keunikan bagiku dan suami dalam menemukan sosok pejuang kehidupan yang mampu memberi makna kebaikan, bagi kaum muda. Tak terlalu serius .. perlahan namun tetap berharap.


Berbicara tentang bertemu muka dengan mereka, rasanya mereka tak pernah berharap lebih dari orang lain tentang apapun diluar rizki yang berkaitan dengan kemampuannya. Ada yang berdagang pisang, mbok jamu, berjualan telur ayam, atau sebagai petugas kebersihan di sisi sisi trotoar. Mereka tekun menjalani rutinitasnya ..
Walau lelah terasa, oleh jauhnya perjalanan dan teriknya panas yang menusuk .. namun kaki kaki rentanya tetap mengajaknya berjalan kemanapun hendak melangkah.


Barang dagangan yang ia bawa sedari rumah atau pasar, ditempuh dengan jalan jalan naik, .. turun .. menyusuri sisi jalan. Bahkan harus mengalah disaat menghalangi kendaraan lain yang lebih besar.
Belum rasa haus dan lapar yang mungkin harus ia tahan, karena tak membawa bekal dari rumah namun penghasilan tak seberapa untuk dihabiskan saat itu.


Teringat satu ucapan seorang ustadz di tv, bahwa mereka terbiasa "berpuasa" tiap tiap harinya, namun kita hanya sebulan saja. Jadi apa yang harus dikeluhkan?
Memberi gambaran kepada kita, tentang kehidupan mereka yang lebih ketat dalam hal penggunaan uang. Mungkin sehari mereka hanya sanggup makan 1x, maksimum 2x. Sementara kita? ...
Aduh .. aku jadi banyak menundukkan kepalaku.


Raut wajah yang kaget, haru dan terdiam sering kami temui ketika berhadapan dengan mereka. Namun satu yang membuat kami berfikir .. ketika kami menghampiri seorang bapak dan ibu tua ditempat yang berlainan, respon yang diberikan seperti ketidakpercayaan apa yang dia lihat. Dimulai dari keramahan senyumnya, membuat kami mendekat. Namun ketika keinginan hati itu kami sampaikan, sejenak situasi di raut wajahnya langsung berubah. Seperti berfikir, tidak yakin dan mungkin yang terlintas dalam benak mereka adalah "ini mimpi bukan ya?"


Agh semoga apa yang diberikan, mampu membuat mereka merasakan sedikit tentang makna lebaran. Tentang indahnya hari raya dan kebersamaan.
Begitu banyak badan badan amal yang berkumandang menyerukan saatnya berbagi. Semoga seruan itu akan tiba berkahnya hingga ke tangan tangan kecil yang tak berkelompok.


Masih ingat, bagaimana satu keluarga dari kalangan berlebih di Pasuruan, niat berbagi di halaman rumah mereka. Dimana akhirnya beberapa manusia tewas akibat pengaturan antrian yang tak beraturan. Dan kini salah satu putranya dijatuhi hukuman kurungan penjara ..


Beberapa analisa publik menyimpulkan, ini merupakan satu gambaran bagaimana rakyat masih belum mempercayai badan badan amal secara keseluruhan, sehingga mereka melakukan sendiri pembagian tanpa terorganisir.


Seperti aku ya? he he he ..
Kita kembalikan saja ke hati kita masing masing. Soal berbagi bisa dimulai dari mana saja. Yang jelas dari sekitar lingkungan rumah kita dulu. Kalau tak ada waktu untuk berbagi .. mungkin badan badan amal bisa menjadi wadah untuk menyalurkannya dengan benar. Namun bila kesempatan itu masih ada, tak ada salahnya kita melakukannya sendiri, selama pengaturannya benar dan tak terlalu menyolok.


Pelajaran apa yang bisa kupetik ketika aku mengingat mereka? Rasa syukur ..
Rasa syukur atas karunia Tuhan, kita diberi lebih nikmat dengan kemudahan dan keberuntungan. Kedua, apresiasi atau perhargaan atas rizki yang diberikan agar digunakan sebaik baiknya untuk kebaikan dan bekal dalam beribadah.
Ketiga, menghargai hidup sebagai anugerah dan menerimanya dengan indah.


Ingat lagunya D'Masiv -Jangan menyerah?
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi


Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi


Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik


Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi


Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Selengkapnya...

3

2009_09_12 Dimana DIRIMU Berada ..

Gambar diambil di sini

Dan kuluruskan pandanganku ..
Melihat bumi .. melihat langit hingga ke ujung keduanya bertemu
Melihat matahari .. melihat bulan hingga keduanya hanya mampu mengamati

Disana, .. kulihat keindahan yang tak pernah kusentuh sedari dulu
Kusaksikan kemegahan diriMU yang sabar melayani putaran waktu
Kurasakan pedihMU menyaksikan tawa angkuh manusia, ..
Tanpa harus menghakimi, namun memberinya kesempatan kedua ..

Disana, .. kulihat kesabaran yang menjadi mahkota pagi, oleh sinar sinar keemasan
Kusaksikan lukisan lukisan keagungan yang tiada akan tertandingi ..
Kurasakan harapan akan takjub dan tahmid mengumandangkan ke ESA anNYA ..
Sebuah kepastian yang tak tertoreh oleh mata mata dunia ..


Melihat langit bersimbah kebiruan ..
Oleh petak petak awan yang membentuk pesan pesan alam ..
Dan kibaran burung yang beranjak pergi mencari kehidupan ..
Sesayup angin pun melanglang buana menemukan kekasih hatinya ..


Melihat bulir embun yang malu dan terjatuh berguling ke tanah ..
Ketika semut semut kecil berbaris seraya memberiku salam ..
Dan kupu kupu terbang, menggoda kelopak bunga bunga yang ranum ..
Seakan semua terjadi dengan sendirinya ..


Agh ... dimana DIRIMU berada .. disanalah keindahan itu berseru
Dimana DIRIMU menjaga, disana kebaikan itu bermula ..
Adakah lagi manusia manusia yang memungkiri kekuasaan NYA yang satu?..
Disaat manusia memiliki kelebihan yang terbatas adanya ..


Dan dimana DIRIMU berada .. disana sendiri itu pergi
Dimana DIRIMU tersenyum .. disana kekasihNYA menemani
Oleh doa doa kekaguman hati manusia yang melihat ..
Oleh pengakuan panjang hati manusia yang ikhlas ..



Sebuah tulisan kecil ketika melihat jernihnya pagi hari itu.

Selengkapnya...

4

2009_09_11 Selamat Datang Cinta

Elfa's Singer ~ Selamat Datang Cinta (Feat Sherina)


Lagu lawas yang masih apik didengar ini, kembali dilantunkan oleh Sherina, featured by Elfa's Singer. Siapa ya .. yang mempopulerkan pertama kali?
Dikemas apik dengan irama yang lebih riang, menarik untuk dijadikan album playlist mp3 koleksi pribadi atau ringtone hp. Tertarik ingin mendownloadnya?? Mampir ke sini.


Aku memang penggemar lagu lagu jaman dulu sekolah atau Jaman Babe Gue. Banyak kenangan kenangan indah yang suka terbayang dengan beberapa tembang lama. Kalau lagu ini sich .. gak ada ceritanya. Tapi .. kalau lagu Everly Brothers "Let It Be Me" yang juga menjadi lagu kenangannya Adji Masaid plus Mbak Angelina Sondakh, itu baru jadi lagu paling kenangan buatku dan suami.


Ceritanya apa ya? Mm ... kok lupa.
Siapa yang pertama menyanyikan lagu itu diantara kami pertama kali .. aku juga lupa .. he he he
Pokoknya begitu saja mengalir.


Penyanyi "lawas" yang menjadi favoritku, adalah Barry Manilow. Dari mp3 bajakannya *UPS .. ketahuan suka beli bajakan* kukoleksi hingga masuk ringtone. Tapi dulu, waktu jaman kuliah .. aku belum kenal mp3, jadi beli kaset biasa side A-side B dan selalu dinyanyikan selama perjalanan ke kampus. Huappppaaallll ...
Suaranya aduhai sweet romantic menurutku, walau tidak buat Bapak. Bapak paling suka Frank Sinatra, karena lebih jernih. Begitu juga dengan Nat King Cole.


Kalau penyanyi wanita, aku mengagumi Celine Dion. Suaranya cantik sekali. Suka berandai andai .. aku bisa punya suara mirip dia. Jadi kalau lagunya Celine diputar, aku ikutan mangap mangap .. ha ha ha ..


Well .. semua musik mostly indah. Tergantung pengagumnya. Suamiku suka heavy metal, rock, jazz .. yang menurutku, hey what's good on them??
Tapi ketika kudengar seorang penyanyi muda menyanyikan lagu Al Jarreu yang "njelimet", dinyanyikan dengan lincahnya tanpa cela, .. aduhai I'm in love ...


Lama lama aku penasaran mencoba ikut menyanyikan lagu lagu Bon Jovy dan beberapa penyanyi barat kesukaannya. Mm .. ternyata asyik juga ya? Apalagi kalau nyanyinya pakai teriak teriak .. lepas. Rasanya plong ...
Seperti lagu berikut yang disajikan lebih beragam dalam atraksi musiknya ..


Elfa's Singer ~ Pesta (Feat Andien)




Klik di sini buat Downloadnya.


Plus buat yang suka download lagu lagu lama atau baru .. bisa ikut menikmati di sini. Tinggal ketik nama penyanyinya atau judul lagu kesukaannya .. lalu klik search. Lumayan khan buat nemenin di kala sahur? atau lagi ingin bernostalgia ..


Selamat menikmati .. mau dengerin lagu romantis dulu agh ..

Selengkapnya...

6

2009_09_07 Tentang Pak Tua ..

Gambar diambil di sini

Raut wajahmu .. seru !!
Ketika pertama kulihat langkah langkahmu pelan
Memanggul pikulan di bahu kananmu


Jalan jalan berlobang .. menjadi lompatan kaki kaki tua itu
Agh .. ternyata lelaki itu masih gesit


"Pakk .. !!"
Sapa pengamat muda menghampiri ..
Dan ia terhenti sembari mendudukkan bakul bambunya ..
Terhenyak mencari siapa yang menyerukan dirinya dari kejauhan ..
Dan bias senyum ia lemparkan sesaat ..


"Agh .. secepat itu pembeli datang kepadaku" fikirnya
Yang terbayang adalah rizki yang kelak ia bawa pulang ..
Sambil melukiskan wajah sang istri yang mencium menyambutnya pulang ..


Namun sebungkus kotak ditujukan kepadanya ..
Sebaris ucapan memintanya untuk menerima tanpa perlu bertanya ..
Anak muda itu serius memperhatikan raut wajah Pak Tua ..
Seakan setitik keraguan berbulir di kening dan pemikiran tuanya ..


Terimalah sekedar rizki untuk bapak dan keluarga ..
Walau tak banyak .. semoga dapat dimanfaatkan dengan kebaikan ..


Hingga tangan tua itu menyambutnya tanpa suara ..
Entah beribu tanya, gerangan apa yang berkecamuk difikirnya ..
Sebaris ucapan terimakasih ia ucapkan .. sembari tersenyum tipis ..
Anak muda itu berbalik dan terus menjauh melanjutkan pencariannya ..


Hingga kulihat raut tua diwajah itu terus menatap sesosok muda yang meneduhkannya
Meneduhkan hatinya ..
Meneduhkan harunya ..
Dan kami meninggalkannya perlahan ..


Tersenyumlah Pak Tua ..
Tak ada yang perlu dikhawatirkan ..
Karena aku hanya ingin melihatmu bahagia ..
Ingin mengetuk hatimu .. bahwa kau tidaklah sendiri ..


Ceritanya sebenarnya mau mengangkat sosok raut muka yang kami temui ketika berjumpa dengan sosok Bapak dan Ibu Tua yang masih berjuang mencari nafkah diluar sana dengan segenap kekuatan dan kemampuan yang dimiliki. Aku dan suami selalu berusaha menghargai upaya kerja keras mereka dan berniat memberikan sedikit "penghargaan".


Tidak banyak.
Namun yang ingin diangkat di sini, adalah reaksi atau respon spontanitas ketika mereka menerimanya.


Sebuah cerita lucu ketika itu, kami melihat Bapak Tua yang berjalan pelan "menggendol" pikulan di bahunya. Isinya pisang masih muda namun siap dijual ke pasar. Agh .. lalu lintas terlalu padat, kami berada di jalur seberang.
Akhirnya kami berhenti agak jauh ke depan, mencari tempat parkiran lebih luas. Dikejarlah si Bapak ..


Namun apa yang terjadi? Kemana si Bapak tadi pergi? Seharusnya ia lewat jalan sini. Tak ada jalan bercabang di sekitar sini. Pertigaan .. perempatan yang memungkinkan ia membelok arah. Tapi .. ini pikulannya, mengapa dibiarkan begitu saja "terparkir" di sisi trotoar?
Suamiku begitu yakin, ini adalah pikulan si Bapak Tua. Tapi kemana dia??


Daripada membuang waktu, akhirnya suamiku berdiri saja di dekat pikulan yang notabene berada disamping pepohonan dan tanaman cukup rimbun. Lumayan tak terlalu panas ..
Eit .. ada gerakan dari semak semak. Perhatian pun tertuju ke balik semak. Dan RUPANYA .. si Bapak Tua muncul dari sana ...


Terpingkal pingkal suamiku menahan tawa .. ia hanya tersenyum, ketika melihat raut muka Bapak Tua itu juga terkejut, pikulannya di"tunggui" oleh sosok muda yang berdiri didekatnya. "waduh .. ngapain ya dia?" mungkin begitu fikir si Bapak.
Tahu kenapa Si Bapak sedikit agak rikuh?? Karena ketika bersembunyi di balik semak, Si Bapak tak tahan menahan pipisnya. Alhasil, ia "bebaskan" disana ...


Begitu selesai, suamiku kembali kearahku. Kulihat si bapak senyam senyum dari tadi mengamati suamiku menyeberang jalan. Dan itulah cerita yang kudapat ..
Tawanya menggelegar membahas pertemuan dengan si Bapak Tua.
"Pasti Bapak Tua tadi berfikir .. keliatan gak ya tadi waktu buang air kecil?" ujarku menggoda. "Apa jadinya kalau tadi aku yang mengantarkan sendiri bingkisannya?" tanyaku bingung.
"Wah, pasti si Bapak itu bangga bercerita kepada teman temannya. Gila .. waktu gue buang air di balik semak semak, gue ditunggui cewek cantik" sahut suamiku ngeledek ...


hua ha ha .. error .. error ...
"Pantesan si Bapak senyum senyum sendiri tadi. Apa yang ada difikirannya ya?" lanjutku.

Selengkapnya...

12

2009_09_05 Tiba Bertambahnya Usiaku ..


Hi hi hi ...
Gak terasa usiaku bertambah lagi hari ini ... Tebak berapaaaaaa ..


Sudah berapa orang yang mengatakan usiaku paling tinggi 25. Bapak sampai tersenyum senyum geli .. melihat anaknya yang bontot memang masih seperti anak anak. Ketika mengantar Bapak menghadiri acara undangan pernikahan putri temannya, salah seorang teman lama Bapak mengatakan,"Tapi sudah selesai khan sekolahnya?"
Hua ha ha .. sudah 12 tahun yang lalu ... whattt? gubraxx ...
Terkaget kaget wajah si Teman Bapak. Bisa dibayangkan berapa usianya sekarang. Mungkin yang terlintas dalam benak Teman Bapak, .. gile, nich anak cerdas banget. Sekarang usianya 25 tahun, berarti dikurang 12 tahun, ... dalam usia 13 tahun sudah lulus kuliah .. wk wk wk .. di boongin looohhh ...


Tapi ya benar adanya, kalau 12 tahun lalu aku menyelesaikan pendidikan sarjanaku. Tepat tahun 1997. Indahnya adalah sehari setelah ulang tahunku, besok adalah hari wisudaku. Lega rasanya bisa menyelesaikan amanat orang tua. Membuat orangtuaku lega dan bangga. Karena IPku yang lumayan tinggi. Tinggal 0,05 lagi .. aku bisa lulus dengan Cum Laude.
Alhamdulillah .. kelebihan ini bisa membuat Bapak dan Ibu bangga.


Apa sich rasanya memiliki mahkota berusia 34?
Sepintas sich, tak ada yang berbeda. Biasa menjalani hari hari seperti sebelumnya. Kalau teman Blogger ketemu muka denganku, igh .. siapa sangka aku memiliki usia sebesar itu. Fisik kecil .. tapi tinggi. Jadi tentunya terlihat kurus dan cenderung ya .. masih kayak ABG khan?


Apalagi dengan dandanan ala casual, jeans dan T shirt lengan panjang, tentu batas usia anak kuliahan masih bisa kusandang.
Yah .. PR buatku! Aku musti makan banyak nich .. minimal bisa nambah 2-3 kilo saja.


Banyak yang bilang, ulang tahun adalah moment seorang manusia untuk merenung kembali tahun tahun kebelakang yang sudah terlewati. Apa saja yang sudah dicapai dan apa saja impian yang belum namun ingin dicapai. Ulang tahun berarti berkurangnya 1 tahun waktu yang sudah dijalani. Harapannya, bisa lebih dewasa lagi dalam menjalani aktivitas dan menghadapi masalah. Lebih sabar dan mampu menempatkan emosi di waktu dan kesempatan yang tepat. Tak pernah berhenti untuk belajar tentang makna kehidupan.


Trimakasih Tuhan untuk kesempatan yang KAU berikan. Semoga aku bisa lebih baik di usiaku yang makin dewasa ini.


Selengkapnya...

4

2009_09_01 Bertemu Sahabat Pena dari Norway Melalui Facebook

Surprise suprise .. aku menemukan teman lamaku dari Norway ...


Awalnya bertaut ketika aku mulai kembali membuka facebook. Mm .. cari teman lama siapa lagi ya? Terlintas mengingat nama teman teman korenspondenku dulu ketika masih kuliah. Aku ikut yang namanya IPF. International Pen Friend.
Organisasi Sahabat Pena Dunia ini kutemui di satu majalah terbitan kursus bhs inggrisku-LIA Pramuka.


Sebelumnya, aku juga aktif mencari sahabat pena di Indonesia melalui surat surat pembaca yang ada di kolom pembaca majalah itu.
Hingga aku punya teman korenponden dalam bahasa Inggris. Salah satunya dari Maluku. Namun semenjak kerusuhan itu .. aku banyak kehilangan kontak dengannya.


Aku sudah lupa nama lengkap mereka. Makanya aku hanya meraba raba saja. Sahabat Penaku yang berasal dari luar, pertama bernama Marion. Kufikir tadinya cowok.
Rupanya nama Marion itu, dimiliki juga oleh cewek cewek di luar negeri. Keaktifanku menulis memang belum lancar mulanya. Karena aku ingin bisa mengaitkan dengan grammar yang kupelajari selama ini. Tak lepas dari itu, aku pun rajin membuka kamus, sebisa mungkin menggunakan kosakata baru hingga memperkaya khasanah vocabulary.


Wah .. siapa yang tak senang menerima surat dari luar negeri?
Dalam hal ini yang paling mendukung adalah Bapak. Bapak paling rajin memeriksa kotak surat bila ada surat dari teman temanku. Terkadang isi sloroganku *laci-bahasa jawa* itu surat surat yang sudah terbuka namun belum kubalas, juga beberapa draft surat. Kami sering bertukar foto, dan cinderamata seperti kartupos. Kadang mata uang coin atau lembaran rupiah yang nominalnya kecil.


Pertama di ulang tahunku, Marion mengirimiku kartu ucapan, yang ketika dibuka .. terdengarlah alunan musik Happy Birthday. Wow .. aku terharu sekali.
Maklum .. jaman itu aku belum menemukan kartu ucapan seperti itu.


Kami juga sering bercerita tentang cowok cowok yang kami suka, dan keluh kesah didalamnya. Tentang keseharian kami, hobby dan apapun yang menjadi favorit.
Pokoknya seneng dech.


Lambat laun .. bertambahlah teman penaku dari beberapa negara lainnya. Aku masih mengumpulkan surat surat mereka. Nanti aku coba scan salah satu diantaranya ya?
Perangko perangko yang menjadi alat bayar pengiriman pun tak lepas menjadi sasaran koleksiku. Wah .. lumayan banyak. Namun aku tak punya uang dulu, untuk membeli buku koleksinya. Cukup mahal juga untuk ukuranku yang masih kuliah.


Aku menyimpan surat surat mereka dalam 5 folder besar, dibedakan berdasarkan benuanya. Asia, Afrika, Amerika, Eropa dan Australia.
Yang dari Philiphine ada .. Kroasia juga ada. Guru sekolah dasar dari Amerika juga ada, bahkan Engineer dari Mesir pun asik untuk diajak berkomunikasi.


Namun semenjak aku lulus kuliah dan bekerja, kegiatan surat menyurat itu pun surut seiring kesibukanku, hingga kini aku tak lagi aktif. Tentu saja .. khan sekarang ada internet? Ada facebook, twitter, blog .. apa lagi ya?? PLURK ...
Semua mempercepat komunikasi dan mempersingkat waktu.


Korensponden selalu menjadi kesukaanku. Tapi itu sekarang tergantikan dengan nge blog.
Eh iya, sampai lupa menceritakan bagaimana Marion bisa menemukanku. Ketika itu aku search via friend finder di facebook, nama Marion. Wah banyak sekali. Aku lupa nama belakangnya siapanya. Pasrah dech .. niatku nanti ketika pulang, aku bawa 1 folder besar untuk kucari nama lengkap mereka.


Ndilalah .. Marion mengirimiku message di inbox. Dia bilang, dia pernah punya teman dengan nama mirip denganku. Apa ini benar? Bila bukan, mohon di decline saja. Waaaa ... tentu saja aku kaget sekali. Antara senang, tidak percaya .. campur aduk rasanya. Begitu aku confirm .. jreng jreng ..
Dan kami jadi kangen kangenan.


Aku mencoba berkomunikasi dalam bahasa Norway. Biasa pakai Google translate. Tentunya kita menggunakan susunan kalimat yang baku, bukan bahasa gaulz, agar hasil terjemahannya juga terlihat baku dan benar. Senang sekali rasanya ...


----
Me: hi there? remember me? thank GOD .. you still remember me ^.^
How are you??? yes we've lost contact many years ago .. i just cant believe it, it's you ..


Marion: *LOL* Who would have thought we would remember eachother..haha... well, we are not that old ...yet ;) I actually think you look younger...huh..whats up with that?? :) and what are you up to, what have you been doing...etc etc :))) So glad to finally catch up with you ' Big smiles!
----
Selengkapnya...