Tampilkan postingan dengan label Wisata kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata kuliner. Tampilkan semua postingan
4

2009_06_25 Wisata Kuliner-Ikan Patin Bambu Bakar


Wah sudah lama sekali aku gak berbagi cerita tentang wisata kuliner.
Critanya .. kali ini aku ingin mengundang air liur pembacanya dengan menikmati Ikan Patin Bakar Bambu, masakan khas Kalimantan. Mantap kali ya kedengarannya??


Awalnya, suamiku banyak mendengar gosip nan menggoda selera makan. Katanya di daerah Cimanggis ada Ikan patin bakar yang enak. Pengolahannya dibakar didalam bambu. Alhasil, kita surfing ke Mbah Gugel. Dan Wow .. banyak sekali yang bercerita tentang Ikan Patin ini.


Rupanya untuk kesana saja, kita musti booking dulu. Alias telpon dulu, kalau gak mau antri berdiri plus gigit jari. Perut udah keroncongan .. mana meja belum ada yang kosong. Yuk .. kita hunting cerita nya .. ^.^


Memulai perjalanan dari Tol Jagorawi dan keluar di pintu tol Cimanggis. Singkat kok .. ikutin jalur jalan besarnya. Ketika menemui pertigaan, belokkan setir kendaraan anda ke arah kiri .. dan tidak jauh dari situ ..



Jalur ke kiri dari pertigaan jalan besar. Posisi rumah makan disebelah kanan. Tuch, yang ber plang kuning.


Wah .. rupanya gak jauh loh. Kebetulan perut sudah keroncongan .. jadi rasanya jalan menuju kekenyangan tak ada yang menghalangi kali ini. He he ..


Waduh kok sepi? Katanya ramai?
Memang ketika itu belum waktunya makan siang ketika kami datang. Pukul 11.00 kalau tak salah. Ya sudah .. toh bisa milih tempat. Kalau perlu diteras sambil guling guling juga bisa. Ha ha ha .. lebai agh.


Nah sembari memesan makanan, kita lihat bagaimana sich pengolahannya. Kebetulan sebelum jam 1 siang, kita masih bisa melihat bagaimana ikan tersebut dibakar. Wow .. apinya besar banget ..



Prosesi pembakaran Ikan Patin


Antara udara panas dan penasaran ingin memotret. Mantap kali ..
beberapa bambu yang siap dibakar sudah disejajarkan rapi di sisi yang berbeda.



Sambal terinya mantap nich, patuut dicoba. Nah yang kanan .. sambal mangganya. Wuih, pedasnya luar biasa ..


Ini dia pencarian kita yang ditunggu tunggu. Aromanya langsung tercium ketika lembaran daun pisangnya dibuka. Agh, .. mana isinya daging melulu. Kalaupun ada lemak, tentu bukan lemak jenuh. Cozz ikan kaya akan protein dan omega3. *LOH kok jadi promosi*


Kalau tertarik ingin kesana, jangan lupa epon dulu ya (021) 875 1395.
Foto foto bisa klik di sini


Bila ingin mengetahui harga nya, bisa klik di sini ..
Selengkapnya...

3

2009_03_09 Nasi Kalong Jln Riau Bandung


Nasi Kalong Jln Riau Bandung


Ada ada saja cara orang melariskan dagangannya. Baru saja posting soal Rawon Setan, sekarang ada Nasi Kalong yang notabene dibuka dengan jam jam malamnya.


Ini nasi khas banget. Nasinya ada 2 pilihan yaitu Nasi putih dan Nasi Hitam. Nasinya diberi bumbu kluwak, sehingga warnanya hitam dan berasa khas. Mirip ama warna kulit kalong (kelelawar) yang item punya, tapi minus rasa kulit kalong yah .. hi hi hi.


Lauk pauknya juga ngga kalah asoy. Kita bisa milih lauk, mulai dari kering tempe, telur orak-arik, Ayam Kalong, Ayam bumbu madu, sambal daging, ampe buncis bakar yang rasanya khas. **obrolan angkring



Kerumunan penikmat Nasi Kalong


Nasi kalong ini dapat ditemui di Jln Riau Bandung, pelataran parkiran China Emporium FO. Kerumunan yang memakan antrian pengunjungnya ini dibuka pukul 20.00 malam hingga pagi *sehabisnya kali ..* Tapi sebelum jam 20.00 mulai berdentang, warung ini sudah mempersiapkan hidangan prasmanannya diluar dan antrian pun memanjang.


Dan si Engkoh alias Pak Martin yang masih masak semua masakannya... kadang langsung di masak di depan para tamu...seperti model Open Kitchen tapi ala warung...dan tidak pakai MSG begitu klaim Pak Martin. **visit bandung



Aku dan suami memilih meja romantis di bawah bintang bintang malam. Banyak juga yang rela berdiri menanti pengunjung yang sudah bersantap bubar dan segera digantikan posisinya. Kebanyakan satu orang berjaga di meja, sementara lainnya mengantri makanan.


Yang paling sip adalah udang kremesnya. Itu udang kecil yang digoreng kering dan ada kremesnya. Lalu Jambal Rotinya, Telor Prudul *seperti telor orak arik*, dan Ayam Kalongnya *seperti ayam goreng kecap*





Didalam ruangan pun berderet beberapa bangku dan meja. Namun bila hujan sudah reda, tentunya pemandangan di luar lebih cantik dipayungi angin malam ... aih aih how romantic.


Makanan yang disajikan tak seberapa berbeda. Aku sempat mengintip sedikit, ada tumis buncis yang menggugah selera malam itu.



Seperti makanan rumahan biasa bukan?



Gambar diambil di sini


Tapi soal rasa, bolehlah .. jempol! Untuk ukuran perut lapar, hidangannya bener benar nikmat. soal harga pun so so, bukan ukuran kafe, juga bukan ukuran warung biasa. Bisa menjadi alternatif hidangan ketika berbelanja di jln Riau. Daripada melancong ke resto lain yang sudah tertahan macet duluan di jalanan Bandung nan super macet.


Pemilik Nasi Kalong, Martin, mengemukakan bahwa awal dibukanya warung nasi ini menggunakan nasi biasa. Kemudian, dengan bermodalkan kursus memasak, dia meracik nasi dengan berbagai bumbu hingga menghasilkan nasi kalong ini.


"Padanan yang dipakai disini tergolong sehat, misalnya daun salam dan kluwek. Kluwek itu mengandung anti oksidan, dan daun salam yang menimbulkan efek warna hitam pada nasi," jelas Martin. **detik bandung


Nasi kalong ini, lanjut Martin, bermanfaat bagi kesehatan. Tingginya kandungan serat membantu lancarnya pencernaan. Selain itu, nasi dengan kandungan serat tinggi akan lebih lama dicerna. Nasi biasa dicerna dalam 4 jam, sementara nasi serat tinggi butuh 6 jam. "Jadi tidak akan cepat lapar lagi kalau makan nasi berserat tinggi," tambahnya.


Menemani nasi hitam ini, tersedia aneka lauk pauk yang diakui Martin beberapa diantaranya merupakan hasil racikan sendiri juga. Tersedia 20 sampai 25 variasi menu, misalnya ayam madu, gepuk, ayam lemon, kentang keju, kacang tempe dan ada juga jengkol. Lauk jengkol ini, ungkap Martin, disediakan karena banyak yang meminta.


Bahan Nasi Kalong: **Resep Nova
250 gr beras, cuci bersih
25 gr havermut
350 ml air
2 bh kluwek, ambil isinya, haluskan
1 sdt garam

Buncis Bakar:
200 gr buncis muda, potong 2 cm
1 sdm minyak
2 siung bawang putih, cincang halus
1 sdm kecap asin


Ayam Madu:
1 daging ayam tanpa tulang, potong kotak 2 cm
2 siung bawang putih, cincang halus
1 sdm madu
100 ml air
½ sdt garam
100 gr tepung terigu
minyak untuk menumis


Pelengkap :
Dendeng Manis
Sambal Kornet
Gulai Jengkol
Tahu Bumbu Kecap
Telur Orak-Arik
Kering Tempe


Cara Membuat:
1. Didihkan air, garam, dan kluwek hingga mendidih. Masukkan beras, masak sambil sesekali diaduk. Tambahkan havermut, masak hingga air terserap. Kukus sampai matang.
2. Buncis bakar: tumis bawang putih sampai harum dengan api besar. Masukkan buncis dan kecap asin. Aduk hingga layu. Angkat.
3. Ayam madu: ungkep ayam, bawang putih, madu, dan garam. Setelah berubah warna tambahkan air, masak hingga matang. Angkat, gulingkan di tepung terigu. Goreng hingga matang.
4. Hidangkan nasi kalong panas dengan buncis bakar, ayam madu, dan pelengkap lainnya.

Untuk 4 orang


Related Posts:
** Nasi Kalong
** Nasi Kalong Bersantap Tengah Malam
** Resep Nasi Kalong

Selengkapnya...

7

2009_03_16 Rawon Setan Mbak Endang- Sabang


Rawon Setan Mbak Endang di Jln Sabang


Menikmati santap siang di hari yang terik, cukup terbayar dengan kehadiran Rawon Setan ala Mbak Endang ini.


Tepat hari Senin kemarin, aku dan Bapak *si pecinta kuliner* melancong ke Rawon Setan di Jl Sabang. Tak terlalu sulit untuk diraih dengan kendaraan umum. Bisa naik P. 20 dari arah Kuningan *naik Kopaja P20 jurusan Lebak Bulus senen* atau naik busway *as always* turun di halte Sarinah, dan jalan kaki sedikit menuju Sabang yang berjubel resto resto lezatnya.


Tak memakan waktu lagi, kami langsung memesan Rawon Setan yang sedari tadi sudah terbayang di depan mata *lebai dech .. hi hi*.
Eh rupanya ada menu baru ya? Ada Iga penyet dan Rawon Iga. Wah sayang ketika itu hidangan masih diolah, jadi kami harus menanti lebih siang untuk bisa mencicipinya. Kapan kapan aja kalau gitu. Soalnya perut tak bisa kompromi lagi ..



Si Bapak yang asyik menikmati hidangan



Hidangan Rawon


Nasi dihidang terpisah dengan rawonnya. Lalu disiapkan jeruk nipis dan tauge segar yang masih muda, untuk dicampurkan sebagai variasi penambah rasa kuah rawon. Mm .. taugenya terasa segar. Tapi kuah Rawonnya kurang menggigit atau kurang gurih. Tapi dagingnya oke. Cukup tebal dan epmyukk ...


Konon, puluhan tahun yg lalu waktu zaman revolusi di tengah kota Surabaya ada warung rawon yang buka di depan Gedung Nirom. Sehingga dengan gampang warung ini dikenal sbg Warung Rawon Nirom.**mimimama


Bisnis sop keluwek ini bertahan terus sampai sekarang. Posisinya sudah nggak lagi di depan Gedung Nirom. Disana sekarang ada Hotel Jw Marriott. Warung rawon tadi juga sudah nggak lagi dikenal sbg Rawon Nirom, sekarang orang nyebutnya Rawon Setan.


Rawon Embong Malang sudah ada sejak 1953. Dirintis pertama kali oleh Musiyah. Sekarang ada dua orang pengelola rawon setan. Yaitu Bu Mulyadi (Bu Sup) dan Mbak Endang. Musyiah ini adalah nenek dari Mbak Endang, dan Bu Mul adalah mantunya. (dadi tasih sedulur ). Sejarah rawon Embong Malang, ternyata sudah ada sebelum dibangun hotel Marriott yang letaknya bersebrangan.**jagomakan



Gambar diambil di sini


Kenapa disebut rawon setan? Karena warung ini baru buka sekitar jam 23:00an (bareng setan2 gentayangan), dan biasanya buka sampai kurang lebih jam 02:00an. Walaupun rawon setan ini cuman warung tenda di pinggir jalan, tapi konsumennya banyak yg bermobil mewah, plat nomernya juga nggak selalu L. Dan hebatnya, mereka yg biasa dilayani secara mewah di restoran mahal bersedia berdiri antri lama di pinggir jalan demi rawon setan ini, setan!


Dengan potongan daging besar besar dan mengerikan *karena disertai lemaknya*, rasa rawonnya tak terlalu memberi sensi lebih. Kabarnya, Rawon Setan JW Mariot itu pecah kongsi, si peracik bumbu alias tukang masak aslinya mbak Endang. **elkaje


Mbak Endang, kabarnya membuka warung rawon sendiri. Banyak yang bilang Rawon Setan buatan Mbak Endang lebih nikmat dibanding yang di Jw Marriot.



Gambar diambil di sini


Rawon Setan mbak Endang
Jl Boulevard Raya TB II no 35, samping karaoke "NAV" dekat sport Club Kelapa Gading. telp 4520567
Buka jam 10.00-03.00 WIB



Gambar diambil di sini


Buat yang suka Rawon, tak ada salahnya mencicipi hidangan yang sudah tersohor dari Surabaya ini. Soal rasa dan selera itu relatif. Sekalipun banyak yang memberi kesan biasa, namun pemburu masakan ini tak pernah berhenti begitu saja. Coba saja datangi salah satu kedainya yang sudah banyak hadir di Kelapa Gading, Casablanca, Kemang, Mangga Besar dan Sabang.


Selengkapnya...

4

2009_02_22 Suasana Nyaman di Sajian Bebek Ginyo

Jadi juga aku hunting Bebek Ginyo yang sudah menjadi target utama hidangan, para pencinta bebek ini. *Seperti biasa* .. aku termasuk yang paling telad hunting makanan lezat di Jakarta ini. Better late than never khan?


Sesuai referensi beberapa teman, termasuk Tobelly *my friend at plurk* .. akhirnya, tekad itu pun dilangsungkan, ketika hujan masih rintik rintik mengguyur Jakarta, dan perut terasa begitu keroncongan. Bebek Ginyo lah yang terdaftar sebagai urutan pertama, santapan dinner kita.


Atas kemurahan hati salah satu karyawan Bebek Ginyo, kami mendapat izin untuk mengabadikan sedikit suasana di dalam resto yang bernuansakan kafe.


what's so special tentang Bebek ini?


Nama Ginyo yang diambil sebagai ”judul” bebeknya rupanya nama orang tua Pak Kardjono, suaminya, ujar Bu Kardjono, wanita setengah baya si empunya warung. Tapi, Mbah Ginyo yang sekarang sudah almarhum bukan penjual bebek. Ia pembuat keris di Yogyakarta. Namanya membawa berkah ketika disandingkan dengan bebek. ** Bebek Ginyo, bebeknya si Mbak


Begitu datang di jalan Tebet Utara Dalam no. 12 ini, kesan yang didapat adalah "Pasti Enaknya". Terlihat dari keramaian kendaraan yang berparkir, dan beberapa keluarga yang datang bersamaan menuju ke tempat yang sama.



Gambar diambil di sini

Suasana yang teduh dan terlihat bersahabat ini dimulai dengan senyum sapa karyawannya, yang mempersilahkan pengunjung untuk mengambil sendiri porsi makanan yang dikehendakinya. Rupanya penyajian makanannya ala "siap saji". Alias ambil nasi sendiri, pilih sendiri ramuan bebek sesuai seleranya. Wow .. begitu berbeda dari yang lain!!


Tentunya, mata kami sudah menuju kepada aneka bebek yang disajikan dengan beberapa bumbu masakan. Ada 5 sajian bebek yang ditawarkan. Bebek bakar, bebek cabai hijau, bebek cabai merah, bebek goreng dan bebek crispy *di bumbui tepung*.


Aku mencicipi bebek bakar, sementara suamiku mencoba bebek cabai hijau. Karyawannya menawarkan untuk menambahkan cabai hijau di piring kami, yang tentunya tidak kami tolak.


Sajian lalapan pun ditawarkan dan dipersilahkan untuk mengambil sendiri. Ada daun selada, labusiem muda, ketimun .. disertai beberapa sambal merah lainnya, yang menggoyang lidah.


Apalagi ketika mengetahui bahwa harga yang dipasang, tak semahal suasananya yang homy *home-seperti di rumah*. Mm .. kami berpandangan berdua sambil tersenyum. Seolah masing masing menyetujui bahwa, ini akan menjadi daftar favorit kami.



Dari arah Kp. Melayu menuju Casablanca, Bebek Ginyo bisa ditemui dengan patokan Dunkin Donuts (seberang SLTP 115) belok kiri, lurus dan Bebek Ginyo di sebelah kiri.

Beberapa keluarga, teman, dan sepasang kekasih nampak mengisi bagian meja meja yang disediakan. Tak terlalu ramai ketika itu, semua begitu menikmati hidangan sambil sedikit berbincang bincang. Aku dan suami tentu saja, mengambil porsi duduk memojok, sehingga bisa leluasa mencicipi hidangan dengan asyiknya.


Suasana resto yang cenderung mirip kafe ini, berdindingkan wallpaper dengan pigura pigura lukisan, klasik *seperti wayang* dan beberapa tempelan gambar zaman baheula. Khas banget, pengunjung merasa nyaman dan betah, karena tak ada perbedaan dengan suasana rumah yang hangat.
Rumah makan ini didesain dengan nuansa jawa tempo doeloe. Masuk ke ruang makan di dalam rumah kita disergap oleh kekunoan.** Bebek Ginyo, bebeknya si Mbak
Sebuah kipas angin antique, nampak berdiri di salah satu sudut ruangan. Aku mengamatinya sambil tersenyum. Seandainya dia bisa bicara, tentu tak akan hanya berdiam diri, tanpa menikmati bebek yang selama ini dipandangi saja, melalui suara suara kenyang penikmatnya.



Bebek Ginyo, memberi suasana yang berbeda dari sekedar menikmati hidangan bebek semata. Namun juga memberikan kenyamanan ala kafe dan rumah yang hangat. Kami sudah mempunyai rencana akan kembali berkunjung kembali ke sana, untuk menikmati bebek dengan bumbu yang berbeda.


Tentunya, bila bingung bingung hendak kemana mengajak keluarga bersantap bersama, Bebek Ginyo bisa menjadi pilihannya.



Gambar diambil di sini

Jl. Tebet Utara Dalam No. 12
Tebet
Jakarta Selatan
Tel. (62-21) 829 2343
Jam Buka : Pk 11.00 – 22.00 wib
Related post:
*Bebek Ginyo
Selengkapnya...

4

2009_02_14 Wisata Kuliner- Pecak Ikan Mas Sawangan Depok


Menikmati Pecak Ikan Mas di Rumah Makan Gandy - Sawangan


Hari ini ceritanya, aku 'merayakan' hari Valentine's ku bersama keluarga. Targetku adalah PECAK IKAN .... di Sawangan Depok *Wuihhhh ...*
Kebetulan Suami pernah kesana beberapa kali bersama "gank" nya dan mengagumi ke khas an kuah pecak yang diharumi oleh bumbu rempah rempah.



Wajah wajah kelaparan menanti hidangan


Perjalanan cukup panjang, melalui Jln Raya Lebak Bulus, hingga ke Sawangan Depok yang diwarnai oleh beberapa kali kemacetan di sisi jalan. Padatnya pengguna jalan dan lampu merah, menuntut kesabaran untuk bisa sampai disana.



TERNYATA ...
Rumah makan yang dibayang bayangkan begitu khas, atau setidaknya memperlihatkan tulisan/plang "PECAK IKAN" tak ada sama sekali. Bahkan cencerung seperti warung biasa yang berdindingkan bambu bambu bercelah. Namun tamu tamu yang datang terdiri atas mobil mobil yang memadati lahan parkir di depan. Dan dibelakang ... ??


Terdapat area parkir di belakang restaurant yang bersebelahan dengan rumah ber-asitektur betawi, milik si empunya restaurant. Area lesehan dengan rerumputan yang landai membuat suasana terasa hommy *serasa di rumah sendiri-home*


Tamu tamu yang datang cukup menikmati suasana. Tidak hanya mencicipi hidangan utama yang disajikan pemiliknya, namun juga banyak digunakan untuk ajang berkumpul dengan teman teman. Selain keluarga yang datang, lengkap bersama putra putri mereka, beberapa kolega kerja juga melengkapi meja meja besar, dengan lembaran lembaran dokumen kertas kerjanya.
*jadi mirip cafe ya, ada yang meeting juga*


Suasana di dalam restaurant terasa sejuk dan teduh. Dinding dinding batang bambu, meloloskan angin angin yang bertiup perlahan.


Kami mulai memesan hidangan utama yang disajikan, yaitu pecak ikan mas dan gurami.



Tersebutlah makanan khas Betawi dengan sajian utamanya ikan. Cara penyajiannya ada yang digoreng *ditemukan di warung pecak ikan lainnya* dan ada pula yang dibakar. Namun restaurant kali menyuguhkan pecak ikannya dengan terlebih dahulu dibakar. Lalu??


Hangatnya kuah bercampur rempah rempah dihanyutkan memenuhi piring bermangkok. Terasa jahe dan lengkuasnya, juga bawang merah dan putihnya, Daun salam *tidak diikutsertakan saat penyajian, namun aromanya tercium* dengan jeruk Limonya yang harum. Hangat !!


Apalagi bila sebelumnya, kita melakukan aktivitas olahraga, dengan peluh bercucuran, lelah tak berkesudahan. Namun dibayar dengan pecak ikan nan hangat di badan. Hidangan utama ini dibarengi dengan gorengan tempe, tahu dan bakwan jagung. Lalapan timun, kol dan daun poh pohan *my favourite* melengkapi kekayaan rasa nan menggugah selera.



Hidangan ini kami habiskan dalam waktu beberapa menit siang itu *ketahuan banget ya laparnya*. BUT .. yang belum pernah mencicipi PECAK IKAN, tak ada salahnya bila mencoba yang satu ini. Dijamin kenyang sesudahnya *halah lebai*





Rumah Makan GANDY
Lemi Suhaemi


Jln Raya Muchtar no.24
Bojongsari Kec. Sawangan
Depok
(0251) 8 613 214
HP. 0813 8361 5381


Rupanya pecak ikan, tidak hanya berkuah bening, ada juga yang berkuah kunyit, terlihat kental seperti berikut:



Gambar diambil di sini


Dengan olahan kunyit, jahe, kencur dan kemiri, asam jawa sereh juga lengkuas, serta beberapa bumbu masak lainnya, hidangan pecak ikan menjadi begitu kaya akan variasi cita rasa.

Gambar diambil di sini


Yang satu ini, hidangan Gurame kuah pecak dan Kuah Pucung Haji Nasun. Dari namanya yang khas Betawi, sajian ini menjadi buruan penikmat kuliner di wilayah Jagakarsa. Jalan masuk yang sempit dan tempat makan yang sederhana.


Rumah Makan Haji Nasun bukan saja terkenal dengan masakan khas Betawi yang lezat. Tempat ini juga ngetop sebagai ajang kongko yang asyik. Terlebih, sang pemilik selalu menyapa ramah tiap pengunjung. Siapa saja yang makan di sini, tak peduli pelanggan lawas atau yang baru sekalipun, semuanya disalami. Tegur sapa nan ramah ini tentu saja membuat betah.


Warung Haji Nasun
Jl. Kanfi II No.21, Sawah Jagakarsa
Telp: 021-7870016
Jam Buka: 09.30 - makanan habis
Selengkapnya...