Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
2

2009_09_12 Dimana DIRIMU Berada ..

Gambar diambil di sini

Dan kuluruskan pandanganku ..
Melihat bumi .. melihat langit hingga ke ujung keduanya bertemu
Melihat matahari .. melihat bulan hingga keduanya hanya mampu mengamati

Disana, .. kulihat keindahan yang tak pernah kusentuh sedari dulu
Kusaksikan kemegahan diriMU yang sabar melayani putaran waktu
Kurasakan pedihMU menyaksikan tawa angkuh manusia, ..
Tanpa harus menghakimi, namun memberinya kesempatan kedua ..

Disana, .. kulihat kesabaran yang menjadi mahkota pagi, oleh sinar sinar keemasan
Kusaksikan lukisan lukisan keagungan yang tiada akan tertandingi ..
Kurasakan harapan akan takjub dan tahmid mengumandangkan ke ESA anNYA ..
Sebuah kepastian yang tak tertoreh oleh mata mata dunia ..


Melihat langit bersimbah kebiruan ..
Oleh petak petak awan yang membentuk pesan pesan alam ..
Dan kibaran burung yang beranjak pergi mencari kehidupan ..
Sesayup angin pun melanglang buana menemukan kekasih hatinya ..


Melihat bulir embun yang malu dan terjatuh berguling ke tanah ..
Ketika semut semut kecil berbaris seraya memberiku salam ..
Dan kupu kupu terbang, menggoda kelopak bunga bunga yang ranum ..
Seakan semua terjadi dengan sendirinya ..


Agh ... dimana DIRIMU berada .. disanalah keindahan itu berseru
Dimana DIRIMU menjaga, disana kebaikan itu bermula ..
Adakah lagi manusia manusia yang memungkiri kekuasaan NYA yang satu?..
Disaat manusia memiliki kelebihan yang terbatas adanya ..


Dan dimana DIRIMU berada .. disana sendiri itu pergi
Dimana DIRIMU tersenyum .. disana kekasihNYA menemani
Oleh doa doa kekaguman hati manusia yang melihat ..
Oleh pengakuan panjang hati manusia yang ikhlas ..



Sebuah tulisan kecil ketika melihat jernihnya pagi hari itu.

Selengkapnya...

2

2009_08_31 Lelaki Tua Renta

Gambar diambil di sini

Langkah langkah tertatih perlahan
Terseok seok oleh sandal tipis dan kian usang
Sementara bahumu memanggul seberat dagangan
Yang kau harapkan kelak menghasilkan sejumlah uang

Mata tua itu tertengadah melihat matahari yang silau ..
Agh .. siang begitu terik!
Dan terduduklah sejenak sembari menghela nafas panjangmu yang kecapaian ..
Urat urat yang menonjol, membelalak di kaki kaki hitam yang kurus ..
Dan kuku kaki yang hitam oleh debu debu pasir yang menghinggapi ..

Sejenak tangan renta itu membasuh peluh yang bergumul di kening ..
Dan kibas kibas koran pun berulang terarah ke dadanya ..
Mm .. matanya tertutup menikmati hembusan angin yang terasa sejuk ..
Dan kekuatan itu hadir sedikit demi sedikit ..


Tak ada hari harimu dengan menawarkan tangan tangan untuk meminta ..
Memohon belas kasih untuk beberapa lembar uang seribuan ..
Yang ada hanyalah, rizki yang belum tersampaikan oleh malaikat malaikat yang dikirim Tuhan ..
Karena masih banyak seribu lebih yang membutuhkan dari dirinya ..


Lelaki tua itu sabar menanti giliran ..
Dengan satu keyakinan, malaikatnya akan tiba dengan senyum sadaqah ..
Dengan satu bahasa yang menyapanya ..
Tanpa perlu merasa menjauh, oleh aroma tubuhnya ..
Tanpa perlu merasa kasihan, karena usianya ..


Lelaki tua itu sabar mengingat jalan setapak yang ditempuhnya ..
Dimana esok ia khan kembali melewatinya ..
Dengan butiran dzikir yang diucapkannya tanpa henti ..
Dengan keteduhan yang ia rasakan membawanya kembali pulang ..


Walau tanpa disadari, sesosok manusia mengamatinya dengan kagum ..
Dengan satu rasa hormat akan kegigihan seorang lelaki renta ..
Yang siap berjuang di tengah ketidakpastian akan hari ini dan esok
Dengan satu kisah hidup yang sarat makna tanpa pernah mengumbar keluh kesah


Walau tanpa disadari, sebutir pengalaman hidup tengah ia bagikan kepada sesamanya
Satu coretan penting tentang perjuangan dan usaha ditengah kekurangan dan keterpurukan
Satu rasa syukur yang ia perlihatkan tanpa perlu menjadi lebih dari yang lain
Satu keyakinan akan jalan yang benar dengan doa doa yang tak pernah berhenti



Puisi ini kutulis untuk sebuah hari yang indah ketika itu. Sebuah pembelajaran akan hidup yang mengetuk pola fikirku untuk menjadi lebih ditengah kekurangan yang ada. Untuk sebuah semangat yang tumbuh karena keterdesakan, keterpurukan ataupun karena kejatuhan yang semakin terpupuk. Dan untuk sebuah semangat yang dihadiahkan Tuhan, karena manusia adalah mahluk dengan kelebihan diatas mahluk lainnya.


Trimakasih untuk rasa syukur yang selalu hadir mengingatkanku. Dan trimakasih untuk rasa sabar yang setia menasehatiku ..
Walaupun aku masih ditempa oleh guru keihklasan. Semoga ia tak bosan mendidikku lebih keras lagi.

Selengkapnya...

2009_08_21 Sebait Doa Dariku ..

Gambar diambil di sini

Ya Rabbku ..
Yang Memiliki Kerajaan Dunia ..
Kesempurnaan adalah milik MU ..
Keanggunan adalah bahasa MU ..
Kelembutan adalah hati MU ..
Ketulusan adalah tangan tangan MU ..
Dan aku begitu kecil di hadapan MU ..

Ya Rabbku ..
Yang Maha Mendengar ..
Tiada daya dan upaya selain atas izin MU ..
Ketika sebongkah pinta yang kutulis tanpa aturan ..
Tanpa bait bait indah atau perumpamaan yang santun ..

Bersihkanlah hatiku dari amarah yang berkecamuk ..
Dan dendam yang menunjuk lagi tak terhenti ..
Bersihkanlah fikirku dari kebimbangan yang mendua ..
Dari ketidakpastian akan esok yang masih menggantung ..
Dan fananya dunia yang menggelapkan mata hatiku ..


Bimbinglah langkah langkahku kepada jalan MU ..
Yang Maha Memberi Petunjuk ..
Bimbinglah hatiku yang hina dan hitam ini ..
Kepada keikhlasan dan kepasrahan yang satu ..


Kepada kebenaran yang selalu terbuka untukku ..
Kepada ketabahan yang selalu menderaku oleh cobaan ..
Kepada kesabaran yang merangkak oleh fitnah ..
Dan pandangan sinis mata orang ..


Kepada kekuatan yang selalu berpegang ..
Karena aku begitu sendiri .. dan tak berdaya ..
Diantara mereka yang tak ingin bersama oleh kehadiranku ..


Ya Rabbku ..
Ijinkan KAU tambahkan rizki untukku .. agar aku bisa berbagi ..
Agar aku bisa meluluskan hati mereka yang menginginkan nikmat MU yang lebih ..
Agar aku bisa menyambut tangan tangan itu berdiri .. kembali melihat harapan ..
Agar aku bisa menyaksikan senyum senyum yang hampir mati dan punah oleh kekosongan ..


Ampunilah untuk semua yang pernah kulakukan tanpa berkah .. tanpa kebaikan ..
Untuk waktu waktu yang terbuang percuma ..
Untuk pencarian jati diri yang kosong lagi tak terarah ..


Hanya kepada MU aku meminta ..
Hanya kepada MU aku memohon ..
Maafkan salahku .. ya Rabbku


---
Sebait doa diawal Ramadhan ini ..
Semoga kebaikan selalu bersama kita dan semua ..

Selengkapnya...

2009_08_19 Dan Aku Hanya Diam ..

Gambar diambil di sini

dan aku hanya diam ..
ketika aku tak mampu lagi bersuara ..
berbicara tentang apapun ..
dan kesal itu menggunung ..
hingga tak lagi mampu terungkap ..

dan aku hanya diam ..
ketika kulihat langit nampak memutih ..
seakan tak tahu harus berujar satu harapan pun ..
dan air yang beriak pun asyik memecah bebatuan dengan riuhnya ..

dan aku hanya diam ..
memperhatikan daun tetap bergelayut tertiup angin angin manja ..
sementara kupu kupu yang terbang pun tak terganggu oleh siapapun disekitarnya ..


kecuali aku ..
yang tetap terdiam ..
memperhatikanmu yang menunjukku tajam!
tanpa diskusi diskusi kecil, tanpa emosi ..
tanpa mencoba untuk mengerti sisi kecilku yang meminta untuk dianggap ..


kecuali aku ..
yang tetap terdiam ..
ketika putaran waktu membuahkan kemauan itu tanpa sarat!
yang dengan mudahnya berubah, berganti peraturan semau mu!


Agh .. aku tak ingin perduli lagi dengan mu !!
dengan maumu !!
dengan peraturanmu !!
yang terombang ambing tanpa pendirian ..
tanpa kejelasan ..


Dan aku tak ingin lagi perduli dengan mu !!
ketika kebencian itu menyesakkan dadaku hingga tangisku ..


selain diam ..
dan hanya diam tanpa suara ..
karena aku lelah berbicara .. dengan mu !!


----
Agh .. kuyus juga bisa sedih ya?
Dua hari ini sedih melulu .. numpang curhat agh . Kalau kata D'Masiv .."hidup gak ada yang sempurna .. tapi jalani saja apa adanya, memberikan yang terbaik .."


Jadi apapun itu .. yukz kita berdamai dengan hati kecil kita. Igh .. mau puasa teh, godaannya banyak pisan ya?
Selengkapnya...

2009_08_18 Damailah Hatiku


Gambar diambil di sini


damailah hatiku ..
damailah menuju peristirahatan yang terindah
dimana kemelut hanya mampu melirikmu dari kejauhan
dan mendung pun menyisakan debu debu tipis yang perlahan menghilang


damailah hatiku ..
damailah tanpa satu hentakan emosi atau kata kata menghujat
dimana hanya ada doa yang berkiblat
dan tunduk maaf yang mengharapkan ampunan


biar mereka berkata hujan menggelegar ..
petir beterbangan itu karena KAU !!
banjir yang menghujah ..
dan teriakan pilu meminta tolong itu karena KAU !!


pilu dan luka itu, terbuka dan tertutup dengan kroaknya
bagai karat yang menahun hingga membuahkan nanah hitam


biar mereka berkata langit menghitam ..
gemuruh topan itu karena KAU !!
rumah rumah beterbangan ..
dan harta benda pun terbawa itu karena KAU !!


tak ada kata, tak ada harga yang bisa kau tawar
tak terucap .. karena semua sudah hilang


hingga air yang mengalir pun membawaku serta
mengikuti kemana ia beranjak pergi dengan kemauannya tanpa sarat
aku bahkan tak dapat bersuara pelan terlebih lantang
oleh derasnya arus yang mengharuskan


damailah hatiku ..
damailah menuju peristirahatan yang mengihklas kan
Kau tak lagi punya tempat lain
Kau tak lagi sebebas dulu


Kau kini menggantungkan dirimu pada dahan dahan yang menggelantung
namun memintamu untuk menyisihkan inginmu sendiri
niatmu sendiri .. bahkan pengorbananmu sendiri


damailah hatiku ..
damailah hingga waktu yang ditetapkan Nya.


----
Beginilah aku .. kalau lagi "gundah gulana" cenderung mencoba menulis puisi. Mm .. jadinya bagus juga ya? He he ..
Biasanya aku suka menulisnya di sini .. tapi kali ini aku ingin berbagi di blog personalku.


Kayak apa ya rasanya, lagi ngedumel .. jengkel lalu nulis puisi? Mau ngamuk gak bisa .. mau cerewet cerewet juga udah capek sendiri. Satu satunya .. aku mencoba berdamai dengan hati kecilku. Mencoba bertanya apa yang membuatku marah ..
Apa yang tak bisa kuterima dalam emosi ini ..
Lalu apa yang akan kulakukan untuk bisa menenangkan diriku .. dan apa sebenarnya yang ada dibalik ini.


Wah kok sudah kayak pujangga aja ya? Atau Filsafat?
He he .. rasanya itu cara sehatku untuk tak termakan emosi yang sudah siap meledak di ubun ubun. Apalagi ini mau Ramadhan .. saatnya berdamai dengan konflik dan menempatkan uneg uneg hati di saat yang tepat.
Alamakk Kuyus sok tua nechh ... ^.^

Selengkapnya...

4

2009_06_29 Dia yang selalu kutunggu




Dia yang selalu kutunggu

dalam setiap perjalananku ..

ada .. atau tidak ada ..



Dia yang selalu menampakkan sisi kemegahan

Yang selalu berdiri tegak ..

mengamati setiap sisi tingkah manusia

Namun hanya mampu melihat tanpa bisa berkata kata

Hanya mampu mematung tanpa sanggup berseru tidak



Dia .. adalah keagungan sisi sebuah kota

Yang menjaga walau tak bisa melindungi

Yang menyaksikan kesempurnaan walau tak bisa bertepuk tangan



Berselimut awan ketika lelah menghampiri

Menyandarkan hamparan permadani

Ketika matahari lugas menghampiri



Dia akan selalu menjadi yang terindah .. dimana pun itu

Tak perduli perbedaan membuat jarak begitu jauh

Karena dia akan selalu menjadi lukisan itu

Yang tak akan pudar oleh kebosanan

Derunya waktu .. kerasnya kehidupan


Lagi "blank" nulis puisi, aku mengangkat puisi lama yang pernah kutulis di sini. Buatku pemandangan gunung, awan dan hamparan permadani pepohonan dan rerumputan selalu menjadi satu yang menginspirasiku dalam menulis dan berhayal.

Puisi buatku merupakan curahan hati. Dulu aku biasa menuliskannya dalam buku diary. Semenjak buku buku itu terkesan "tidak aman" alias suka ada yang membacanya .. ^.^ alhasil aku menuliskannya secara perlahan lewat puisi. Tak ada yang musti mengetahui artinya, sekalipun setiap orang membacanya. Karena masing masing memiliki imajinasinya sendiri sendiri juga interpretasinya.

Puisi pertamaku berjudul Matahariku. Ketika itu aku kelas 5 SD.
Tapi entah kemana puisi itu kusimpan. Puisi keduaku kumulai lagi ketika aku SMA. Dan kurangkum dalam sebuah buku yang tipis. Seseorang yang kuijinkan membacanya hanya mantan pacarku, yang sekarang menjadi suamiku. ^.^

Dia banyak mengenalku juga lewat tulisan tulisanku yang ketika itu banyak sekali sedihnya. He he .. soalnya ketika moodku sedang bagus, aku hampir tak punya ide buat menulis.
Sekarang dimanapun aku berada, ketika ide itu datang tak lepas tanganku menuliskan beberapa bait bahasa. Mumpung lagi ada ide .. kalau lewat sedikit, lupa dech. ^.^

Impianku, ingin bisa berkunjung ke Gn Bromo dengan suami. Menyaksikan keindahan alam dan menuliskan beberapa bait puisi di sana. Semoga ya .. ^.^

Selengkapnya...

6

2009_06_13 Praying for Words


Tabanan Bali


Bersimpuh ..
Memohon doa ..
Seucap kata .. sebaris pinta ..
Segenggam kalimat .. sebuku harapan
Sebuah kekusyuan .. mendalami hati ..
Menapakkan langkah langkah menuju langit ke tujuh
Dan disana jiwa itu terbebas ..

Agungkan Nama NYA ..
Dan kalimat kalimat yang menyanyikan kerinduan keteduhan NYA
Tinggi khan diri NYA ..
Dan dambakan kekayaan hati yang santun penuh kesederhanaan


Dimana tiada angka, derajat, nama dan budaya
Dimana tiada beda .. jarak, sikap dan rasa
Semua menyatu .. merendahkan hati
Semua berserah .. mensyukuri rahmat NYA


Tiada lagi kata angkuh yang kau sebut adalah milikmu ..
Tiada lagi kata memiliki yang kau sebut adalah hartamu ..
Tiada lagi kata kesombongan .. yang kau sebut adalah parasmu ..
Tiada lagi kata meninggi .. yang kau sebut adalah statusmu ..


Karena semua itu milik Tuhan !!!
Dan kita hanyalah sebutir debu yang masih terbagi tujuh
Dan kita tak terbaca oleh angin .. yang menerbangkan sekilas, namun jauh terlempar
Dan kita tak lebih dari apapun .. yang membahana di jagat bahasa ini


Dan .. tebarkanlah doa
Karena tiada kalimat yang terindah .. selain doa










Selengkapnya...

2

2009_04_08 Cerita Tentang Puisi ...




Bila malam membuka tabirnya
Dan cahaya bergelimpangan diantara gelap
Diantara sudut sudut kota yang semarak
Yang temaram dan syahdu dalam mata bola dua manusia


Bila malam mengisahkan takdirnya
Dan bintang bintang menarikan langkahnya
Menarikan ribuan lagu lagu rindu
Lagu lagu kisah hati yang bergelayut mesra


Bila malam tak juga berhenti
Dan kunang kunang gempita menghampiri
Gempita bersahutan diantara kerlap kerlipnya
Bak manik manik menjuntai membentuk mahkota mahkota kesempurnaan


Dan Bila malam kian tenggelam
Bulan tak akan berhenti menyampaikan sapa sapa dan salam
Diantara jendela jendela tua yang menanti jawaban
Diantara lelapnya lelah dan kecupan selamat tidur .. sayang


Suka nulis puisi?
Aku merangkum semua puisi puisiku di sini. Apa yang bikin asik dari puisi?
Gak semua orang suka puisi, bisa mengartikan puisi bahkan membuatnya. Aku sendiri tak selalu bisa membuat puisi bahkan mengerti pesan yang disampaikan penulis puisi *kecuali puisi karangan sendiri tentunya ya?*


Awalnya aku membuat puisi, ketika dulu kelas 5 SD, entah mengalir saja sebuah tulisan tentang matahari. Ketika itu guruku sedang berceloteh ria di depan kelas, dan aku membuat puisi. Alhasil guruku tahu dan sebal, dibacakannya lah puisi itu di depan kelas. Sedikit malu tentunya, tapi puisi itu bagus juga terdengarnya.


Hi hi .. aku malah jadi suka!!
Trus .. puisi puisi itu tidak kuteruskan lagi. Sampai ketika aku kuliah, aku lanjutkan lagi menulis puisi. Yang terangkum dalam sebuah buku tipis. Kebanyakan puisinya tentang kesedihan. Karena ketika aku sedih, aku bisa menulis puisi. Sebelumnya aku lebih suka nulis diary, hingga berlembar lembar atau menulis surat kepada teman.


Itu saranaku mengeluarkan uneg uneg, karena tidak semudah itu aku percaya orang dalam berbagi cerita.
Setelah kenal internet .. aku mulai mencoba lagi menulis puisi. Membaca puisi puisi orang begitu indah dan sederhana, aku memulainya dengan kalimat kalimat yang ringan diterima pembacanya. Prinsipku, bagaimana agar pesan yang kutulis itu bisa tersampaikan, maka aku harus membuatnya bermain diantara kata kata yang umum.


Namun senangnya, di segala suasana, saat ini aku sudah bisa membuat puisi. Ketika melihat tayangan Gunung Bromo di tivi, dengan mudah aku menuliskan di sini, beberapa bait singkat. Ketika aku membalas puisi teman teman di forum pun, aku rangkum kembali dalam blog puisiku. Tentang hujan, tentang bunda, tentang langit, tentang cinta, tentang sepi .... tentang apa saja yang kurasa, ku lihat dan kukagumi.


Puisi sudah menjadi satu bagian hidupku. Jangankan dulu bisa mengerti makna puisi secara detail. Begitu banyak produk produk sastra dan bahasa. Ada prosa, ada pantun, ada sajak, ada puisi. Jangan tanyakan apa itu semua bedanya !!
Yang kutahu hanya menulis dan mengeluarkan sedikit kalimat kalimat "njelimet".


Ha ha ... ada yang mengatakan puisi itu kok susah bener. Tinggal tulis saja apa yang kamu rasa, ndak usah mutar muter.
Yah .. mungkin disitulah seninya, bikin orang pusing dan sedikit mikir ya? Tapi puisi itu khan variatif. Ada puisi lugas yang berbicara tentang kritikan kritikan membangun, juga ada tentang kesedihan, tentang kekaguman, tentang rasa .. apa saja. Pun gaya penulisan bisa berbeda beda.


Itu dikembalikan kepada penulisnya lagi. Style setiap seorang pujangga *aih aih ... pujangga ..!!* yang naik turun mengikuti perkembangan zaman, mengikuti gaya idealisnya, atau khas citra diri, membuat khasanah sastra kita semakin kaya.


Coba perhatikan, begitu menjamurnya puisi di mana mana. Di dunia maya saja sudah tak terhitung. Belum yang dimuat di media massa, ataupun tercetak menjadi buku. Mm ... buku, mungkin suatu saat ya?


Bahagianya, suamiku begitu mengagumi puisi puisi yang kutulis. Terkadang bila tak sempat banyak berdiskusi atau membicarakan aktivitas sehari hari, ia membuka blog puisiku dari meja kantornya. Dan tersenyum senyum sendiri, begitu sich pengakuannya. *asal jangan keterusan ya senyum senyum sendirinya??* Terutama ketika itu 7 tahun usia pernikahan kami, aku secara sengaja membuatkan 3 puisi untuknya .. bisa dilihat di sini, sini dan di sini.


Puisi menjadi satu hadiah terindah buat pasangan, orang tua, teman, atau sahabat. Satu hal yang tak mungkin disejajarkan dengan materi. Namun satu perhatian besar yang menciptakan indahnya cinta dan kebersamaan. Nah .. anda mau mencoba memulainya untuk yang tersayang?


Mulai dengan kata kata paling mudah, paling ringan, namun tuliskan dengan apa yang kamu rasa dan kamu fikirkan tentang tema puisinya. Pasti jadi !!
Semakin sering latihan, semakin banyak kosakata yang bisa kita gunakan.
Tak perlu menjadi orang lain, namun baik bila sering sering membaca puisi orang lain, untuk memperkaya gaya bahasa dan menentukan style penulisan kita.


Selamat menulis puisi ...
Semua orang bisa loh ..

Selengkapnya...