
Wah sudah lama sekali aku gak berbagi cerita tentang wisata kuliner.
Critanya .. kali ini aku ingin mengundang air liur pembacanya dengan menikmati Ikan Patin Bakar Bambu, masakan khas Kalimantan. Mantap kali ya kedengarannya??
Awalnya, suamiku banyak mendengar gosip nan menggoda selera makan. Katanya di daerah Cimanggis ada Ikan patin bakar yang enak. Pengolahannya dibakar didalam bambu. Alhasil, kita surfing ke Mbah Gugel. Dan Wow .. banyak sekali yang bercerita tentang Ikan Patin ini.
Rupanya untuk kesana saja, kita musti booking dulu. Alias telpon dulu, kalau gak mau antri berdiri plus gigit jari. Perut udah keroncongan .. mana meja belum ada yang kosong. Yuk .. kita hunting cerita nya .. ^.^
Memulai perjalanan dari Tol Jagorawi dan keluar di pintu tol Cimanggis. Singkat kok .. ikutin jalur jalan besarnya. Ketika menemui pertigaan, belokkan setir kendaraan anda ke arah kiri .. dan tidak jauh dari situ ..


Jalur ke kiri dari pertigaan jalan besar. Posisi rumah makan disebelah kanan. Tuch, yang ber plang kuning.
Wah .. rupanya gak jauh loh. Kebetulan perut sudah keroncongan .. jadi rasanya jalan menuju kekenyangan tak ada yang menghalangi kali ini. He he ..
Waduh kok sepi? Katanya ramai?
Memang ketika itu belum waktunya makan siang ketika kami datang. Pukul 11.00 kalau tak salah. Ya sudah .. toh bisa milih tempat. Kalau perlu diteras sambil guling guling juga bisa. Ha ha ha .. lebai agh.
Nah sembari memesan makanan, kita lihat bagaimana sich pengolahannya. Kebetulan sebelum jam 1 siang, kita masih bisa melihat bagaimana ikan tersebut dibakar. Wow .. apinya besar banget ..


Prosesi pembakaran Ikan Patin
Antara udara panas dan penasaran ingin memotret. Mantap kali ..
beberapa bambu yang siap dibakar sudah disejajarkan rapi di sisi yang berbeda.






Sambal terinya mantap nich, patuut dicoba. Nah yang kanan .. sambal mangganya. Wuih, pedasnya luar biasa ..


Ini dia pencarian kita yang ditunggu tunggu. Aromanya langsung tercium ketika lembaran daun pisangnya dibuka. Agh, .. mana isinya daging melulu. Kalaupun ada lemak, tentu bukan lemak jenuh. Cozz ikan kaya akan protein dan omega3. *LOH kok jadi promosi*















Bebek Ginyo yang sudah menjadi target utama hidangan, para pencinta bebek ini. *Seperti biasa* .. aku termasuk yang paling telad hunting makanan lezat di Jakarta ini. Better late than never khan? 
*my friend at plurk* .. akhirnya, tekad itu pun dilangsungkan, ketika hujan masih rintik rintik mengguyur Jakarta, dan perut terasa begitu keroncongan. Bebek Ginyo lah yang terdaftar sebagai urutan pertama, santapan dinner kita. 














melalui Jln Raya Lebak Bulus, hingga ke Sawangan Depok yang diwarnai oleh beberapa kali kemacetan di sisi jalan. Padatnya pengguna jalan dan lampu merah, menuntut kesabaran untuk bisa sampai disana.

Bahkan cencerung seperti warung biasa yang berdindingkan bambu bambu bercelah. Namun tamu tamu yang datang terdiri atas mobil mobil yang memadati lahan parkir di depan. Dan dibelakang ... ??
Area lesehan dengan rerumputan yang landai membuat suasana terasa hommy *serasa di rumah sendiri-home* 


dengan peluh bercucuran, lelah tak berkesudahan. Namun dibayar dengan pecak ikan nan hangat di badan. Hidangan utama ini dibarengi dengan gorengan tempe, tahu dan bakwan jagung. Lalapan timun, kol dan daun poh pohan *my favourite* melengkapi kekayaan rasa nan menggugah selera. 




















