5

2009_06_17 Sebuah Cerita Singkat Tentang Perjalanan Uang ..


Sepulang dari perjalanan, aku ingin mencoba trayek satu metromini yang kebetulan melewati jalur jalan ke rumah. Hanya saja, aku belum pernah mencobanya ..
Siang itu, pengguna metromini tak banyak. Aku duduk dekat pintu .. sembari mengamati depan, aku juga tahu siapa siapa yang datang menaiki metromini.


Ditengah perjalanan setelah mr. kenek menarik bayaran, nampak berjalan menuju pak sopir dan duduk di dekatnya. Dikeluarkan beberapa lembar uang yang sudah didapatnya sedari pagi. Satu persatu lembaran uang itu ia rapikan. Ia kumpulkan sejenis dengan jumlah nominalnya.
Bila sudah mencapai angka Rp. 100.000 ia lipat salah satu lembarannya.


Namun yang membuatku kaget, ketika salah satu lembaran uang terlihat lebih lecek dari yang lain, ia mencoba sisihkan dengan memasukkan/menyelipkan lembaran kotor itu ke ujung bibirnya. UPS !!
Sembari tangannya asyik menghitung dan terus menghitung.


Aku terus memperhatikan pemandangan antik, yang mungkin bukan hal yang aneh. Hanya saja kekagetan itu, membuatku membelalak mata saja.
Setelah selesai menghitung, ia lipat uangnya, lalu diletakkan ke dalam saku bajunya. Pheeuff .. hidup ini keras man !!
Mungkin itu yang terbersit sebagai judul frame pendek barusan.


Aku tak ingin mengkritik apa pun, ..
Aku hanya ingin mengetahui .. bagaimana putaran uang itu berpindah tangan dari awal hingga berubah bentuk menjadi kusut, hitam, lecek, robek dan tak bernilai ...


Uang merupakan alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.


Coba bayangkan, ketika pertama kali kita mendapat uang dari bank, .. adalah ketika pertama kita menerima amplop gaji. Mm .. lembarannya masih bersih, mulus, bahkan ketika diraba terasa kekasaran angka nominal yang tertera di lembaran uangnya. Aroma khasnya ... terasa baru keluar dari mesin cetaknya ... ^.^ he he ..


Langkah pertama apa yang kita lakukan setelah kita menerima sejumlah dana, kemudian? Membaginya menjadi alokasi alokasi dana selama sebulan bukan? Ada yang untuk zakat, untuk keluarga yang lebih tua, pembayaran tagihan dan cicilan. Uang bulanan, dan juga saving.


Untuk alokasi dana pertama hingga ke-4, tentunya bukan lagi menjadi jalur kontrol kita. Namun bagaimana dengan jalur bulanan kita?
Kita pakai untuk apa saja pengeluaran kita? transportasi, belanja bulanan, dan dana cadangan. Kemana saja larinya lembaran lembaran itu dari tangan ke tangan?


Pagi pagi, abang sayur sudah lebar meneriakkan dagangannya. "Sayuuuuuu .....rrrr", "ayaaaaammm, bu, ayammmmnya !!", belum yang lain lewat. "Baksooo ... soooo ..!"
Ups belum tukang koran lewat ...


Dari tukang sayur, terjadilah transaksi jual beli. Abang tukang sayur menjadikan sebagian dananya untuk modal berbelanja esok paginya. Dibawanya lembaran itu ke pasar, dan berpindah tanganlah ia ke pedagang pasar.


Seorang ibu ibu tua, lusuh dan nampak lemah datang meminta minta. Diberikan lembaran uang seribuan tadi kepada ibu tua itu, dan ia berlalu menuju ke pedagang makanan kecil. Bertukarlah lembaran tadi dengan makanan yang dibelinya. Menjadi milik pedagang pecel atan nasi uduk, lembaran tadi sudah mulai berubah bentuk dan warna, walau keasliannya nampak sedikit terllihat.


Sang pedagang makanan hendak pulang menuju rumahnya yang jauh, sehingga ia harus menggunakan transportasi umum untuk bisa tiba. Beralih posisi-lah lembaran tadi, ke tangan pak sopir yang dilipatnya tak terlalu rapi. Begitu pedagang asongan yang menjajakan rokok lewat, berpindah lah sudah lembaran seribuan itu diantaranya ke tangan pedagang muda itu.


Tak dinyana, siang begitu terik, ia membeli 2 buah gelas air mineral dengan lembaran tersebut. Dan kini lembaran itu menjadi milik pedagang kelontong. Berlalu dengan posisi masih di tempat yang sama .. kita masih bisa membayangkan kemana perjalanan tanpa akhir itu akan berlanjut. Seperti apa tangan tangan itu memberi dan menerima lembaran yang satu kepada yang lain?
Tak terbayangkan bila itu "harus" mampir ke bibir seseorang, sekalipun sekedar meletakkannya sesaat. *ups* ...


Jagalah tangan tangan kita tetap bersih untuk bisa selalu terjaga dari sentuhan kuman dan debu yang beterbangan bebas di udara dan yang "bermukim sementara" diantara benda benda yang kita pegang.

Selengkapnya...

3

2009_06_16 Cinta dan Waktu, Sebuah Award dari Sahabat


Alkisah di suatu pulau kecil, tinggalah berbagai macam benda benda abstrak. ada Cinta, Kesedihan dan Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.


Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba tiba naik dan akan menggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.


Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedah mengayuh perahu. "Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta. "Aduh maaf Cinta! Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta. Nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu, di perahuku ini.


Lalu kekayaan cepat cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!" Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.


Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan, bawalah aku bersamamu!" teriak Cinta. "Wah Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan.


Cinta sedih sekali mendengarnya, ia mulai menangis. Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh Kesedihan, bawalah aku bersamamu," Kata Cinta. "Maaf Cinta, aku sedang sedih, aku ingin sendirian saja .."kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba tiba terdengar suara,"Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat cepat Cinta naik ke perahu, tepat sebelum air menenggelamkannya.


Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya. Cinat segera menanyakannya kepada penduduk tua di pulau itu. "Oh, dia adalah waktu" ujar nya. "Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran. "Sebab, hanya waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ..."


**submitted by steven widya
Taken from Motiasi.net


Bersama waktu yang terus berjalan, ... ingin kusebarkan award ini untuk:





Award dari Mbak Reni


Semoga dapat disebarkan dengan kebaikan ^.^

Selengkapnya...

6

2009_06_13 Praying for Words


Tabanan Bali


Bersimpuh ..
Memohon doa ..
Seucap kata .. sebaris pinta ..
Segenggam kalimat .. sebuku harapan
Sebuah kekusyuan .. mendalami hati ..
Menapakkan langkah langkah menuju langit ke tujuh
Dan disana jiwa itu terbebas ..

Agungkan Nama NYA ..
Dan kalimat kalimat yang menyanyikan kerinduan keteduhan NYA
Tinggi khan diri NYA ..
Dan dambakan kekayaan hati yang santun penuh kesederhanaan


Dimana tiada angka, derajat, nama dan budaya
Dimana tiada beda .. jarak, sikap dan rasa
Semua menyatu .. merendahkan hati
Semua berserah .. mensyukuri rahmat NYA


Tiada lagi kata angkuh yang kau sebut adalah milikmu ..
Tiada lagi kata memiliki yang kau sebut adalah hartamu ..
Tiada lagi kata kesombongan .. yang kau sebut adalah parasmu ..
Tiada lagi kata meninggi .. yang kau sebut adalah statusmu ..


Karena semua itu milik Tuhan !!!
Dan kita hanyalah sebutir debu yang masih terbagi tujuh
Dan kita tak terbaca oleh angin .. yang menerbangkan sekilas, namun jauh terlempar
Dan kita tak lebih dari apapun .. yang membahana di jagat bahasa ini


Dan .. tebarkanlah doa
Karena tiada kalimat yang terindah .. selain doa










Selengkapnya...

3

2009_06_12 Asyiknya Berhayal ..



Yang lagi ngaso, santai - istirahat ..
Mm .. sembari menikmati AC- angin cepoi cepoi, nikmatnya sambil melamun, memikirkan sesuatu yang kosong sambil berhayal ..
He he .. awas, ada yang lewat loh, .... jangan sampai bengong yak!!


Suka berhayal atau melamunkan sesuatu yang hanya diri kita yang mengetahuinya? Menjadi satu rahasia, yang bahkan hanya hati kecil yang sanggup mengkomunikasikannya dengan baik dengan otak kita. Terkadang senyum senyum sendiri dech, .. atau dahi yang makin mengernyit ... igh serius banget kayak Einstein. Hayoo .. mikir apa??


Tak ada suara, tak ada obrolan .. pandangan lurus ke depan .. namun terlihat berat di mata yang bergerak tak beraturan. Kalau sudah begitu .. suamiku langsung memainkan tangannya naik turun di depan wajahku, seakan dia tahu bahwa aku sedang melamunkan sesuatu. Keseringan sich, dia bisa membaca apa yang kufikirkan. Terutama ketika kami sehabis mendiskusikan sesuatu yang menarik perhatian.


Coba, .. kita jujur dengan diri sendiri saja ..
Apa hayalan yang menjadi satu impian teman teman blogger? He he he ..
Apa yang paling suka dilamunkan hingga satu ide/ keinginan itu menjadi satu cita cita yang kelak akan diwujudkan?
Apa yang getol dicari ketika langit biru dan pepohonan rindang ... duduk diantara fikiran fikiran tenang dengan selembar catatan kecil dan sebuah pena?


Aku? ... sepertinya aku harus membongkar rahasiaku di depan teman teman ya? He he .. kenapa tidak, sebagai satu permulaan.
Aku, memang paling suka berhayal. Kata suamiku, aku memang jago berhayal. That is why, dia pernah menyarankan aku menjadi penulis dengan cerita cerita hayalan yang dikembangkan menjadi satu cerita menarik ala Dee.
Setuju !! Tapi sayang, aku tak secantik itu memiliki bakat yang belum terasah ini.


Lalu apa hayalanku?
Menjadi seseorang yang mandiri. Dalam hal apa? Bukankah selama ini kemandirian itu ada ketika kita menikah terlebih dengan problem solver yang harus kita hadapi sendiri?
Hayalanku adalah menjadi wanita mandiri dengan segudang cita citaku yang saat ini belum sempat terwujud. Apa ya cita citaku?? Hi hi ... terbongkar dech satu persatu ..


Aku ingin, bisa menguasai ilmu yang saat ini sedang kupelajari secara otodidak. Punya studio foto, punya cafe buku, dimana ada perpustakaan buku dan satu lahan kecil untuk meeting point kalangan muda, remaja berkumpul, juga mahasiswa.
Aku ingin tetap aktif mengakses dalam dunia maya, sehingga blog ku terus bisa kuupdate selamanya, dan kian berkembang.


Tak lepas dari keinginan berbagi ilmu, aku ingin bisa mengajar anak anak di sekitar komplek perumahan, ilmu yang kupunya. Apa pun itu ..
Juga perlahan aktif mendermakan ilmu dan perhatianku kepada kaum papa dan membutuhkan, mengangkat mereka dari kesulitan yang selama ini menghambat kelebihan mereka untuk maju.


Mungkin gak ya?
Untuk beraktivitas bebas saja, aku belum bisa. Secara kewajiban dan tanggung jawabku belum bisa memberikan banyak waktu luang.


Intinya, aku ingin menjadi wanita aktif yang berbagi ilmu dan perhatian kepada kaum yang membutuhkan semangat untuk maju, dan bangkit memperbaiki diri. Memperkenalkan arti buku dan manfaatnya kepada mereka yang hanya mengenalnya, sebatas lembaran kertas untuk pembungkus dagangan.


Aku ingin bisa menggandeng tangan tangan kecil yang terbuang, terlupakan dan tertindas, dan menyaksikan mereka tersenyum, bernyanyi, protes kecil, bertanya tentang alam, dan tidur kelelahan dibawah rindangnya pepohonan.
Aku ingin bisa mengajarkan betapa kasih sayang itu ada di hati kita, tumbuh dan membesar sebagai satu pedoman untuk menjadi seorang yang besar.


Mungkinkah impian itu hanya sebuah tulisan hingga kelak umurku terus berjalan?
Aku ingin mengajak mereka menanam pohon pohon muda ditengah hamparan lahan yang dibiarkan kosong dan tak berguna. Aku ingin menghidupkan bunga bunga hingga kembali berwarna dan menjadi model model cantik dalam satu pigura foto yang cantik dan alami.


In your dreams !!
Itu kata waktu sekarang ...
Toh kita tak pernah tahu apa yang terjadi beberapa tahun kedepan bukan? Sekalipun rasanya, aku tak memiliki jalan ke arah sana .. tapi impian untuk keliling dunia dan mengabadikan alam, cerita, manusia, langit dan awan awan yang bertuah, tetap menjadi impian ku yang tak pernah pupus. Itu artinya, aku harus punya uang banyak .. karena untuk berkeliling dunia saja, tak cukup dengan beberapa lembar pundi pundi berwarna merah.


Mm ... asyiknya melamun !
Asyiknya berhayal ..

Selengkapnya...

3

2009_06_11 Kau Memang Parasit






Parasit.mp3 - Gita Gutawa




Lirik
----
Petir membangunkanku
Dari mimpi burukku
Selama ini ku hanya terperangkap
Dalam medan magnetmu


Baru kusadari
Kau seperti parasit
Minta ini itu kau minta padaku
Dengan semaumu


Cukup sudah ku kini mulai gerah
Ku perlu oksigen untuk aku bernafas
Tanpamu

Pergi kau ke ujung dunia
Dehidrasi di gunung sahara
Hilang di segitiga bermuda (segitiga bermuda)
Pergi kau keluar angkasa
Hipotermia di kutub utara
Hilang di samudra antartika

Dan jangan kembali (parasit parasit parasit parasit)
Kau memang parasit (parasit parasit parasit parasit)

Mulanya malu-malu
Lalu jadi benalu
Minta ini itu kau minta padaku
Dengan semaumu

Cukup sudah ku mulai naik darah
Ku seperti bom atom yang siap meledak
Karnamu

Pergi kau ke ujung dunia
Dehidrasi di gunung sahara
Hilang di segitiga bermuda

Dan jangan kembali (parasit parasit)
Kau memang parasit (parasit parasit)
Minta dibayarin (parasit parasit)
Minta ditraktirin (parasit parasit)
Minta dianterin (parasit parasit)
Minta dijemputin (parasit parasit)
Minta ditelponin (parasit parasit)
Minta di sms-in (parasit parasit)
Minta dibeliin (parasit parasit)

Nada nada ceria yang mengalun dalam bibir lembut Gita Gutawa ini .. menjadi satu lagu favoritku yang melonjakkan suasana kegembiraan. Walaupun lirik lagunya bernuansa remaja, .. namun gempita alunan lagunya lebih meng isyaratkan kegembiraan.

Aku menyukai cara seorang Gita Gutawa membawakan lagu lagu nya lincah dan penuh penghayatan.

Cantik, modis, dan penuh talenta, itulah Gita! Figurnya diharapkan dapat mewakili image anak muda masa kini yang berwawasan luas, kharismatik, tidak terpaku hanya pada lingkungan sekitar namun juga mendunia. Melihat maraknya berita tentang prestasi gadis belia ini, bisa dipastikan Gita Gutawa akan menjadi salah satu penyanyi yang bersinar di tahun 2007 dan menjadi idola baru remaja Indonesia, seperti diuatarakan di sini.

My favourite song yang dinyanyikan Gita Gutawa adalah

  • Dua Hati Menjadi Satu, bisa dengarkan lagunya, dan download di sini
  • Kembang Perawan, bisa dengarkan lagunya, dan download di sini
  • Your Love featuring Delon, bisa dengarkan lagunya, dan download di sini
  • Ayah, bisa dengarkan lagunya, dan downloadsini
  • Jalan Lurus, bisa dengarkan lagunya, dan download di sini
  • Sempurna, bisa dengarkan lagunya, dan download di sini dan di sini
  • Lullaby, bisa dengarkan lagunya, dan download di sini
  • Tak Perlu Keliling Dunia, bisa dengarkan lagunya, dan download di sini
dan masih banyak lagi ..
Mau mampir ke blognya Gita ?? klik di sini ya

Penampilannya selalu fresh, young dan inspiratif. Dengan sedikit gerak gerik namun menguasa lingkar panggung, seorang Gita tak pernah absen memamerkan senyumnya.


----




When You Wish Upon A Star.mp3 - Gita Gutawa

----

Berandai andai mendengarkan lagu Wish Upon a Star dalam album terbarunya, sambil menikmati malam yang diterangi bintang. Beberapa bintang saling memainkan peranannya memutar posisi. Sedikit kedipan mata yang membuat kita tersenyum dan tak sendiri lagi.

Dan bulan tak ketinggalan menarik perhatian seorang pengagum malam yang menuliskan bait cerita dalam tutur puisi yang dirangkumnya.

Berikut lirik nya: lagunya bisa di klik di sini
"
When You Wish Upon A Star"

When you wish upon a star
Makes no difference who you are
Anything your heart desires
Will come to you

If your heart is in your dreams
No request is to extreme
When you wish upon a star
As dreamers do

Fate is kind
She brings to those who love
As sweet fullfillment of their secret drowning
Like a boat out of the blue
Fate steps in and see's you through

When you wished upon a star
Your dreams come true

Baby when you wish upon a star
Your dreams come true
When you wished upon a star
Makes no difference who you are
Your dreams come true

**Lalu siapa penyanyi idolamu?? ..

----
Tak Perlu Keliling Dunia
----


----
Related posts
----

Selengkapnya...

9

2009_06_10 Kisah Jendela di Rumah Sakit dan Award 4 Your Blog



Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras sedang di rawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk ditempat tidur selama satu jam setiap sore untu mengosongkan cairan di paru parunya. Kebetulan tempat tidurnya berada di sisi jendela satu satunya yang ada di kamar itu.


Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas pungungnya.


Setiap hari mereka saling bercakap cakap selama berjam jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan dan tempat tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.


Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela diperbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria kedua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna warna indah yang ada di luar sana.


"Diluar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang renang cantik. Sedangkan anak anak bermain dengan perahu perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh diatas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah."


Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detail. Sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.


Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata kata yang indah.


Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan satu minggu pun berlalu.


Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih, lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat, agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu.


Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati, dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri di kamar.


Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG !!!


Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah dibalik jendela itu. Perawat itu menjawab, bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang
yang buta, bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.


"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup" kata perawat itu.


----
Renungan
----
Kita percaya, setiap kata bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Setiap kata adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata kata akan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam berfikir dan bertindak.


Kita percaya, dalam kata kata tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Kekuatan kata kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya.
Kata kata yang santun, penuh motivasi, bernilai dukungan dan memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman. Namun menyampaikan kebahagian akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri.
**dipetik dari motivasi.net


Bersama award yang kutrima dari Mbak Fanda, ingin kuteruskan semangat kebaikan ini kepada:



Award dari Mbak Fanda


Semoga dapat diteruskan dengan semangat yang baru untuk terus memotivasi sahabat blogger .. (^o^)

Selengkapnya...

10

2009_06_09 Anak Kost




Nasib anak kost tak kenal
Mengikuti mata kuliah
Ya nasib anak kost rajin belajar
Agar hidup tak susah la yaw ya nasib

Aku makan tiap hari
Kadang hanya makan mi
Gimana nggak kurang gizi

Wesel datang tak pasti
Ibu kost tak mau mengerti
Nagih sewa bulan ini ..

Hidup sangat sedih .. uhh
Nasib anak kost ya nasib anak kost 2x

Kupernah punya janji
Ketemu dengan doi
Cewek kecenganku kini

Kuketuk pintu pasti
Keluar dosen wali
Ternyata pacar si doi

Hidupku jadi sepi karena
Mikir si doi
Sampai aku lupa mandi

Badan bau terasi
Tak ada mahasiswi yang mau padaku ini .. uh

Ingin bunuh diri uh .. nasib anak kost
Nasib anak kost…

----
Atau lirik yang berikut ini:
----


"Begini nasib jadi anak kost ..
Kemana mana ... asalkan senang, tiada orang yang melarang ..
Hati senang walaupun tak punya uang ... ooooo ...
Hati senang walaupun tak punya uang ....


He he he .. mantap bukan?
Teringat pertama kali kost, .. ketika itu aku sudah bekerja, di satu perusahaan asuransi asing di Jakarta. Mengingat jarak yang ditempuh cukup jauh dan melelahkan, aku memutuskan untuk mengambil kost kostan yang meringankan jadwal bangun pagi dan pulang kantor.


Ups .. bisa dibayangkan ... kalau tidak kost, aku harus berangkat pukul 05.30 pagi. Bangun pagi pun sejam sebelumnya. Setelah sholat shubuh *tumben rajin??* lalu mandi dan mempersiapkan segala sesuatunya, baru berangkat. Syukur syukur dapet tempat duduk di metromini. Kalau hari Senin tiba, biasanya berdiri pun, ya alhamdulillah.


Suasana ngantuk masih terasa. Alamakkk .. gak puas bobonya semalam !! ha ha ha ..
Istirahat cuman Saptu dan Minggu. Kalau Saptu lembur atau ada acara, ya Minggu lah saatnya bermalas malasan. He he, syukurnya, dulu belum getol internet macam sekarang. Kalau sudah?? .. bisa kebayang balas dendam begadang semalaman surfing internet disaat saat libur. Plus istirahat menjadi berkurang.


Ketika aku sekolah, kebetulan jarak dengan rumah tak begitu jauh. Begitu juga ketika kuliah .. masih bisa ditempuh dengan kendaraan umum, mengingat jam kuliah tak terlalu pagi seperti halnya berangkat kerja, dan pulang kuliah pun tak malam malam. Namun ketika bekerja, jam kerja dan jam lembur yang mengkhawatirkan membuatku berfikir ulang. Selain itu, kondisi tubuh harus tetap dijaga agar fit menjalani aktifitas.


Apalagi beberapa kali, aku harus pulang jam 11 malam, tanpa ada yang menjemput, selain taxi. Hiii .. Jakarta gitu loh !!
Alhasil, keputusan untuk kost yang cuman dijalani 6 bulan .. pun kuambil. Tak ada kendala, walau orang tua masih cukup khawatir. He he, maklum anak bontot. Tapi soal kedisiplinan, tak menjadi masalah buatku. Sehari hari, aku sudah terbiasa melakukan aktivitas sendiri. Hanya saja aku penakut ..


Kebetulan tempat kost dimana ku tinggal, cukup meninggalkan kesan angker disaat saat tertentu. Padahal kalau dari luar sich enggak loh.
Rupanya jam "gentayangan" nya jam 12 malam. Hiks hiks ...
Padahal ketika itu aku suka ke kamar mandi, untuk buang air kecil. Tak lupa membawa radio ... dan ketegangan yang harus kualami ketika harus melanjutkan tidur lagi.


Ha ha ha ..
Kalau mengenang masa itu, aku suka tersenyum sendiri. Hingga saat ini, .. aku juga masih menjadi anak kost, hanya saja .. sekarang aku punya teman setia. Jadi gak takut lagi. He he he ..


Apa suka dukanya menjadi anak kost? Hayooo .. yang mau curhat, nangkring disini ya?
Kalau gitu, dimulai dari aku ya??


Sukanya:
1. Banyak teman dooonnkk. Sekalipun kita juga harus berhati hati dalam bergaul .. tapi mostly, kita berteman dengan mereka dari berbagai kalangan dan latar belakang. Sosialita pun bertambah, dengan komunikasi yang sering kita lakukan dalam keseharian.


2. Menjadi dewasa. Tak selalu yang namanya anak kost mendapat dukungan materil dan moril dari orang tua khan? Mm .. bagaimana ya caranya agar tetap bisa bertahan hidup, namun tak membebani orang tua? Bisa dimulai dengan mengatur keuangan sendiri. Mengatur pola hidup, dan berfikir bagaimana caranya bekerja mendapat penghasilan tambahan yang halal tanpa mengganggu tujuan utama kita.


3. Disiplin. Dari kebiasaan yang merupakan rutinitas .. kedisiplinan untuk mengatur kehidupan kita, menjadi terpola. Mulai dari mencuci pakaian sendiri, mencuci piring, mengatur kamar sendiri, dan bagaimana mengatasi masalah sendiri.


4. Belajar prihatin.
Anak kost gitu loh .. duit serba pas buat sebulan. Gak ada yang namanya keinginan beli ini dan itu, kalau gak pake nabung. Kalau gak ada rizki dadakan ...


So, .. keprihatinan yang kita alami bisa membuat kita lebih santun menggunakan dana. Lebih santun dalam ber empati, memahami dan saling membahu. Tetap sederhana .. dan tidak lupa susah ketika senang.


Semulus itu kah jadi anak kost? TIDAK DONKK !!
Cuman malaikat yang bisa begitu ... he he he, setidak nya beberapa keluhan juga menyambangi anak anak kost yang cuman bisa gigit jari. Antara lain:


1. Puasa dech ...
Sebenarnya puasa bagian dari positifnya menjadi anak kost. Tapi kecenderungan puasa yang ini, adalah puasa beneran ... gak hanya senin-kamis. He he he .. alias bokek berat, kalau gak pintar pintar mengaturnya.


2. Awas kecurian kalau gak waspada.
Kecolongan selama jadi anak kost. Ya .. selalu ada saja. Terkadang yang namanya berteman, kita belum mengenal pasti karakter teman teman dalam satu kost. Ini bukan berarti kita harus curiga loh dengan teman kost sendiri. Namun kewaspadaan perlu ditingkatkan. Terutama bila kita memiliki barang barang berharga, sebaiknya tidak di "pamerkan" dengan sengaja.


3. Kalau di rumah, disiapkan makanan ini .. tak suka, pasti protes. Atau tak makan sama sekali. Lah kalau jadi anak kost? Gak makan sudah jadi judul sehari hari. Makan apa saja mau, yang penting perut kenyang, fikiran terang.
Mau manja manja sama ortu? .. Gak ada dalam rumusan anak kost. Hayoo saatnya mandiri mengerjakan aktivitas sendiri. Kalau malas, ya tanggung sendiri akibatnya.


4. Liburan kemana ya? hue he he ..
Di rumah sajalah, nonton tivi bareng bareng atau tidur. Baca koran? atau ngobrol saja.
Syukur syukur, bisa cari sampingan buat nambah saku ..


Ada lagi???
Yang jelas .. gak perlu denger teriakan sana sini buat ngerjain ini itu. Kalau lagi males ... ya maleslah semua. Tapi kalau lagi rajin ... ya rajin, mantap tenant, jempol di tangan !! He he ..


Cuman ya, kalau lagi sedih, pingin curhat dan tukar fikiran .. hiks hiks, mau lari kemana ya? Kita gak bisa curhat begitu saja ke teman teman kost an. Alhasil larinya kalau gak ke diary ya, pendam saja ..
Kalau sudah begitu, .. kayaknya nelongsoo banget jadi anak kost ya? Hue he he ..
Jangankan berharap bisa chatting di internet. Ugh ... kalau ingat zaman dahulu ..


Tapi ada juga ya lucunya ... buat yang suka ngutang di warung? Hue he he ..
Atau suka korek korek isi laci/lemari/kantong celana, mencari keberuntungan sisa uang saku yang terselip? He he he .. bisa di share ya nanti ..


Aku punya teman dekat yang baik banget denganku. Ketika aku sakit .. dia yang ngerok badanku, telaten dan sabar. Igh .. punggungku merah merah. Sekalipun aku meringis kesakitan, dia tetap saja mengerok badanku yang cuman tulang belulang ini. Keesokkan harinya aku istirahat penuh dan akhirnya aku kembali pulih.


Wah, kemana ya dia sekarang? Andai dia baca tulisanku, .. mungkin kami masih bisa bernostalgia kembali.


Sekarang, kost anku terbilang lebih nyaman. Tentu karena sekarang, aku punya teman setia yang menemani tiap malam. Jadi tak perlu khawatir lagi kalau bangun tengah malam. He he .. Juga kamar kost yang lebih besar. Ibu kost yang lebih memperhatikan dan kekeluargaan. Rasa nyaman tentunya membuatku lebih betah dan aman berada seharian di dalam.


Ayoo bagi cerita anda, ketika dulu nge kost ... (^o^)

Selengkapnya...

4

2009_06_07 Mandi Sinar Matahari Yukk ..




Olah raga yuk ..
Satu .. dua .. tiga .. empat ..
Pemanasan jangan lupa ...


Mm, ingat ketika sekolah dulu tiap hari jumat ada senam jasmani bersama? Tahun berapa yakk? .. Tahun delapan puluhan ..
Gak tahu dech, zaman saiki ... he he


Olahraga dilakukan ketika pagi hari membawa dampak yang baik untuk kesehatan. Pernah membaca satu artikel ketika sinar matahari pagi jam 07.00-09.00 pagi, adalah sinar terbaik untuk mengolah vitamin D yang ada ditubuh kita dan kalsium begitu mudah diserap oleh tubuh?
Mengapa begitu ...? Pertanyaan yang bagus .. nanti kita tanya Mbah Gugel untuk jawabannya.


Apa anda pernah mencobanya? Aku baru mencoba beberapa hari ini. Nyeri pada tulang pun berangsur berkurang. Wah .. sudah kayak nenek nenek saja nich, mulai merasakan nyeri tulang. Mengapa begitu? Mungkin karena aktivitas kita sehari hari tidak banyak diwarnai dengan gerak tubuh. Duduk manis di depan komputer, berhari hari membuat tubuh menjadi kaku, dan tulang pun "ngambek".


Pun bila pagi hari, kita suka terkena "sindrome" flu, batuk atau sesak nafas, langkah termudah yang bisa dilakukan pertama adalah dengan berjemur di pagi hari. Merasakan hangatnya sinar matahari hari sambil menarik nafas panjang beraturan. Lakukan sedikit gerakan olah tubuh untuk memperlancar peredaran darah.


Nah, aku mencoba berbagi, apa manfaat berjemur dipagi hari .. dan untuk kualitas apa yang bisa kita peroleh dengan aktivitas ini.


Hasil bertamu kepada Mbah Gugel, adalah pagi bermandikan sinar matahari antara pukul 07.00-09.00 selama 15 menit akan memberikan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh untuk kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis. Jika tak sempat berjemur di pagi hari, aktivitas sehat itu bisa dilakukan pada sore hari, khususnya setelah pukul 15.00.


Tentang waktu lamanya berjemur, itu tergantung usia. Untuk anak-anak dan orang tua, sekitar 5 hingga 10 menit. Kalau masih muda, berjemurnya bisa lebih lama sedikit, yaitu 15-30 menit.


Namun, untuk 'berjemur' di pagi hari tersebut usahakan tidak lebih dari jam 09.00. Sebab, paparan radiasi dan sinar ultraviolet A dan B sangat berbahaya, selain menyebabkan keriput juga dapat menyebabkan kanker kulit.** rajasolusi



Tidak lupa untuk mengajak anak anak beraktivitas layaknya olahraga paling tidak tiga kali seminggu selama 15 menit. Tentunya dibarengi dengan asupan gizi berupa kalsium yang cukup dan pola makan yang sehat. Keperluan kalsium untuk orang dewasa per hari sebesar 1.000 mg, bisa diperoleh baik dari susu, sayuran hijau seperti brokoli dan buncis, buah-buahan seperti jeruk, pisang, pepaya, kiwi, dan alpukat, serta segala jenis ikan, terutama ikan teri.


Lengkapnya bisa disimak di sini:
1. Sinar matahari menghasilkan vitamin D
2. Sinar matahari mengurangi kolesterol darah dan gula darah
3. Sinar matahari adalah pebawar infeksi dan pembunuh bakteri
4. Sinar matahari meningkatkan kebugaran pernafasan
5. Sinar matahari membantu dalam membentuk dan memeprbaiki tulang tulang
6. Sinar matahari meningkatkan beberapa jenis kekebalan


Sinar matahari juga dapat meningkatkan kebugaran dan kualitas pernapasan. Bisa meningkatkan kapasitas darah untuk membawa oksigen dan menyalurkannya ke jaringan-jaringan. Ini berarti banyak oksigen tersedia untuk dibawa ke otot sewaktu berolahraga. Faktor lain yang bisa membantu meningkatkan volume napas ialah bahwa glikogen bertambah di hati dan otot setelah berjemur matahari. **id answer

Wah siapa sangka manfaatnya banyak sekali ya? Teringat dulu ketika bekerja, jangan harap bisa bertemu sinar matahari. Berangkat dari rumah masih gelap, pulang pun sudah gelap. Kebayang .. duduk seharian di depan komputer, pun ber udarakan AC. Mungkin kah aku baru merasakannya sekarang? Mm ...
Ketika Saptu atau Minggu .. lebih nyaman beristirahat, berlindung dibawah selimut. Hayoo ... gimana badan mau sehat ya?

Dengan rajin berjemur, 3x dalam seminggu akan menjadi tabungan kalsium dalam tubuh.
Vitamin D akan membantu memadatkan tulang karena membantu penyerapan kalsium.

Kini aku mulai rajin melakukannya. Tadinya sempat kebingungan .. mau berjemur dimana ya? Mau jalan pagi ... waduh, semua orang yang lewat pada jalan mengejar waktu, alias berangkat kerja. Mau ke lapangan bola yang kebetulan ada di belakang rumah .. kok cuman aku sendirian ya? he he he .. gak pede.

Alhasil berjemurlah aku dekat jemuran baju ... hua ha ha. Wah disini terjaga privasinya. Sembari memperhatikan hiruk pikuk aktivitas orang orang dari atas, aku juga bisa melihat langit yang membiru dengan indahnya.

Sesekali kuajak suamiku berjemur ketika libur tiba. Awalnya, cuman menemani. Tapi lama lama kok malah dia yang banyak bergerak sembari lari lari kecil. Hingga waktu 30 menit pun menjadi tak terasa lagi.

Lalu bagaimana dengan anda?
Sudahkan berjemur matahari pagi, hari ini?

----
Related Posts:
----

Selengkapnya...

6

2009_06_06 Lebih Kuat, Lebih Besar, Lebih Bermanfaat




Lebih Kuat, Lebih Besar, Lebih Bermanfaat
Kalimat ini saya petik dari tutur kata seorang Mario Teguh, yang inspiratif .. dan motivatif. Membandingkan begitu banyak keluhan keluhan kita disaat menghadapi masalah, musibah, tantangan, atau hantaman yang membuat kita terdiam, malu, berlari bahkan senbunyi. Dukungan sebuah "kelebihan" yang kita miliki, adalah alat ukur yang memacu kita untuk tetap berdiri disaat kekurangan dan kelemahan itu menyambangi kita setiap saat.


Tak semudah itu, menjalani saat saat yang penuh beban dan kritikan, ketika kita sudah begitu nyaman dengan zona kenyamaan penuh sanjungan atau pujian, keamanan juga kepraktisan dalam hidup. Namun bila sewaktu waktu, sebuah ujian mempertemukan kita dengan nya, adakah kita siap memberdirikan diri kita sekuat ketika kita berada dalam bendera kemegahan?


Ketika seorang yang harus berjuang mencari nafkah, duduk menanti rizki ditengah kekurangan fisiknya. Tak perduli pandangan orang, cibiran atau sinis mata melihat, yang penting kebutuhan pangannya terpenuhi sesaat.
Ketika banyak manusia manusia yang menemui benturan dalam hidup atau menemukan dirinya dalam cobaan besar, keyakinan dalam hati untuk tetap berdiri dan menentukan masa depannya adalah kekuatan yang bukan diatur oleh orang lain, melainkan dirinya.


Lalu bagaimana kita yang terkadang enggan memilih maju hanya karena, rasa percaya diri itu hilang? Tidak memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan?
Tidak mempunyai barang yang bisa dipamerkan?
Atau hanya karena bosan dan menggantungkan perubahan pada waktu yang bergulir terlalu cepat?


Hidup bukan tentang orang lain. Hidup adalah tentang kita, tentang aku !!
Hidupmu berarti kalau dirimu yang mengubahnya menjadi LEBIH ... kuat, lebih besar dan lebih bermanfaat.
Who's the boss?? not them, but you !!
Kitalah yang menentukan keinginan kita. Dan kitalah yang menentukan kemajuan kita.


Aku teringat kepada seorang loper koran wanita, yang rajin mengitari komplek perumahan mengantarkan koran koran langganannya. Sepagi itu ia selalu menyapa konsumennya, memberitahu, korannya sudah tiba. Senyum selalu mengumbar di pipinya, kepada siapa yang menatapnya kagum. Aku ingin mengatakan hebat !! Tapi bukan sekedar ucapan yang ia butuhkan .. karena dalam hati siapapun yang melihatnya, terbersit kekaguman yang patut diacungkan jempol.


Juga seorang bapak tua yang tak diberi nikmat melihat, memanggul bakul pisang di bahu kanannya. Ditemani istri, dan terkadang seorang lelaki muda menjajakan dagangannya. Dari pisang tanduk, pisang raja, pisang uli .. apa saja, berjalan menyambangi jalan jalan panjang.


Dulu aku sering mendengar teriakan nya yang khas, ketika melewati rumah. Malam itu pukul 20.00. Tak jarang dini hari ia sudah melewati rumah, atau hampir tengah malam. Berjalan pelan seakan hendak mengetuk pintu demi pintu konsumennya, sehingga tak perlu mengejar dirinya yang telah jauh berlalu.


Senyum dan syukurnya ia haturkan ketika dagangannya mulai dibeli. Sepanjang doa yang ia ucapkan ketika kelebihan rizki ia terima. Tuhan menghadirkan sosok yang sederhana walaupun berkekurangan, namun sangat bersyukur dan ikhlas menjalani hari harinya dengan sabar.


Bapak tua itu adalah cermin buatku dan ketukan palu ketika aku melupakan Nya! Ia menjadikan dirinya kuat, besar dan bermanfaat .. sekalipun ia tak memiliki harta, baju bagus, kendaraan mewah atau pekerjaan yang membuatnya kaya materi. Namun ia memiliki hati yang kaya iman. Kaya pelajaran hidup dan kaya kesederhanaan yang tak tertandingi.


Tuhan masih mempertemukan aku dengan seorang ibu tua yang pulang berjualan di Pasar Empang Bogor, ketika itu. Aku lupa siapa namanya !!
Ia membawa bakul sebesar bakul jamu dan berjualan koran bekas di sudut Pasar Empang. Ibu tua itu nampak tua dan lelah, namun murah senyum dan berkata dalam bahasa sunda dengan lincahnya.


Ketika aku dan suami memiliki rizki berlebih, kami berniat untuk mencarinya dan menemukan rumahnya. Karena mencari cari sang Ibu di Pasar Empang bukanlah pekerjaan yang mudah. Satu demi satu penjaja buah yang kami temui, dan pedagang tak mengenal nama Sang Ibu dengan baik.


Seperti memainkan aksi reality show termehek mehek, kami mulai bertanya kepada rumah rumah penduduk. Melintasi sawah, gang kecil dan kali dengan jembatan yang sempit dilewati Sang Ibu tua dengan beban bakul koran bekas dipunggungnya. Kalau tidak salah, sandal jepit tua dan lusuh melindungi kakinya yang kecil dan ber urat.
Agh .. semangat untuk menemukan Sang Ibu menjadi begitu kuat, sekalipun kami sempat menemui kesulitan.


Jalan yang ditempuh Sang Ibu, cukup jauh juga dimana, ia turun dari kendaraan umum. Berangkat pagi, dan siang itu baru kembali. Berapa jumlah pundi pundi yang ia peroleh ya?
Alhasil, berkat bantuan banyak orang, kami menemukannya. Tentu Sang Ibu sedikit lupa tentang pertemuan pertama kami di angkot 08. Dan bertuturlah ia tentang kehidupannya yang sederhana. Suaminya sakit, dan kini banyak ber istirahat di tempat tidur.


Ketika kami datang, Bapak pun bangun dan menyambut kami. Agh .. kami benar benar terharu. Senyumnya terlihat menahan rasa sakit yang ditutupinya. Kami bertutur seadanya, karena aku tak begitu memahami bahasa sunda. Rizki yang menjadi niat itu, kami sampaikan, demi meringankan beban kehidupannya. Semoga Tuhan melindungi keluarga ini dengan segala kemudahan dan rizki yang tak pernah berhenti.


Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari pertemuan demi pertemuan dengan sosok renta, namun lebih segalanya dari kita yang memiliki kesempurnaan.
Kegigihan mereka, patut menjadi tauladan .. bagi kita.
Bagi ku !!!
Selengkapnya...

4

2009_06_05 Abang Ojek ku ...


Gambar diambil di sini

"Mau keman Neng?" Sapa abang ojek menghampiri.
"Ke Gatsu Bang. Berapa duit?" Jawabku.
"Rp. 20,000 ya"
"Rp. 15,000 ya?"
"Rp. 20.000 Neng, jauh nich"
"Ya udah, tapi jangan ngebut yak!" Ujarku menyetujui.


Bersiap siap dengan mengendarai helm dan melajulah abang ojek mengantarku sesuai tujuan yang dipinta.
Sore itu, melangkah dengan langit setengah terang *setengahnya lagi mendung* aku memutuskan untuk menggunakan ojek yang lincah dan bisa diandalkan untuk mengantarku.


Dulu waktu di Bogor, aku terbilang jarang menggunakan ojek. Karena transportasi begitu mudah digapai dan perjalanan tak semacet di Jakarta. Apalagi di Bogor ada pepatah lama yang mengatakan, kita tidak menuggu angkot, tapi angkotlah yang menunggu kita. He he .. Sangking banyaknya mas angkot ini berseliweran .. ber iritan bahkan dengan penumpang yang belum terisi penuh.


Namun setelah aktif berada di Jakarta, dimana tak semua kendaraan umum mengitari jalan jalan kecil dan nanggung, transportasi menjadi satu pilihan yang bisa diandalkan, walau cukup berisiko tinggi. Dari sisi kelincahannya, ojek bisa diajak kompromi. Dalam suasana jalanan "PAMER" - PAdat MERayap, ojek begitu lincah menyelipkan dirinya memasuki jalan jalan sempit, jalan jalan kampung .. atau berdiri diantara 2 kendaraan besar di sisi kiri dan kanannya.


Sesekali ketika aku berada di angkutan umum metro mini atau mikrolet, bergumam, .. "ugh dasar motor, nyelip nyelip aja. Bikin macet !! Kesenggol gak mau en marah marah. Tapi kalau nyenggol kabur !"
Yah itu sich sudah sering sekali terjadi ..


Tapi giliran aku diantar abang ojek, dengan cara caranya menyelip, aku mengagumi kelincahannya membawa penumpang, menghargai waktu dan mengantarkan sampai tujuan dengan baik. Terkagum kagum dengan cara mereka menghargai waktu, mereka selalu menawarkan pilihan praktis dalam mencari jalan pintas untuk menghindari macet.


Dari beberapa kali menggunakan ojek, aku memiliki satu abang yang menjadi langgananku. Karena kesabarannya ber attitude di jalan raya, tidak mendahului, tidak asal asalan, ... seng penting selamat. Obrol punya obrol .. tukang ojek memang tak selalu bisa dijadikan pendapatan rutin perbulannya. Karena tak selalu memiliki penumpang rutin yang memintanya menggunakan jasanya, setiap hari.


Ketidakpastian ini, tak membuat mereka lalu meninggalkan pekerjaan mengantar orang demi waktu, berlalu begitu saja. Ada saat saat mereka juga memperoleh rizki yang berlimpah disaat tak terduga. Management mengelola pendapatan menjadi satu kekuatan sehingga mampu bertahan dalam keluarga, dan menyekolahkan putra putrinya hingga ke jenjang yang lebih tinggi.


Kerjasama team di rumah dalam memperoleh penghasilan tambahan juga membantu perekonomian keluarga. Disamping itu, aktivitas seorang tukang ojek ternyata lebih dari sekedar yang kita lihat tiap tiap harinya. Bila siang hari aku melihatnya menunggu panggilan penumpang, malam hari digunakannya untuk memperoleh pemasukan yang berbeda.


Dengan latar belakang yang berbeda beda, posisi tukang ojek bersatu ketika mereka menjalankan aktivitas yang sama. Ada pensiunan karyawan di perusahaan farmasi. Ada juga mahasiswa masih kuliah, mencoba menambah penghasilan dengan mengojek. Ada pegawai negeri yang sedang cuti, mencoba mencari kegiatan sambil membantu keuangan keluarga.


Tak perduli apapun itu, tukang ojek adalah pekerjaan terhormat yang membantu banyak orang untuk melanjutkan aktivitasnya lebih cepat. Bahkan artist Cinta Laura pun menyesalkan ketika hujan, becheck ... tak ada ojeck bukan?


Seberapa sering kita menggunakan Ojek?
Bila waktu tak bisa lagi kompromi, atau cukup kesulitan menemukan kendaraan umum menuju tujuan. Khususnya di kota kota besar yang cukup membuat geleng geleng kepala karena tingkat kepadatannya. Belum lagi panas terik ketika harus berdesakan di angkutan umum dan beradu aroma ..


Seberapa risikonya menggunakan Ojek?
Itu tergantung pengendaran ojek tentunya. Apakah ia cukup aware terhadap keselamatan diri dan penumpangnya? Kejelasan surat surat kendaraannya, sehingga ketika diadakan razia dadakan oleh polisi, tak mengganggu tujuan penumpang untuk tiba lebih cepat. Juga tergantung kepada pengetahuan pak ojek menguasai daerah tujuan. Sehingga memiliki alternatif jalan lain yang menyelamatkannya dari kemacetan.


Terutama bila hujan tiba, ada baiknya bila berteduh saja. Menggunakan jaket hujan yang sering dikenakan, memberi satu pengalaman pahit seorang rekan. Ketika itu jaket nya besar terselip di putaran gerigi ban. Alhasil terjepit, dan motor pun terjatuh. Tak melihat ada kendaraan motor lain yang melaju dibelakangnya, .. penumpang pun terlindas kakinya.
Kondisi kakinya di vonis patah oleh dokter.


Semoga kita lebih berhati hati lagi ya. Tak perduli ojek, naik angkot, ataupun tengah berjalan, musibah bisa saja terjadi.

Selengkapnya...

7

2009_06_03 Waktu ..


Waktu ..
Dan bicaralah padaku !!
Tentang mimpi mimpi yang pernah kutulis
Tentang bulan seribu yang menerangi malam ketika gelap bergumam


Dan Waktu ...
Ooh .. waktu yang kubiarkan berlari meninggalkanku terpuruk
Apa yang harus kukatakan, ketika mata waktu menunjukku tajam
Karena menyia nyiakan tangan tangan keemasannya berlalu tanpa hasil


Waktu ..
Dimana aku kini berdiri?
Diatas kertas kertas yang berserakan kah?
Diantara lembaran buku buku yang memintaku bertutur kah?
Atau tersembunyi didalam gelisahku yang tak kunjung henti akan pinta pinta yang hilang asa.


Waktu ..
Beri aku jawabmu
Beri aku petunjukmu .. tanpa teka teki .. tanpa kerumun tanya yang membingungkan
Beri aku dering alarm mu .. yang terus berbunyi dan memekik ku di telinga


Waktu ..
Pernah terbersit untuk bertanya pada diri sendiri, apa yang sudah kita lakukan separuh jalan di tahun 2009 ini?
Mm .. begitu banyak janji dan resolusi dibuat diawal tahun, tak membuat kita bergerak ketika waktu berjalan bulan demi bulan.


Tahun ini .. apa resolusiku?
Menjaga sebuah impian yang masih merupakan harapanku terbesar. Walau sudah separuh jalan, meneruskan gegap gempita semangatku di tahun sebelumnya .. namun sebersit nada putus asa pun sempat menghinggapi.


Mm .. terkadang aku ingin kembali menekuni bidangku lagi. Menekuni pekerjaan yang kini kusisihkan sementara. Membayangkan bagaimana menelusuri waktu dengan target target dan perencanaan yang indah. Diantara ilmu ilmu serapan yang bisa kujalankan ..


Waktu hadir memberikan kesempatan. Kesempatan kepada siapa saja yang bisa melihatnya, bisa memaknainya, bisa mengambilnya, bisa mengerti maksudnya, bisa menghargai kehadirannya, bisa memanfaatkannya ... dan bisa bisa lainnya.
Waktu hadir tanpa percuma. Memberi kita pengalaman hidup, memberi proses pembelajaran, membuka mata mata yang tertutup dan mengisi kekosongan yang tak menghasilkan.


Apa arti waktu bagi anda?
Skala prioritas atau task point, merupakan target target bagi seseorang dalam memenuhi tahapan impiannya. Perlukah kita memiliki target dalam hidup? Atau sekedar mengikuti arus air kemana ia pergi?


Air selalu berlalu dari atas ke bawah ...
Air tak pernah beranjak dari bawah ke atas. Haruskah kita mengikuti laju air mengalir?


**Aku menulis diantara tanya kepada diriku sendiri ..

Selengkapnya...

6

2009_06_02 Friendship Award Dan Kisah Cangkir Cantik


Sepasang kakek dan nenek pergi berbelanja di sebuah toko suvernir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.


Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba tiba cangkir yang dimaksud berbicara. "Terimakasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu haru ada seorang pengrajin dengan tangan kotornya melempar aku ke sebuah roda berputar.


Kemudian ia mulai memutar mutarku hingga aku merasa pusing. "Stop! Stop!" aku berteriak. Tetapi orang itu berkata "Belum!" Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang ulang.
"Stop! Stop!" teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. "Panas!Panas!


Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku berfikir, selesailah penderitaanku. Oh Ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai ku. Asapnya begitu memualkan. "Stop! Stop!" aku berteriak.


Wanita itu berkata,"Belum!" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. "Tolong! Hentikan penyiksaan ini". Sambil menangis aku berteriak sekuat kuatnya. Tapi orang ini tidak perduli dengan teriakanku, dan ia terus membakarku. Setelah puas menyiksaku, kini aku dibiarkan dingin.


Setelah benar benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Dan terkejut sekali, hampir tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu sirna tatkala kulihat diriku.


----
Renungan
----
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan dan banyak airmata. Tetapi inilah satu satunya cara bagi Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemulian Nya.


"Anggaplah sebagai suatu kebahagian, apabila kamu jatuh dalam berbagai cobaan, sebab kita tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan iu memperoleh buah yang matang supaya anda menjadi sempurna dan utuh, tak kekurangan suatu apapun."


Apabila kita sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati. Karena Dia sedang membentuk kita. Bentukan bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses selesai, kita akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk kita.
** by Satrio Hari





Award dari Mbak Reni


Bersama award ini, ingin kusebar buah kecantikan untuk diteruskan dengan kebaikan ..
  1. Mind of Mine
  2. Mami Singa
  3. Melihanandita
  4. Ceritanya Mila
  5. Mr. Psycho
  6. Artihamsa
  7. Manusia Hero
  8. Oh Crab

Selengkapnya...

2

2009_06_01 Friends Award


Award dari mbak Reni


Banyak orang bilang, cinta begitu sulit ditebak. Ia bagaikan burung yang menari nari disekeliling kita, mengepakkan sayap, memikat, menarik hati kita untuk menangkapnya. Saat kita begitu menginginkan cinta dalam genggaman, ia terbang menjauh. Namun saat kita tidak mengharapkan, cinta hadir tanpa diundang.


Kita pun tidak bisa memaksakan cinta sekehendak hati kita. Memang cinta adalah fenomena hati yang sulit dimengerti.


Sebenarnya kita tidak perlu memeras otak terlalu keras untuk mengerti cinta. Bahwa semakin keras kita memikirkan cinta, semakin lelah pula kita. Cinta adalah untuk dirasakan bukan difikirkan. Yakinlah bahwa cinta yang kita inginkan, akan datang untuk kita disaat yang tepat. Namun bukan berarti kita hanya duduk menanti cinta.


Sebarkan cinta kepada keluarga, sahabat dan sesama. Dengan memberikan cinta, makan kita mengundang cinta untuk datang.


Kita hanya perlu membuka hati. Biarkan kecantikan hati kita memancar, mempesona cinta cinta yang terbang disekeliling kita, untuk akhirnya hinggap dan bersemayam dihati kita selamanya.
**By Zidny Ilman.


Bersama award ini, ingin kubagikan kepada:
  1. Coretan Lisz
  2. Cemolex
  3. Cebong 's Diary
  4. Catatan Kecil Nindy
  5. Chiyo
  6. Dhe
  7. Delakeke
  8. Dilla
Semoga dapat disebarkan dengan kebaikan ...
Tuhan memberi kita wajah, namun kita harus memberinya ekspresi (Anon)

Selengkapnya...