4

2009_07_30 Suara Hati dan Kejujuran


Gambar diambil di sini
 
Gak pernah blog walking, kali ini aku "ditodong" sahabatku untuk mampir ke blognya yang baru saja dibuat. Sederhana, santun dan jujur .. itulah impresi pertamaku ketika mengunjungi tulisan pertamanya.
Dengan malu malu *malu maluin karena gak pernah blogwalking* ^.^ .. aku membaca tulisannya yang membuatku jadi tergerak untuk menuliskan hal yang sama di postinganku kali ini.


Tentang suara hati dan kejujuran.
Pernah menonton tayangan reality show "Toloooooong" di salah satu TV swasta? Itu termasuk yang kukagumi mampu menggelitik naluri seseorang untuk menolong disaat kita sendiri juga sedang kesusahan. Teringat ide cerita ketika itu, adalah suasana hari raya Idul Adha. Disaat orang banyak antri untuk mendapatkan daging kurban. Kupon kupon yang dipegang mengantarkan mereka untuk bersabar antri sekalipun panas terik mengurutkan barisan pada hitungan kesekian jauhnya.


Terlihat seorang ibu tua menggendong anaknya, seperti tak mendapat kupon, berharap belas kasih seseorang sudi memberikan sedikit daging kurbannya.
Beberapa diantara yang didatangi sanggup berbohong dengan mengatakan, saya tak punya daging kurban, sementara dengan kamera tele, terlihat, ia mengantongi 2 bungkus daging kurban di saku celananya.


Ada juga yang mengatakan, "wong aku juga belum tentu bisa menikmati daging kurban, ini kok malah minta, aku dapetnya sedikit?"
Dengan langkah gontai, namun tetap berusaha .. sang ibu tua terus menggali harapan. Sudah berapa orang yang ia sambangi, namun suara hati itu belum mampu jujur terungkap.


Aku yakin, siapapun ingin menolongnya ..
Berbesar hati, dengan rasa kemanusiaan .. tentu setiap insan ingin menolong. Namun berbenturan dengan ego diri dan empati yang saling bersinggungan, kekuatan itu menjauhkannya untuk menjadi jujur.


Tuhan memang Maha Penyayang. Diantara semuanya yang enggan memberi, masih ada satu hati yang sanggup menyuarakan kejujurannya untuk menolong. Satu plastik isi daging kurban itu dibaginya setengah. Dan diberikannya kepada ibu tua itu. Berlari lah sang ibu menuju rumahnya. Sementara team reality show mengikuti kemana si pemberi daging berjalan pulang.


Ia tak kaya. Tak juga bergelimang keberuntungan. Hidupnya sangat sederhana, jauh dari kata kecukupan. Namun empatinya sangat tinggi ..
Disitulah letak kekayaannya ..
Ia tak mempermasalahkan harus membagi apa yang dimilikinya kepada orang lain, sekalipun ia sendiri ingin memilikinya lebih. Yang penting, ia bisa memberikan apa yang diperjuangkan kepada keluarganya ..


Satu kalimat bijak terungkap, bila kita memberi sesungguhnya kita tidak akan kekurangan .. namun malah bertambah. Dan tentu saja, kejujuran seorang pemberi daging ini patut diacungkan jempol. Suara hatinya mampu ia dahulukan diatas ego dirinya.


Berbekal hatinya yang mulia, Tuhan memberikan rizki lebih, melebihi apa yang didapatnya hari itu, melalui tangan tangan team reality show.
Keberanian dan kebesaran jiwanya mampu ia angkat diatas penderitaan hidup yang juga ia rasakan. Tak semua manusia mampu memilikinya ..


Indahnya sebuah suara hati yang mampu menyuarakan kejujuran diatas ego manusia.

Selengkapnya...

7

2009_07_29 Tips Memotret Singkat


Memotret, bukanlah hal yang sulit. Tapi tidak juga mudah ..
Membingungkan ya?


Untuk seseorang yang memegang kamera pertama kali, kegiatan memotret tentu adalah kegiatan yang mengasyikkan. Mengabadikan banyak hal disegala situasi dan suasana. Ada bunga yang merah, pemandangan, kumbang yang mampir di tepi mahkota bunga, atau sekedar foto diri dan wajah wajah terkasih.


Nah .. bagaimana caranya memotret kali ini, menjadi satu hal yang berbeda? Tentu ingin rasanya, sesi pemotretan kali ini menampilkan hasil yang berbeda.
Gaya yang berbeda, dengan tampilan lebih segar. Aku ingin berbagi sedikit tips, agar ilmu ku juga bertambah karena aku semakin diingatkan.



Pertama, kita perhatikan latar belakangnya.
Salah satu elemen foto yang berpengaruh besar terhadap tampilan foto adalah latar belakangnya. Karena latar belakang selalu terlihat dalam foto. Perhatikan apakah latar belakangnya mengganggu atau tidak.


Secara umum, latar belakang yang sederhana menjadikan subjek terlihat lebih menonjol, sehingga foto terlihat lebih menarik. Namun bila sebaliknya, latar belakangnya terlalu ramai, usahakan kita lebih memfokuskan pada subjek yang ingin kita angkat di dalam fotonya.



Kedua, tips untuk foto close up
Penyebab mengapa foto orang kurang menarik adalah ukuran subjek dalam foto seringkali terlalu kecil. Ini terjadi kalau jarak memotret terlalu jauh dari subjek. Penuhi "frame" foto dengan subjek dengan cara mendekatkan ke mereka atau menggunakan zoom, foto pasti akan lebih menarik.



Ketiga, cari keunikannya
Sembari melakukan perjalanan atau mengambil foto, ambillah foto dengan keunikan/ke khasan satu tempat tertentu. Ambilah foto kenangan yang mencerminkan tempat tersebut. Misalnya, kita mengunjungi Monumen Nasional .. tentunya belum afdol bila mengambil moment tanpa menyertakan monumen yang menjadi kebanggaan masyarakat Ibu Kota. Atau berkunjung ke Yogya, temukan satu ke-khas-an yang bisa diangkat di dalam cerita foto tersebut.


Keempat, lakukan dengan gaya
Untuk mendapatkan foto yang bagus, kadang perlu usaha lebih. Kalau perlu arahkan gaya subjek atau meminta mereka untuk melakukan sesuatu agar foto lebih dinamis. Jangan asal motret saja. Dengan sedikit pengarahan kita tidak akan kecewa dengan hasilnya.


Kelima, coba dengan komposisi berbeda
Biasa memotret lurus dari depan? lain kali coba dengan posisi kamera yang berbeda beda. Yaitu dengan posisi kamera lebih di bawah dari posisi mata atau sebaliknya. Memutar mutar kamera agar posisi subjek terlihat diagonal di foto. Foto yang diambil dengan cara berbeda dari kebiasaan banyak orang akan menghasilkan foto dengan kesan yang berbeda pula.


Ini yang biasa disebut angle, yaitu mengambil sudut pandang foto dari sisi yang berbeda. Temukan keunikan subjek fotonya. Dari sesuatu hal yang berbeda, dengan sudut pandang yang unik, akan menghasilkan foto yang lebih cantik dan nikmat dilihat oleh pengagumnya.



ke enam, memotret di golden light
Saat matahari di posisi rendah, pada saat terbit dan akan tenggelam, cahaya matahari menimbulkan efek warna kekuning kuningan pada foto. Foto memiliki kesan hangat.
Dalam fotography waktu ini dikenal dengan nama masa "golden light". Fotographer berpengalaman sering memanfaatkan waktu ini untuk mendapatkan efek gambar yang lebih cantik.


----
Dikutip dari "Supaya Foto Lebih Menawan"
by Canon
----
Ayo .. ambil kameranya ... kita lakukan serangan memotret sekarang juga !!!
He he he .. selamat mencoba ^.^

Selengkapnya...

2009_07_27 Sang Juara Dan Award Dari Sahabat

Photobucket
Award dari Mbak Reni


Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimilikinya.


Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lain.


Tibalah saat yang dinantikan. Setiap anak mulai bersiap di garis start. Namun sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak komat kamit
seperti sedang berdoa. Lalu semenit kemudia, ia berkata, "Ya aku siap".


DOR!!
Tanda telah dimulai. Mereka mulai mendorong mobilnya kuat kuat. Semua mobil meluncur dengan cepat. "Ayo cepat .. ayo cepat .." teriak mereka.
Sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun terlambai. Dan Mark lah pemenangnya. Ya semua begitu senang. Begitu juga dengan Mark. Ia berucap, dan berkomat kamit dalam hati "Terimakasih".


Saat pembagian piala tiba, Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya, "Hai Jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang bukan?" Mark terdiam.
"Bukan Pak, bukan itu yang kupanjatkan. Sepertinya tidak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. Aku hanya memohon supaya aku tak menangis jika aku kalah". Semua hadirin terdiam mendengarnya.


Renungan:
Anak anak tampaknya lebih bijak dibanding kita semua. Mark tidak memohon agar menang dalam setiap ujian. Mark tidak memohon untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya.


Ia tak berdoa untuk menang dan menyakiti yang lain.
Namun Mark memohon agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Agar diberikan kemuliaan dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.


Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan agar mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian.
Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.


Padahal bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya dan panduan-Nya?


Kita sering terlalu lemah, untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini.
Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui?
Saya yakin Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, dan mudah menyerah. Sesungguhnya Tuhan sedang menguji hambanya yang shaleh ..
----
Dikutip dari motivasi.net
----

Indahnya sebuah makna dalam satu cerita ..
Indahnya untuk selalu bisa saling mengingatkan ..
Bersama kisah bijak yang terinspirasi untuk tetap menyemangati teman teman semua, kubagikan award diatas untuk:
Semoga dapat disebarkan dengan kebaikan ^.^ ...

Selengkapnya...

2009_07_26 Kisah Batu Besar Dan Award Dari Sahabat


Award dari Mbak Reni


Alkisah seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu. Dengan penuh semangat ia berdiri di depan kelas dan berkata " Saatnya Quiz".
Ia mengeluarkan seember kosong dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan.


Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember dan bertanya kepada kelas, "Menurut kalian apakah ember ini telah penuh?"


Serentak mahasiswa berkata "Ya"
Dosen kembali bertanya," Sungguhkah demikian?"


Kemudian dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok ngocok ember hingga kerikil itu turun ke bawah mengisi celah celah kosong diantara batu batu.


"Nah apakah ember ini sudah penuh?"


Kali ini mahasiswa terdiam, seseorang menjawab," Mungkin tidak."
"Bagus sekali, sahut sang dosen. Kemudia ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah celah kosong antara batu dan kerikil.


"Baiklah apakah sekarang ember ini sudah penuh?"
"Belum!" sahut kelas.
"Bagus bagus sekali" Kemudian ia meraih sebotol air dan menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu menoleh kepada kelas dan bertanya, "Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?"


Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, "maksudnya adalah, tak perduli seberapa padat jadwal kita bila kita mau berusaha sekuat tenaga, maka pasti bisa mengerjakannya."


"Oh bukan, sahut pak dosen. "Kenyataannya, ilustrasi mengajarkan kepada kita bahwa bila anda tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."


"Apa yang dimaksudkan dengan batu besar dalam hidup anda? anak anak anda, pasangan anda, pendidikan anda, hal hal yang penting dalam hidup anda, mengajarkan sesuatu kepada orang lain. Melakukan pekerjaan yang anda cintai, waktu untuk diri sendiri, kesehatan anda, teman anda, atau semua yang berharga".


Ingatlah untuk selalu memasukkan "baru besar" pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal hal kecil semacam kerikil dan pasir, maka hidup anda akan penuh dengan hal hal kecil yang merisaukan. Dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesunguhhnya anda perlukan untuk hal hal besar dan penting.


Karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri, apakah baru besar dalam hidup saya?
Lalu kerjakan itu pertama kali ..
----
Dikutip dari motivasi.net
----


Kali ini, aku banyak ketinggalan .. ^.^
Sangking asyiknya dengan dunia baruku .. apalagi jadi jarang blogwalking dan update blog sendiri. He he he ..
Bersama award ini, ingin kusampaikan salam mampirku lagi untuk sahabat sahabatku:
Semga dapat disebarkan dengan kebaikan dan kebersamaan ^.^

Selengkapnya...

2009_07_25 Segenggam Garam Dan Award Dari Sahabat



Award dari Mbak Reni


Bersama award ini, aku ingin berbagi kisah yang sudah banyak ditelurkan teman teman di dunia maya, untuk kebaikan.


Suatu ketika, hiduplah seorang tua bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air mukanya ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.


Tanpa membuang waktu, berceritalah kepada pak Tua yang bijak. Sembari mendengarkan dengan seksama, Pak Tua mengambil segenggam garam dan mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.
"Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya .." ujar Pak Tua.


"Pahit, Pahit sekali" jawab anak muda tadi, sambil meludah ke samping.


Pak Tua itu sedikit tersenyum. Lalu mengajak anak muda itu berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan. Pak tua kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga dan mengaduk aduknya dengan sepotong kayu.


"Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai meneguk air itu, Pak tua berkata lagi "bagaimana rasanya?"
"Segar" sahut anak muda itu.
"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?" sahut Pak Tua.
"Tidak" jawab si anak muda


Dengan bijak, Pak Tua menepuk nepuk punggung anak muda dan berkata," Anak muda dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama".


"Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkan dadamu menerima semuanya. Luaskan hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu".


"Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu gelas, buatkan laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."


Keduanya beranjak pulang, Mereka sama sama belajar hari itu. Dan Pak tua kembali menyimpan "segenggam garam" untuk anak muda yang lain, yang datang membawa keresahan jiwa.
----
Dikutip dari motivasi.net
----
Indahnya selalu berbagi kebaikan ..
Indahnya untuk bisa saling mengingatkan ..


Untuk sahabat bloggerku:
Semoga awardnya dapat disebarkan dengan kebaikan dan kebersamaan ^.^

Selengkapnya...

2

2009_07_18 Mempertaruhkan Hidup dan Award Dari Sahabat



Award dari Mbak Reni


Di depan muridnya, seorang guru menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang veteran prajurit mantan penerbang dunia II. Pada suatu hari, prajurit itu harus menerbangkan ratusan pekerja rodi dari Cina untuk menggarap proyek jalan lintas hutan di Myanmar.


Jarak tempuh penerbangan tersebut cukup jauh dan lama. Untuk menghilangkan kebosanan sekaligus memanfaatkan waktu luang, para pekerja itu bermain judi dengan kartu. Awalnya mereka bertaruh dengan uang dan harta yang melekat dibadannya.


Nah semakin lama lantaran tidak ada lagi yang dpertaruhkan, mereka bertaruh dengan hidupnya. Yang kalah harus terjun ke luar pesawat tanpa menggunakan parasut. Bayangkan !!


"Alangkah mengerikan dan kejamnya mereka!" teriak seorang murid mendengar cerita itu.
"Memang benar" jawab sang guru.
"Tapi dengan begitu justru permainan menjadi semakin asyik!"


Kemudian ia melanjutkan bicara. "Engkau baru bisa mensyukuri hidup bila pernah mempertaruhkannya."


----
Dikutip dari motivasi.net
----


Bersama kisah yang menginspirasikan semangat hidup dan rasa syukur, aku ingin berbagi award dari sahabat kepada sahabat sahabat bloggerku lainnya ..
Semoga dapat diteruskan dengan kebaikan ...
Selengkapnya...

2

2009_07_17 Kebaikan Hari Ini dan Award Dari Sahabat

Award dari Mbak Reni


Pernah tertulis dalam status facebook temanku, mengatakan .. "kebaikan apa yang sudah kamu berikan hari ini?"
Mm .. apa ya? secara hari ini, aku nggak ngapa ngapain. Alias di rumah saja ..


Lalu kufikir, kebaikan toh bisa berupa apa saja. Menghubungi sahabat, kerabat dan keluarga, sekedar menanyakan khabar. Atau menolong laba laba kecil yang terapung apung di kubangan air, hingga ia kembali bisa selamat dan berjalan pulang.
Mencoba berfikir positif tentang amarah, dendam, sakit hati yang mungkin pernah tertoreh. Masih banyak lagi ..


Mengutip tulisan dari motivasi.net, yang mengajak untuk mengawali hari dengan niat untuk memberi. Mulai dari sesuatu yang kecil yang tidak berharga dimata kita. Seperti uang receh yang mungkin tengah tercecer. Sudah ada berapa uang receh yang bisa kita kumpulkan?


Apakah pernah berada dalam bus kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau sedang berada dalam mobil ber-AC yang sejuk, lalu sepasang tangan anak kecil, mengetuk dan meminta minta. Tak perduli apa pendapat kita tentang kemalasan, kemiskinan, dan lainnya. Tak perlu banyak berfikir, segera berikan beberapa keping buat mereka.


Tekan perasaan kita, tentang apapun itu. Bukankah tak seorang pun ingin menjadi pengemis? Kali ini kita hanya berlatih untuk memberi, mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada artinya. Rasakan sesuatu yang mengalir dalam telapak tangan kita, yaitu kasih sayang.


Sudahkah anda berlatih memberi hari ini?
Aku ingin memberi award dari seorang sahabat, kepada sahabatku lainnya:
Semoga dapat diteruskan dengan kebaikan ^.^
Memberi tanpa pertimbangan bagaikan menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Sesungguhnya bukan receh, yang menjadi pemberian kita. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, namun letaknya di hati.

Selengkapnya...

2009_07_16 Award Dari Sahabat



Award dari Mbak Reni


Berada diantara teman adalah sesuatu yang membuat kita nyaman. Nyaman karena kebersamaannya, pengakuannya kepada kita dan semangat mereka yang selalu menjadi inspirasi kita untuk ikut maju dan berkembang seperti mereka.


Berada di dunia blog, bukanlah sesuatu yang membuatku 'mengharuskan' untuk melakukan sesuatu sebagai kewajiban, namun sebagai satu latihan untuk menjadi lebih baik dalam hal menulis, berbagi inspirasi dan berbicara dalam tutur yang bisa diterima.


Blog juga melatihku untuk bisa melihat betapa ukuran diri masih jauh dari kesempurnaan, sehingga acuan untuk lebih-lebih lagi dalam belajar, semakin tinggi. Coba jalan jalan ke blog teman teman lain yang selalu kreatif menimba ilmu darimana pun itu, dan menuangkannya kembali menjadi satu pola fikir sendiri yang lebih mudah di pahami.


Atau melihat sesuatu yang mampu kita analisa, sesuai pola fikir dan pengalaman pribadi menjadi satu cerita yang unik dan cukup memperkaya khasanah pengetahuan.


Apa makna blog bagi anda?
Blog juga saranaku bercerita tentang apa saja yang kulihat, kudengar dan kurasa *kayak judul lagu ya?* hingga berkembang menjadi beberapa blog puisi dan blog foto.
Dengan blog, aku juga memiliki banyak teman dan sahabat yang selalu setia menghampiri, walau aku sendiri akhir akhir menjadi jarang mampir ke blog sahabat. Dengan kebaikan sahabat blogku, aku ingin juga berbagi award in kepada:
Semoga dapat diteruskan dengan kebaikan ..

Selengkapnya...

2

2009_07_15 Kalibata



Kalibata ... apa yang paling mudah diingat?
Taman Makam nya?
Toko Sepatu BATAnya?
Atau warung warung terbuka yang berjualan duren nya? he he he ..


Kalibata, satu kelurahan wilayah Pancoran ini letaknya memang strategis di tengah kota. Tak pernah lepas dari kemacetan .. juga arus lalu lintas yang cukup padat oleh alat transportasi lain seperti kereta api.


Mau ke pusat kota? Gampang ..
Bus dan kereta api siap mengantar anda. Mau keluar kota? Bus dan kereta api pun siap mengantar anda. Karena letaknya yang berdekatan dengan UKI-Cililitan, tadinya transportai ke luar kota seperti Bogor, Bekasi dan lainnya terbilang cukup mudah. Masyarakat banyak menggantungkan mudahnya perjalanan dari jaraknya yang tidak terlalu jauh.


Namun sejak kebijakan pemerintah daerah menghapuskan terminal bayangan UKI, akhirnya kami tinggal menyerahkan mudahnya transportasi dengan kereta atau harus berlabuh ke Kp. Rambutan terlebih dahulu.


Bicara soal duren, yang tiba tiba gak berkaitan ini .. tentunya membuat penasaran. Tersebutlah satu nama stasiun di Kalibata ini, dengan sebutan "Duren Kalibata". Mengapa duren dibawa bawa? Kelihatannya ini berkaitan dengan 'tradisi' di Jln raya Kalibata, yang selalu menyajikan jualan duren, baik itu musimnya atau bukan. Aroma menggoda .. bahkan dilihat dari belahan belahan duren yang sebagian sudah terbungkus rapi di bawah plastik plastik bening dengan piring sterefoam.


Sekarang, Kalibata tumbuh kembali menjadi satu hunian yang ramai diperbincangkan. Yaitu dengan hadirnya Kalibata City, yang terbagi atas Kalibata Residence dan Kalibata Regency. Peminatnya cukup banyak, bahkan kini mulai dibangun tahap kedua.
Hadirnya hunian rusunami *rumah susun milik* ini, tentunya didasarkan atas tinggi nya minat penduduk jakarta yang bekerja di tengah kota dengan lokasi tempat tinggal pun tak jauh dari lokasi kerja. Penghematan waktu bisa dilakukan, pun quality time untuk relaxaxi dengan keluarga bisa lebih ditingkatkan.


Terdiri atas tujuh blok, yaitu Akasia, Borneo, Cendana, Damar, Ebony, Flamboyan, dan Gaharu, dengan total sebanyak 7.000 unit, unit-unit apartemen di Kalibata Residence ini sudah sold out. Sementara itu, Kalibata Regency, yang terdiri atas tiga blok, yaitu Kemuning, Herbras, dan Jasmine, memiliki 2.500 unit dan masih dalam masa penjualan yang terbilang sangat ketat hingga mendekati angka terjual 100 persen. **Kompas.com


Selain itu, yang khas dari Kalibata, adalah warung warung tendanya ..
Pernah mencoba?
Klik di sini untuk mengetahui lebih detail. Mulai dari pecel pincuk, bakso gunung kidul, bebek bakar en goreng, nasi gorengnya yang yahui .. dan sup-sate kambing nya ..
Sebagian besar bukanya mulai pukul 4 sore- 12 malam. Makanan apa saja yang ada disana? ayam bakar taliwang, bakso president, bebek bakar raja, dan klik di sini.




Tapi kalau hari minggu pagi tiba, ... wuih ramainya pedagang pedagang kecil menjajakan dagangannya. Ada makanan, ada warung warung kecil .. ada yang menjual barang barang yang lucu dan antik ..
Sembari berolahraga, jalan jalan dengan keluarga juga bisa menikmati suasana pagi dengan banyak hidangan murah.


Mencoba untuk mampir ke Kalibata?


----
Related Posts
----
Selengkapnya...

4

2009_07_14 Kisah Seorang Bapak Tua




Seorang bapak tua duduk menghela nafas
Mencoba mencari kekuatan sejenak disela sela istirahatnya
Mencoba menahan dahaga yang mengganggu lamunannya
Mencoba menahan lapar yang menggoyahkan semangatnya


Seorang bapak tua duduk terdiam tanpa suara
Merenung sejauh mana ia kini jauh berjalan
Menelusuri sisi kali yang kotor dan panjang terjulur
Menahan getir pahit hidupnya yang meminta nya tetap bersabar


Seorang bapak tua berlomba dengan waktu dan rizki yang ia peroleh
Seandainya semua mata mampu menoleh kepada hatinya ..
Sedihnya, .. perjuangannya .. dan rentanya ia berusaha ..
Seandainya semua hati mampu menuntunnya
Menyemangatinya, .. memberinya sebutir senyum kehangatan


Dan seorang bapak tua, menggoyangkan kepalanya, berkata tidak dalam hatinya.
Karena tak ada yang bisa mengasihaniku !!
Karena tak ada yang menganggapku rendah !!
Walau sebuah keinginan untuk bisa menjadi seperti mereka yang menikmati dunia itu, besar adanya
Karena tak ada yang bisa mengingkari jalan Nya
Karena tak ada yang bisa menolak pemberian Nya
Walau sejauh kaki ini tertatih tatih dan terluka, ia ingin menikmati sisa hidup yang tak panjang.


Seorang bapak tua menitik kan sebutir kesedihannya
Sebutir rasa syukurnya ..
Karena sebuah rasa yang dimilikinya ..
Karena sebuah kekuatan yang menjadikannya tegar


Foto ini ku ambil ketika dalam perjalanan pulang, menemukan sosok bapak tua yang tengah lelah beristirahat, untuk entah seberapa jauhnya ia telah berjalan demi segenggam rizki yang ingin diperjuangkannya.
Rasa haru itu tumbuh dalam hatiku, dan ingin mengangkatnya menjadi satu cerita. Walau aku tak tahu darimana harus memulai.


Ada gambaran, ia tak ingin dunia mengetahui pedih perihnya menjalani kehidupan keras nya selama ini. Ia terus berjalan dan mencari rizki halal yang ia perjuangkan.
Tak banyak orang sudi menengok kepada raut wajah tua yang berat oleh keras nya hidup dan sarat beban tanggung jawab keluarga.


Adakah yang dapat kita lakukan, untuk seorang lelaki tua yang tetap setia pada keluarga ini? Bagaimana caranya mengangkat seorang paruh baya ini untuk sesaat menikmati hidupnya yang kian renta dan jauh dari istirahat panjang yang membuatnya lelah?
Beberapa lembar pundi hanya mampu meringankan bebannya sesaat .. walau mungkin ia tak sudi menerimanya tanpa jasa yang mampu ia berikan, atau sebuah dagangan yang dapat ia jual.


Seorang lelaki tua, duduk termenung ..
Andai aku bisa membuatmu tersenyum .. aku ingin menolongmu ..

Selengkapnya...

4

2009_07_13 Rhenald Kasali Dan Kisah Seorang Gadis Desa dari Pulau Dewata


Gambar diambil di sini


Tulisan ini, merupakan catatan seorang Rhenald Kasali yang dimuat @ Koran SINDO. Catatan sederhana dengan rangkaian kalimat yang mudah dimegerti pembacanya. Aku ingin berbagi dengan pembaca di sini, karena ini sangat mengispirasiku untuk menjadi lebih baik dan tetap mencari pintu dimana aku bisa menemukan diriku.


Liburan belum datang tetapi saya sudah mendahuluinya. Akhir Mei lalu saya mendapat undangan untuk mengunjungi 3 negara sekaligus: Perancis, Italia, dan Yunani. Selama berlibur, saya juga bekerja dan mempelajari pariwisata, mendeteksi dampak krisis di Benua Eropa. Tetapi dalam pengalaman itu saya menemukan kisah-kisah inspiratif yang mungkin bisa membangkitkan spirit Anda.


Di Italia, saya berkunjung ke Rocca di Papa, sebuah kawasan yang sejuk di daerah perbukitan yang terletak 1 jam sebelah selatan kota Roma. Di tepi danau yang airnya biru itu, puluhan jenis burung berkicauan tiada henti. Angin semilir yang tertiup ke atas ke arah perbukitan membuat pemandangan menjadi semakin mengesankan. Tak ada yang menyangka pada salah satu bukit itu terdapat sebuah vila yang dioperasikan seorang gadis desa asal pulau Dewata.


Vila itu diberi nama sesuai nama asli pemiliknya: Dewi Francesca. Sambil meneguk secangkir kopi late, saya melihat suami Dewi mengoperasikan air mancur yang bisa melesat dari bawah bukit setinggi 15 meter. Dewi pun bercerita bagaimana ia membuka usaha di Rocca di Papa. Ketika media massa di Italia tak henti-hentinya menyuarakan krisis, vila Dewi Francesca yang ramai diminati para honey mooners itu sudah full-book hingga 2 tahun ke depan. Nuansa Bali yang dipadu dengan interior Italia terlihat dominan.


Potensi Menemukan “Pintu”-nya
Bagaimana kita menjelaskan seorang gadis desa, anak seorang petani yang selepas sekolah bekerja sebagai seorang pelayan restoran di sebuah hotel di Bali dapat menjadi seorang usahawan yang terhormat di luar negeri? Bagi kebanyakan orang hal ini adalah sebuah keniscayaan. Namun kalau itu dijalani dengan tekun, maka akhirnya manusia menemukan juga ”pintu keluarnya”.


Setahun yang lalu, di tengah-tengah padang pasir di Mesir, saya memandang lama piramid-piramid besar yang dibangun begitu megah ribuan tahun silam. Melihat gambarnya saja sudah indah, apalagi Anda berada di hadapannya. Kepada pasangan hidup yang menemani perjalanan, saya mengatakan ”Pantaslah Tuhan bersuara di tanah berpasir ini dan menyebar ke berbagai penjuru dunia.” Semua itu berawal dari keseriusan nenek moyang bangsa Mesir dalam mencari Tuhan.


Dalam antropologi piramid, saya melihat sebuah perjalanan manusia mencari Tuhan, dan di dalam kitab suci, saya membaca bagaimana Tuhan bertutur kepada nabi-nabi besar. Tuhan pun datang karena manusia mengetuk pintunya berkali-kali. Itulah esensi pencarian sesuatu dalam kehidupan. Manusia menemukan atas apa yang mereka cari.


Malcom Gladwell (2008) yang meneliti tentang kesuksesan manusia menemukan karya-karya besar ternyata tidak ditentukan oleh tingginya skor IQ yang dimiliki manusia, latar belakang keluarga, tanggal lahir, darah biru atau bukan, melainkan oleh dedikasi suci dalam mencari pintu keluar dari berbagai labirin kesulitan. Ia menyebut dedikasi itu sebagai suatu kecerdasan praktis.


Temuan ini sejalan dengan apa yang dikatakan John C. Maxwell dalam bukunya yang berjudul Talent is Never Enough (2007). Maxwell mengatakan, bakat itu hanyalah sebuah kesempatan, namun untuk menjadi ”sesuatu”, bakat itu harus diasah agar ia mengeluarkan aura cahayanya dan menemukan pintunya. Namun lebih dari itu, kesempatan atau sebuah potensi harus bergerak menemukan pintunya.


Di Indonesia, ada banyak orang pintar dan orang-orang kreatif. Namun sayang pemilik otak dan bakat-bakat pintar itu tidak menemukan pintunya. Kadang saya berpikir sangat dalam untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang diajukan para peserta seminar, mengapa mereka sulit untuk maju. Lama-lama saya pun mulai menemukan jawabannya.


Jawaban itu sebenarnya sederhana saja, yaitu ada pada cara berpikir yang kurang tepat. Ketika orang-orang pintar telah merasa dirinya pintar, maka ia pun tamat. Ia sudah selesai. Padahal di dunia ini ada banyak orang pintar (juga banyak yang bodoh). Namun yang mereka lupakan adalah ada orang yang makin pintar, namun juga banyak orang yang makin bodoh. Jadi pintar saja tidak cukup.


Memancing Keberuntungan
Saya pun menemukan jawaban itu di Vila Dewi Francesca. Semakin lama Dewi berbicara, semakin keluar auranya. Saya mengatakan pada istri saya betapa cerdasnya gadis desa ini. Ia memang bukan orang yang pintar, tetapi hidupnya berkembang dan ia menjadi semakin pintar. Namun ia memulainya bukan dengan IQ, uang, atau gelar sekolah, melainkan dengan sebuah dedikasi yang suci.


Buat orang-orang yang suci tidak ada kelicikan, pikiran-pikiran untuk menjatuhkan semangat orang lain. Sebagai pelayan di salah satu restoran pada sebuah hotel di Bali, Dewi melayani tamu-tamu asingnya dengan penuh ketulusan. Ketulusan itu akhirnya mempertemukan dia dengan seorang ibu tua keturunan Sicilia yang jatuh cinta dengan Bali. Ibu itu, Nyonya Francesca, rupanya juga tertarik dengan Dewi. Setelah beberapa kali datang ke Bali, ia menawarkan Dewi berkunjung ke Italia, dan membantunya di sana. Ketulusan dan kejujuran Dewi membuat Nyonya Francesca semakin menyayanginya. Selain merawat ibu tua itu, ia juga merawat kebun mawar Nyonya Francesca.


Anda yang kenal watak dan budaya orang-orang Italia Selatan, mungkin tahu bahwa mereka sangat hangat dan berorientasi pada keluarga. Ibu sangat dominan, dan anak-anak laki-laki selalu taat pada ibunya. Sampai ketika Nyonya Francesca mengangkat Dewi sebagai anaknya sendiri, dan sebelum meninggal dunia ia menawarkan anak laki-laki kesayangannya sebagai pasangan hidup Dewi. Mereka menikah dan sejak itu lahirlah vila baru yang ditujukan untuk para honey-mooners.


Suatu kebetulan?
Barang kali ada tangan Tuhan di sana, namun studi-studi tentang kesuksesan dan kebahagiaan yang dilakukan para ahli beberapa tahun belakangan ini menunjukkan bahwa hoki atau keberuntungan pun tak akan datang tiba-tiba. Seperti yang banyak dipelajari dari praktek-praktek penerapan ilmu keberuntungan China (Fengshui), keberuntungan harus dipancing agar ia mau datang. Dan keberuntungan hanya datang pada orang-orang yang siap, yang sejak awal cocok menerimanya. Itulah yang disebut ”pintu” oleh Maxwell atau kecerdasan praktis oleh Gladwell, atau dedikasi suci. Selamat berlibur dan menemukan inspirasi-inspirasi baru untuk meningkatkan produktivitas Anda di hari yang lebih cerah.



Bagaimana dengan anda?
Kisah inspiratif ini, menundukkan fikiran saya akan banyak hal yang sudah terjadi selama perjalanan hidup. Prosesi perenungan pun dimulai, ketika pintu demi pintu yang kubuka menemukan banyak kendala dan pilihan untuk memilih yang lain. Ya .. hidup adalah pilihan.
Sejauh mana keberhasilan sebuah pilihan itu akan menjadi kenyataan? Sejauh mana kita bisa mengasahnya menjadi ketekunan yang membuat kita pintar dan semakin pintar.

Selengkapnya...

3

2009_07_12 Don't Trust Stranger?

Gambar diambil di sini


Bermula dari pencarian seorang teman dekat yang hilang ..
Seorang gadis yang melanjutkan sekolah di Perth bertemu sapa di Facebook dengan sosok yang romantis, baik dan beberapa kali mengirimkan hadiah untuknya, hingga berlanjut kepada niat untuk melamarnya.
Komunikasi via udara alias telpon, pun beberapa kali dilakukan mereka. Mm .. namun sayang itu tak lama berlangsung. Sang kekasih yang "mengaku" bernama A pun menghilang tak bisa dihubungi, begitu juga dengan account facebooknya. Kemana ia?


Itulah awal cerita termehek termehek lalu, July 12th 2009. Mm .. simple namun bikin penasaran ya? Adakah ini rekayasa, seperti yang sudah "tertempel" mentah mentah sebelumnya? Yukk ... angkat bahu rame rame .. ^.^


Kedatangan pertama tentunya datang kepada alamat seorang teman A yang ternyata menunjukkan bahwa A tidak lagi tinggal disitu. Kepindahannya tertuju kepada niatnya untuk melangsungkan pernikahan kepada Gadis lain. Tentu saja semua kaget, termasuk sang gadis yang datang jauh jauh dari Perth ini. Kita sebut saja dia "Lia" ya? ..


Melalui kebaikan hati temannya A .. akhirnya tibalah kepada alamat yang mengarahkan kepada satu rumah dimana A biasa berkunjung ke sana. Mm .. tak disangka, gadis yang kelak akan dinikahi A rupanya telah menanti A disana. Kedatangan team Termehek Mehek tentu membuat gadis ini jadi penasaran dan curiga. Ada apa sebenarnya?


Tak lama A datang dengan sambutan bertubi tubi pertanyaan yang membuatnya bingung. Di satu sisi, sang kekasih yang rupanya telah lama bertunangan, memojokkan A begitu saja meminta penjelasan siapa gerangan si gadis Perth yang datang dengan beberapa bukti kedekatan mereka via dunia maya.


Sebuah puisi yang diberikan kepada Lia menjadi satu bukti yang mengarahkan bahwa "tersangka" utama bukanlah A. Karena A tak pernah dan tak bisa membuat puisi. Tersebutlah sebuah nama "B" yang diyakininya, dengan gaya penulisan puisinya selama ini menggunakan nama dan foto A di account fesbuk untuk berhubungan dengan Lia.


Whattt???
Kriminal di dunia maya? ... Oh Maya, mengapa dunia mu begitu kejam ya?


Pencarian pun berlanjut ke rumah sang Kakak B. Pertama kali bertemu, wajah Lia yang begitu "mirip" menjadi satu pertanyaan yang menyisakan tanda tanya kepada team. Apa kaitannya? Sang Kakak hanya menyarankan untuk tidak menemuinya, karena sebuah kekecewaan. Namun itu ditepisnya dengan satu tanda tanya, mengapa dan ada apa dibalik ini semua?


Alamat berikut membuka tabir yang perlahan kian terungkap. Seorang gadis muda namun cukup emosi adalah tunangan B dan telah berhubungan selama 4 tahun. Kekagetan demi kekagetan ia temui ketika gadis tunangan ini tak bisa menerima cerita yang disampaikan oleh Lia. Bahkan ketika sebuah cinta itu diungkapkan Lia untuk seorang B.
Walau tak semulus itu sebuah jawaban didapat, namun pengintaian tetap dilanjutkan dengan membuntuti kepergian gadis tunangan B ke satu rumah, dimana B berada.


Seorang lelaki muda yang terpaku dengan tongkat di ketiak kiri dan kanannya nampak keluar sesaat dari dalam rumah, namun tak berkata satupun. Lia hanya sanggup berkata, mengapa? ada apa ini? Kaki kiri B nampak teramputasi dan kini hanya kaki kanannya yang masih utuh dan sempurna.


Sebuah cerita pun mengalir, ketika Lia yang ternyata begitu mirip dengan cinta sejatinya B mengalami kecelakaan dengan B. Cinta sejatinya meninggal dan B harus mengalami amputasi di kaki kirinya. Hingga itu yang membuat B merasa Lia adalah sosok yang menghidupkan bayangan masa lalunya dalam hidupnya. Namun B tak mampu memperjuangkan apa yang sudah dilakukannnya sejauh itu ..


Hanya kekecewaan dan sebuah pembelajaran untuk tidak dengan mudah menerima dan mempercayai sosok asing yang baru kita kenal masuk dalam kehidupan kita.

Selengkapnya...

2009_07_11 Berlombalah Dalam kebaikan Dan Award Dari Sahabat


Gambar diambil di sini


Tak ada yg abadi di dunia ini. Berlombalah dalam kebaikan.
Jalani duniamu. Kerjarlah akhiratmu.
Selamat beraktifitas n good luck ..




Sebuah pesan mengalir begitu saja dari seorang teman yang selalu rajin mengingatkan banyak hal dalam kebaikan. Sudah kah kita melakukan kebaikan hari ini? Kemarin? dan hari hari sebelumnya? Mm .. coba direnungkan ..


Seorang profesor diundang untuk berbicara disebuah basis militer. Disana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, bernama Harry.


Harry yang dikirim untuk menjemput professor di Bandara. Setelah saling memeprkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan koper. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh. Kemudian mengangkat seorang anak kecil agar dapat melihat pemandangan. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menujukkan arah yang benar. Setiap kali ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar meghiasi wajahnya.


"Darimana Anda belajar melakukan hal hal itu?" tanya sang profesor. " Oh, selama perang, saya kira". Lalu ia menuturkan pengalamannya selama tugas di Vietnam. Juga tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.


"Saya hanya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah. Saya tak akan pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini."


Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetap sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.
** Sumber dari Motivasi.net



Award dari Mbak Reni


Bersama kebaikan yang kuterima .. ingin ku sebarkan kepada teman temanku lainnya ...
Semoga dapat diterima dengan baik ... ^.^
Maaf kalau diriku jarang blog walking ... ups, jangan dimarahin yak? he he he ...

Selengkapnya...

3

2009_07_10 Vote Untuk Taman Nasional Komodo Sebagai 7 Keajaiban Dunia


Gambar diambil di sini


7 Keajaiban Dunia ..
Sempat melihat di tayangan TV, menampilkan bahwa Taman Komodo menjadi satu yang dicalonkan dunia menjadi finalis 7 Keajaiban Dunia.


Sekarang ini sedang dilakukan pemilihan secara global terhadap berbagai tempat di dunia untuk dinominasikan sebagai 7 keajaiban dunia pada kategori alam atau nature, oleh sebuah lembaga dunia bernama The New7Wonders Foundation, dimana lembaga ini bertujuan untuk melakukan konservasi dan dokumentasi hal-hal monumental yang ada di seluruh dunia.**secarik kertas
7 Keajaiban dunia, biasanya merujuk kepada dunia "kuno" dalam arti yang sudah ada berabad abad lamanya. Pencetus awal daftar ini adalah Antipater Sidon, yang membuat daftar struktur dalam sebuah puisi (sekitar 140 SM). Klik di sini untuk melihat puisinya.


Setiap beberapa periode tertentu, dunia membuka pilihan 7 keajaiban dunia yang baru. Beberapa masih mempertahankan yang lama, namun tak menutup kemungkinan untuk mengangkat keajaiban dunia yang masih bertebaran di belahan dunia lain untuk menjadi bagian diantaranya.


Tersebut lah tgl July 07, 2007 lalu 7 keajaiban dunia yang baru, klik di sini untuk mengetahuinya. Seperti dikutip dalam salah satu blog, mengatakan bahwa


tidak ada badan resmi di dunia termasuk UNESCO (Badan PBB untuk masalah Pendidikan dan Kebudayaan) yang mengeluarkan dan mengakui 7 keajaiban dunia versi manapun.


UNESCO sendiri memiliki program Situs Warisan dunia (UNESCO World Heritage Site) yang merupakan tempat-tempat di seluruh dunia yang memang dikelola UNESCO untuk dijaga kelestariannya. Hingga tahun 2004 terdapat 788 tempat yang tersebar di seluruh dunia yang masuk dalam daftar program UNESCO tersebut. Untuk negara kita Indonesia terdapat 7 lokasi yang menjadi program UNESCO yaitu : (1) Taman Nasional Komodo, (2) Taman Nasional Ujung Kulon, (3) Candi Borobudur, (4) Candi Prambanan, (5) Situs manusia purba Sangiran, (6) Taman Nasional Lorentz, dan (7) Hutan hujan tropis Sumatera. **Koran Anak Indonesia


Berkunjung ke new7wonders.com, kita menemui banyak pilihan/kandidat 7 keajaiban dunia. Indonesia saja memiliki:
  • Krakatau, Volcanic Island
  • Mount Bromo
  • Komodo National Park
  • Lake Sentani
  • Lake Toba
  • Coral Triangle yang terletak diantara INDONESIA/ MALAYSIA/ PAPUA NEW GUINEA/ PHILIPPINES/ SOLOMON ISLANDS/ TIMOR-LESTE **nominees
Ternyata pilihan jatuh pada pilihan KomodoNational Park, karena Danau Toba dan Danau Sentani sudah gagal di babak awal. Klik di sini, untuk melihat banyak hal tentang Taman Nasional Komodo. Kini, Taman Nasional Komodo harus bersaing ketat dengan sejumlah objek keajaiban alam lain, diantaranya, Puerta Princesa (Filipina), Soundarbans Forest (Banglades), Amazon (Brasil), Christmas Island (Australia) dan Tree if Life (Bahrain).


Mm .. sayang semua voting yang masuk sedang "on hold" alias ditahan dulu, karena para juri tengah menimbang nimbang pilihan TOP 77 finalis yang berakhir tanggal 7 july lalu. Namun tgl 21 July nanti, 28 calon resmi finalist akan diumumkan, dan voting kembali dibuka ..


Taman Nasional Komodo tersebut kini berada dalam posisi 6 dari 77 nominasi untuk kategori “Forest, National Parks and Nature Reserves" **unlimited news




Yuk ... kita gerakkan pilihan kita pada Taman Nasional Komodo !!


----
Related posts
----

Selengkapnya...

2009_07_09 Dunia Maya Jauhkan Harmoni Keluarga


Gambar diambil di sini


Apa benar?
Sebersit tulisan dalam koran harian nasional, membuatku jadi berfikir ulang. Is that true?
Secara aku termasuk yang aktif di dunia maya, dan suami yang aktif di dunia televisi. He he .. maksudnya, suami sukanya nonton tivi .. ^.^


Terbentuk satu cerita ketika seorang ayah asyik dengan laptopnya, sang ibu dengan ponselnya, sementara putranya bergumam dengan "gameboy" nya. Tak ada komunikasi verbal yang dilakukan. Mungkin malah komunikasi dilakukan langsung di dunia maya itu sendiri. Inikah kecanggihan teknologi yang sudah menggeser nilai nilai komunikasi dalam keluarga? Mungkin kah akan mempengaruhi perkembangan anggota keluarga itu sendiri?


Menurut psikolog keluarga, orang yang gemar berkomunikasi melalui dunia maya biasanya adalah orang yang tidak luwes, pemalu dan tidak percaya diri untuk berhadapan langsung dengan orang lain. Benar? ...
Secara komunikasi yang dilakukan tidak bertemu muka, melihat ekspresi lawan bicara dan juga menatap mata.


Yang dikhawatirkan adalah, kebiasaan hidup pasif yang melangsungkan komunikasinya melalui dunia maya, akan membiaskan kebiasaan yang sama kepada anggota keluarga lainnya, terutama anak anak yang mencari teladan/contoh sikap orang tuanya. Terlebih .. karena ikatan dengan dunia luar akan menjadi berkurang, hingga membentuk anak memiliki dunianya sendiri di dalam dunia maya.


Bisa dipahami bila hal akan membawa kepada renggangnya komunikasi verbal antara orang tua dan anak. Faktor tak lagi mengenali karakter masing masing anggota keluarga juga keinginan masing masing individu.


Mungkin dengan meluangkan beberapa waktu, mendekatkan kebutuhan emosional yang perlu dibentuk untuk perkembangan karakter anak anak dalam keluarga, sangat penting dilakukan. Seperti ngobrol bersama, lakukan aktivitas bersama dalam rumah atau disekitar lingkungan. Sekedar berkebun, memasak atau berolahraga bersama keluarga.


Tak ada yang sanggup menggantikan komunikasi emosional antara anak dan orang tua dengan kemajuan teknologi yang terus canggih dan mendekatkan jarak. Kita pun perlu memilih waktu, kapan saat terbaik menggunakan gadget dan berinteraksi dengan anggota keluarga. Perhatian keluarga sangat penting dalam menilai sejauh mana anak terlibat terlalu jauh dengan dunia maya yang menenggelamkannya. Ini terlihat dari seberapa minim teman yang mereka punya, frekwensi komunikasi dan keluwesan dalam berkomunikasi.


Tentu dengan komunikasi langsung, akan menjadi ajang bagi keluarga untuk bisa mengebal putra putrinya, dekat secara emosional dan mendidik mereka untuk mempelajari gerak tubuh/gesture dari lawan bicaranya. Sehingga kita harus tahu kapan harus berbicara dan kapan harus mendengar. Ini merupakan bekal yang kuat bagi generasi muda kelak dalam bersosialisasi dalam masyarakat.
**Artikel Media Indonesia- Anisa Widiarini


Itulah sebabnya, Saptu Minggu dalam seminggu dijadikan hari hari keluarga setelah 5 hari penuh ber aktifitas. Membersihkan rumah bersama, merupakan ajang paling ringan untuk bisa menyatukan keluarga secara emosional. Atau secara aktif dalam periode tertentu, keluarga mengadakan kumpul keluarga kecil, dimana masing masing anggota berhak menyuarakan keinginannya, penolakannya akan sesuatu yang sudah berjalan, ataupun ide ide segar yang terbuka.


Azaz demokrasi dan musyawarah melibatkan anggota keluarga secara keseluruhan. Eksistensi masing masing anggota pun diutamakan, sehingga besarnya arus teknologi yang masuk tak akan mengubah jarak diantara masing masing personal. Kualitas komunikasi sangat penting dibanding sekedar kuantitas tanpa arti.




gambar diambil di sini

Selengkapnya...