4

2010_02_19 Ide Mandiri Membangun Usaha

Wirausaha ..
Mencoba usaha sendiri, dimulai dari hobby ataupun aktivitas sehari hari. Mengasyikkan bagi kaum wanita yang mungkin memiliki waktu luang lebih banyak. Seperti diriku ..
Banyak hal disekitar kita yang dapat diolah menjadi sumber daya pemasukan lewat kreatifitas ataupun pengenalan terhadap barang yang banyak manfaatnya.


Berbagi cerita dan pengalaman tentang wirausaha memang tidak ada rumusan baku. Ide untuk memulai bisa datang darimana saja. Selama memiliki keinginan, dan kemauan untuk belajar dan mencari informasi. Banyak menggunakan waktu untuk survey dan melihat langsung ke lapangan.
Mengutip dari artikel Kompas, "setiap wanita memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama dalam mengelola, dan menciptakan usaha mandiri yang menghasilkan pendapatan." Jadi, kapan kita bisa memulainya?


Namun sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mempertanyakan kesiapan diri sendiri membangun usaha mandiri ini:


1. Ketika memulai suatu pekerjaan, anda tidak cepat lelah/bosan


2. Usaha/bisnis ini dimulai atas dasar suka dan bisa untuk dilakukan. Bukan sekedar trend atau ikut ikutan semata.


3. Menjalankan bisnis yang berbasis hobi lebih mudah, karena bisa berkembang dan berinovasi. Dan tidak pernah lelah untuk mencari hal-hal yang baru.


4. Memahami tujuan dalam berbisnis. Apakah untuk sekadar membunuh waktu (agar tidak merasa menganggur), tuntutan ekonomi (membantu pasangan), atau karena ingin berkarier.


5. Anda sangat percaya diri, dalam menghadapi tantangan usaha. Bisa jadi saat ada sedikit terpaan dalam bisnis, Anda akan menyerah.


6. Berani mengambil resiko dalam berbisnis, meskipun ada potensi untuk gagal atau menerima kekalahan. Namun, sudah punya rencana cadangan atau back up saat resiko yang diambil justru salah.


7. Selalu mencermati keadaan pasar dengan terus meriset dan ikut serta dalam diskusi, pameran, atau seminar. Dengan rajin memperluas networking dan menambah pengalaman.


8. Fleksibel dan tidak takut mengambil keputusan. Dalam dunia bisnis, keputusan bisa berubah dalam hitungan menit bahkan detik. Jadi bersiaplah.
**Female.kompas


Pengalamanku ketika 2002 akhir membangun usaha, memang bukan sesuatu hal yang mudah bahkan tak terfikirkan akan bisa berdiri untuk beberapa waktu lama. Membangun usaha adalah impian seorang enterpreneur muda. Muda dalam kaitannya baru memulai.


Sebelum berkecimpung, memberanikan diri membuka toko, aku terjun dan bekerja terlebih dahulu dengan orang lain hingga 2 tahun. Menjadi sulit bukan berarti menjadi tak mungkin. Di tengah tengah keinginan untuk menjadi bisa, aku lalui hari hari yang mungkin banyak melelahkan dan menanti kesiapan "bisa". Hari hari kuhabiskan dengan belajar ..


Baru setelah waktu memberikan kecukupan ilmu, aku mencoba untuk belajar mandiri dengan risiko yang sudah kupelajari. Langkah pertama ketika itu adalah dengan:
1. Melakukan survey pasar terhadap permintaan/kebutuhan, terhadap peminat dan pesaing disekitar.
2. Melakukan survey pasar terhadap harga dan kualitas barang/jasa terhadap pesaing disekitar.
3. Melakukan survey produk/barang.
4. Pengenalan produk/jasa kepada konsumen.
5. Memulai usaha.


Banyak point yang bisa diurai didalamnya. Namun secara garis besar, usaha kecil bisa dimulai dengan menjembatani suatu permintaan hingga kebutuhan itu benar terpenuhi. Namun sebelum benar benar memperkenalkannya kepada konsumen, pertama, penting bagi kita untuk mengenal di awal karakter produk/jasa yang akan kita jual.
Ini bertujuan untuk mengantisipasi pertanyaan yang timbul dalam rangka pengenalan produk/jasa, dan juga untuk meyakinkan pembeli/peminat akan kualitas dan manfaatnya.


Selamat mencoba ..

Selengkapnya...

2

2010_02_05 Award Dari Sahabat dan Kisah Bijak

Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting? Bertahun tahun aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku fikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia. Jadi aku jawab,"Telinga, Bu". Tapi itu bukan jawabannya.


"Bukan itu, nak. Banyak orang yang tuli. Tapi teruslah berfikir. Aku akan menanyakannya nanti."


Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum ia bertanya padaku lagi. "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata." Dia memandangku dan berkata,"Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah. Karena masih banyak orang yang buta."


Gagal lagi, aku meneruskan usahaku menemukan jawaban baru dari tahun ke tahun. Ibu terus bertanya kepadaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."


Akhirnya, tahun lalu, Kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua keluarga menangis. Bahkan ayahku menangis. Aku sangat ingat itu, karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku, mengucapkan selamat tinggal kepada Kakekku.
Ibu bertanya lagi kepadaku. "Apa kamu sudah tahu bagian tubuh apa yang paling penting, sayang?"


Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku bahwa pertanyaan ini penting buatku. Ini akan menunjukkan apakah kamu benar benar "hidup". "Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu. Aku selalu berkata kamu salah. Dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi hari ini adalah hari dimana kamu harus mendapat pelajaran penting".


Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat wajahnya penuh dengan airmata. Dia berkata" Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu." Aku bertanya," Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"


Ibu menjawab,"Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi, ketika mereka menangis. Kadang kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman, agar kamu selalu punya bahu untuk menangis, kapanpun kamu membutuhkan.


Akhirnya aku tahu bagian tubuh yang paling penting, adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi orang tidak akan pernah melupakan bagaimana kamu membuat mereka berarti. **Motivasi.net





Bersama kisah kisah bijak dan 2 Award yang dikirim oleh sahabatku, Mbak Reni, aku ingin berbagi kebahagian untuk sahabat sahabatku yang mampir di blog ini. Rulesnya memang musti berbagi kepada 13 sahabat, tapi karena aku jarang blogwalking .. lagi. Jadi ku bebaskan kepada siapa pun sahabat yang ingin berbagi award kepada sesama teman blogger lainnya ..


Semoga dapat diteruskan dengan kebaikan ..

Selengkapnya...

9

2010_01_16 Wiken Tanpa Ke Mall-Ulik Keramik


Week end kali ini kemana ya?
Berlibur dirumah saja? Mm .. sudah hampir tiap minggu dihabiskan dengan bersama sama dirumah. Ke mall? ugh .. gitu gitu aja mallnya ..
Ke toko buku? Buku yang kemarin masih belum dibaca ..
Ke rumah teman? Ngapain yah??


Cari suasana baru yuk ^.^
Berlibur tanpa harus ke mall .. tapi berkunjung ke salah satu situs sejarah masa lalu. Digiring oleh ide muda dan segar, Wiken Tanpa Ke Mall memulai kebersamaannya (yang ketiga) ini menuju ke Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua-Jakarta.


Dari awal WTM ini memulai aktivitasnya ke Ragunan, aku sudah berkeingin dan untuk bergabung dan menikmati suasana berbeda bersama teman teman baru dan aktivitas yang dilakukan. Mm .. sayang, waktu tak selalu terbuka memberi kesempatan. Akhirnya .. pertemuan ketiga inilah, yang membuatku mampu bercerita dan menuliskan uniknya meramu bentuk bentuk tanah liat menjadi keramik


Diawali pukul 09.00 pagi, ketika itu hujan terasa cukup deras. Antara rintik hujan dan dinginnya suasana, peserta belum terlalu banyak datang.


Setelah mendaftar ulang, aku dan temanku dipersilahkan berkeliling dan memotret sebagian koleksi museum. Mm .. sudah lama aku tak memasuki museum. Tangga setapak menuruni satu ruangan yang berisikan peralatan zaman dahulu di dalam kotak besar berlapis kaca. Mm .. sederhana namun menyimpan banyak cerita. Aku mengabadikan isi ruangan ..


Sembari "berkelana" dan menikmati etalase keramik, beberapa teman dan peserta lain pun berdatangan. Mm .. hujan mulai reda. Bangku bangku disediakan di sisi halaman rerumputan yang teduh. Sayang sekali ya, museum ini nampak tak menarik minat pengunjung. Padahal bisa diadakan banyak kegiatan yang berkaitan dengannya, akan menjadi satu wisata kota yang menarik minat banyak kalangan. Bahkan untuk mengkomersilkan kreatifitas keramik didalamnya ..


Guide Museum pun siap mengantar. Berkeliling .. dan menerangkan sisi museum dengan isinya. Beberapa fotographer yang siap dengan kalung kameranya pun beraksi. Termasuk diriku.
Jepret sana .. jepret sini ..
Menaiki tangga yang meliuk drastis, menyeramkan buatku .. dan melihat sisi ruang yang berbeda dengan banyak jendela di kiri kanannya.


Pertengahan waktu, kami dibawa ke dalam satu aula besar dan kisah keramik pun dimulai. Mbak Nia Gautama mulai membuka pertemuan dengan menceritakan bagaimana dirinya tertarik dan akhirnya terjun ke dalam dunia keramik. Beberapa slide diperlihatkan tentang keunikan dan keragaman keramik. Bagaimana keramik begitu ramah disosialisasikan kepada masyarakat di dunia luar Indonesia.


Setelah makan siang dan sejenak beristirahat, kami digiring ke satu barisan panjang dimana sebongkah tanah liat telah dipersiapkan untuk masing masing peserta. Kami saling duduk berhadapan dan mulai membuka plastik plastik hitam yang membungkus tanah liat. Sebatang lidi seperti sumpit tipis disediakan membantu dalam hal pembentukan tanah liat menjadi satu benda yang lebih bernilai.


Mbak Nia mulai memberi aba aba bagaimana memulai mengolah bentuknya. Dibantu 2 mahasiswa senirupa di sisi barisan panjang, kami diarahkan untuk membulatkan tanah liat dan menekannya dengan jempol. Hingga membentuk satu cekungan seperti mangkuk kecil.


Para peserta nambak sibuk merapikan kreasinya. Suara suara canda tawa terdengan dari tiap tiap barisan. Namun akhirnya kesempatan untuk berkreasi dibiarkan terjadi. Ada yang membentuk kudanil .. lalu boneka, ular ularan .. vas bunga .. asbak .. dan masih banyak lagi.


Tak ketinggalan atraksi membuat keramik dengan meja putarnya pun berlangsung. Mm .. peminat sibuk mendekati artist keramik ketika memutar mejanya. Wow .. seperti dalam film Ghost dimana Patrick Swayze dan Demi moore memainkan jari jemarinya hingga beradu sangat romantis. Uuuu .... ha ha ha ..





Foto foto selengkapnya dapat diintip di sini.


Kesederhanaan acara sekaligus mengajak kita mengenal hal hal lain yang sering kita abaikan, namun tak berada jauh dari lingkungan kehidupan kita. Keramik .. banyak asesoris rumah yang selalu berkaitan dengannya. Dan kita sempat melupakan bagaimana uniknya keramik cantik itu dibuat. Dari sebongkah tanah liat yang lengket, coklat dan bahkan tak bernilai. Ditangan yang tepat, ia berubah serupa perhiasan rumah yang indah. Tanpa kehadirannya .. sense eksotis Indonesia belumlah lengkap.


Kreatifitas sangat dibutuhkan dalam menyulap sebuah kesederhanaan menjadi satu cita rasa yang tinggi. Andakah pemilik kreatifitas itu?

Selengkapnya...

0

2010_01_05 Emosi Manusia

Kenapa manusia dikasih emosi dan amarah ya, sama Tuhan?
Pertanyaan yang aneh ..
Tapi hayooo .. jawab. Ada yang bisa gak?


Hari ini, .. aku habis mengeluarkan uneg unegku. Nada bicaranya memang agak tinggi .. seperti orang emosi. Habis itu plong .. tapi juga menyesal. Kenapa musti pake marah marah ..
Kata orang bijak, kita musti bisa mengontrol emosi. Jadikan emosi sebagai sahabat, sehingga kita bisa menempatkannya dengan benar. Susah juga ya?


Emosi seperti apa yang dikatakan benar?
Emosi untuk menjadi lebih baik dalam hal apa?


Emosi adalah sifat yang kita miliki baik positif maupun negatif. Emosi positif seperti cinta, kasih sayang, rasa, seni, dsb. Emosi negatif seperti marah, arogan, iri hati, benci, dendam, dsb. Manusia tanpa emosi adalah benda**Siutao


Banyak orang cepat naik darah/emosi disaat saat situasi yang tidak mengenakkan. Ada yang lebih suka memendam emosi, tiba tiba jadi bom atom, meledak gak karuan. Ada yang benar benar bisa meletakkan emosi di sampingnya, dan membiarkannya meletup untuk aktivitas yang lain. Beragam karakter emosi tumbuh seiring perkembangan dan lingkungan pribadi masing masing.


Dan emosiku hari ini, berbicara tentang kekesalan yang lama terpendam. Yang seharusnya sudah dikubur dalam dalam, dan dilupakan. Hanya saja ia datang mengetuk disaat suasana hati juga sedang gundah dan tak berpijak.


Amarah buatku sesuatu yang sangat mengerikan. Sesuatu yang ingin kuhindari selagi bisa. Namun aku masih harus belajar untuk bisa mengendalikannya lebih baik lagi. Mengenyampingkannya dan membiarkannya hidup dengan cara yang berbeda.


Terngiang beberapa saat lalu, kepercayaan untukku dipertanyakan. Aku dituduh melakukan sesuatu yang membuat orang lain terlantar. Sedih .. kaget .. tak terima .. dan ingin pergi melepas tanggung jawab. Emosiku mencuat sesaat .. sampai ke ubun ubun ..
Agak sulit untuk bisa menerima pernyataan demi pernyataan yang dilemparkan untukku. Aku bahkan tak punya apapun untuk meluruskan sebuah kesalahpahaman. Aku hanya menutup mata dan beberapa airmata pun turun, menyatakan kesedihanku.


Ketika itu, yang ada dibenakku adalah .. bila aku dapat memutar kembali framing video kehidupan yang telah terjadi. Sebagai bukti penjelasan ..
Rasanya semua sia sia .. dan terlupakan.
"Tapi bagaimanapun .. berikanlah yang terbaik. Karena sesungguhnya .. ini adalah urusan antara diriku dan Tuhanku," bisikku.


Walau itu sudah berlalu kini .. rasanya aku masih bisa melihat setiap frame yang terjadi. Dan aku tak kuasa melupakannya, walau ingin. Tuhan mengajariku untuk bersabar dengan peristiwa itu. Namun aku belum bisa membaca pesan yang dititipkan Nya, ketika itu.


Mungkin emosi, dihadirkan dalam pribadi manusia, untuk menjaga kualitas manusia itu sendiri. Untuk bisa melatih manusia itu juga dalam beberapa bentuk peristiwa yang terjadi. Emosi juga kelak membantu manusia untuk belajar memahami orang lain.
Emosi pada prinsipnya menggambarkan perasaan manusia menghadapi berbagai situasi yang berbeda. Oleh karena emosi merupakan reaksi manusiawi terhadap berbagai situasi nyata maka sebenarnya tidak ada emosi baik atau emosi buruk.**Blog psikolog
Bagaimana dengan emosi anda?

Selengkapnya...

0

2010_01_04 Hidup Adalah Pesan ..

Akhir akhir ini, aku senang sekali membaca buku dan tulisan yang "berbau" motivated. Sesuatu yang baru kutemukan, disamping ibadah rutinku. Sesuatu yang akan menguatkanku di masa masa sulit dan yang akan membuatku menikmati masa masa bahagia itu.


Hidup .. adalah anugerah.
Setidaknya itu yang disampaikan orang orang bijak yang memahami hidup lebih dari sekedar menjalankannya.

Hidup adalah pesan.
Sesuatu yang kutangkap, ketika terakhir kalinya aku mulai tenggelam dalam tulisan buku buku yang menceritakan kisah dan pengalaman banyak pribadi. Tuhan menghadirkan banyak pesan, untuk kita melihat, memahami dan menjalankannya dengan bijak. Namun Tuhan menjelaskan lebih baik dari sekedar turorial guru kepada muridnya.


Sembari menghirup udara .. yang secara gratis diberikan Nya .. aku mulai memaknai hidupku dengan judul, "Hidup adalah kisah dalam framing framing yang berjalan". Ada permulaan, ada perjalanan, ada kesulitan, ada klimaks, dan akhir yang menentukan.


Akulah pemainnya, aku penata riasnya, aku penata busananya .. dan aku yang menuliskan bukunya.


Begitu banyak hal hal yang membuatku naik dan turun, menuliskan kisah sendiri dalam blog yang terbuka untuk umum .. mengetuk diriku sendiri untuk lebih bijak dalam menuliskan kata kata dan pemikiranku. Begitu juga sebaiknya, ketika aku menghadapi batu besar yang keras, kotor, berlumpur untuk kupindahkan ke sisi lain. Haruskah kuhancurkan satu demi satu hingga pecah menjadi serpihan, atau cukup ku loncati saja, tanpa perlu berbicara sepatah katapun?


But anyway .. i'm just a normal person.
Wajarlah .. bila aku memiliki emosi. Namun aku harus pandai menguasainya ..
Wajarlah .. bila aku memiliki rasa benci. Namun aku harus bisa membenci keburukanku ..
Wajarlah .. bila aku memiliki rasa dendam. Namun aku harus bisa mendendam kemalasanku ..
Karena aku harus menjadi lebih baik ..


Karena tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Semua mungkin ..
Semua kegagalan adalah mungkin .. semua keberhasilan adalah mungkin. Dan semua kemungkinan adalah mungkin, bila kita menginginkannya. 
Namun ... apa yang aku inginkan? Kamu inginkan ..?


Selama ini, aku banyak terkurung oleh opini opini orang tentang bagaimana aku seharusnya. Tentang bagaimana aku adanya .. dan tentang bagaimana aku melakukan kesalahan. /sekalipun sebenarnya tak ada yang perduli tentang itu, namun aku membuat lingkaran disekelilingku tentang pernyataan pernyataan itu. Dan itu membuatku terhenti berjalan, berfikir dan melihat.


Suatu keterpurukan yang mungkin membuatku semakin kecil. Namun Aku tak sendiri ..
Tuhan mengajariku untuk mengambil apapun pesan di dalam lingkaran itu. Diantara lingkaran itu .. dan sisi luar lingkaran itu, yang bisa kulihat. Tahu sesuatu?
Aku menemukan maafku ..
Maaf terhadap diriku .. dan maaf terhadap mereka ..
Perlahan lingkaran itu pun pergi, walau sisanya masih membekas.


Hanya diriku lah yang mampu membuatnya pergi .. dan kembali datang setiap saat mengurungku. Lingkaran itu adalah apa yang ada di kepalamu ...


Renungan Hari ini:
"Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih .. tapi bagaimanapun berbaik hatilah.


Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu, tapi bagaimana pun jujur dan terbuka lah ..


Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri. Tapi bagaimanapun, berbahagialah ..


Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati. Tapi bagaimanapun jadilah sukses.


Apa yang kau bangun selama bertahun tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam. Tapi bagaimana pun bangunlah ..


Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang. Tapi bagaimanapun, berbuat baiklah ..


Bagaimana pun berikanlah yang terbaik darimu.


Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu. Bukan urusan antara engkau dan mereka"

Be the best guys ..
For your self ..


Berikanlah pengampunan untuk sebuah ketidaksempurnaan. Disana akan kau temukan surga hatimu yang paling indah.

Selengkapnya...

2010_01_03 Sabar Itu Bercerita ..



Kata orang, sabar itu ada batasnya ..
Tapi kalau sudah bertemu dengan batasnya, apa iya masih sanggup bertahan sampai hari ini?


Tapi temanku bilang, sabar itu ndak ada batasnya. Bahkan bila sudah sampai batasnya .. kita akan semakin dan lebih sabar lagi. Jadi?
Sabar adalah tuntutan atau tuntunan?


Ia dilahirkan dengan porsi kesederhanaan tanpa pernah bisa meminta. Berharap .. namun tak selalu bisa merasakan sesuatu yang baru. Ia hidup dengan dunianya, yang dinikmatinya dengan sebagai satu keindahan tersendiri. Dunia yang hanya dia yang tahu .. dan rasakan. Tak semudah itu orang lain bisa masuk kedalam dunianya, bahasanya, apalagi memahaminya ..


Ia tumbuh dan berkembang dalam fikirannya sendiri, tanpa disadari oleh mereka mereka disekelilingnya. Ia belajar tentang penolakan, tentang tersisih .. tentang kesendirian, dan bahagia.
Banyak mata memandangnya sebagai sosok anak kecil yang tak mengenal dunia luar. Well .. kenyataannya ia bahkan tak terlihat banyak bergaul karena didikan rumahan. Ia bahkan tak terlihat menjadi bunga diantara teman temannya, karena tak memiliki kelopak yang bisa dibanggakan.


Sampai ia besar ..
Ia tetap menyimpan kesendirian dalam hatinya. Ia bahkan nyaman dengan porsi seadanya yang terkadang diterimanya. Ia juga tak ingin banyak menuntut, tentang ketidakadilan. Walau banyak berharap tentang haknya. Kurangnya perjuangan akan apa yang seharusnya bisa ia raih, dilihatnya hanya soal waktu yang kelak akan memberinya kesempatan lebih.


Tak sedikit orang memandangnya rendah, kurang bahkan tak masuk hitungan. Namun ia mencoba memulaiya dari kesendiriannya. Ia menuliskan kelebihannya sendiri tanpa perlu ia perlihatkan kepada orang lain. Ia tampilkan terselubung dari belakang layar, sebagaimana mereka menyaksikan siaran tv tanpa mengetahui siapa penulis skenarionya.


Tak sedikit orang yang perlahan mengenalnya. Namun tak banyak juga orang yang melihatnya lebih dari sekedar biasa.
Ia hidup dengan kebiasaannya. Ia hidup dalam alur yang perlahan namun berjalan pasti ke depan. Ia belajar sabar akan menuntunnya kepada kemudahan. Ia belajar kesempatan selalu datang kepada mereka yang tak pernah berhenti berusaha. Ia belajar tetap berjalan, sekalipun luka di kaki mulai bernanah.


Ia belajar menyisingkan ego dari sebuah luka yang pernah ia hadapi. Ia belajar menangis hanyalah luapan kekecewaan sesaat. Ia belajar terpuruk adalah permainan waktu semata ..
Adakah ia menemukan arti sebuah kesabaran dalam waktu? Adakah ia kelak akan menemukan batas dari kesabarannya?
Dan seperti apakah kelak ia akan berganti sesudahnya?


Sabar .. adalah sifat terkasih, yang kelak memudahkan langkah langkah kita dalam menghadapi tantangan. Bukan hambatan, yang semata kita lihat dari sudut sudut kelemahan.
Sabar adalah guru yang mengajarkan tentang ilmu matematika yang tak memiliki rumus. Pelan mendalaminya, namun kelak akan memberikan hasilnya.


Emosi yang datang dan pergi adalah sahabat yang mengunjungi. Kenapa sahabat?
Karena dia adalah kejujuran diri yang tak akan pernah lepas dari sebuah ekspresi diri. Namun jangan biarkan ia menemanimu di sepanjang waktu. Karena kesabaran itu akan hilang tanpa arti.
Tanpa sebuah pembelajaran panjang seorang manusia.


Hari ini kesabaran itu kembali diuji. Untuk sebuah kisah panjang yang masih menyisakan cerita. Tak akan pernah berakhir, sampai Tuhan menakdirkan lain.
Dan ketika sabar itu datang memperlihatkan dirinya .. aku hanya tertunduk, menuliskan pesan pesan yang harusnya kumengerti di awal. Dan sabar itu, kini menemaniku ..


Aku tak pernah ingin berhenti belajar bersabar, ..
Karena dengannya, aku belajar menjadi lebih baik ..

Selengkapnya...

2

2009_12_31 Tour of Jogja - Day 2 (Visit Prambanan)


Prambanan


Diam dalam kebisuan
Tanpa suara .. tanpa bicara ..
Hanya tangis yang mampu tertahan .. diantara sela sela bebatuan
Meratapi diri yang kian rapuh dan hancur oleh zaman


Prambanan ..
Sosok diri yang tegar oleh kebanggaan bangsa ..
Kebanggaan kaum kaum yang mengagumi keindahan ..
Kebanggaan muda, tua hingga sejarah tanpa tertulis ..
Kebanggaan kisah pembuktian diri yang bertahan tanpa cela ..


Dan ia menyambut setiap mata mata yang melihatnya dengan pesona ..
Dengan terpana .. dengan kekaguman .. tanpa bahasa
Dari bebatuan yang kini menua, menjamur dan menghitam ..
Hingga lekuk stupa stupa kecil yang menjadikannya kokoh tanpa perisai ..


Dan ia mampu menyombongkan dirinya yang tinggi lagi megah ..
Yang sanggup menjaga masa, dengan cerita yang sesungguhnya ..
Yang tak khan pernah mati oleh siraman hujan dan kilatan petir mengamuk ..
Yang tak pernah usang oleh sinar keemasan matahari ..


Dan Prambanan itu ..
Sisa keteguhan zaman .. yang tak pernah luntur ..
Abadi oleh narasi sejarah yang semakin kuat ..


Dan Prambanan itu ..
Sisa keajaiban tangan tangan yang bekerja ..
Abadi oleh kekuatan diri yang tak ingin terkalahkan ..


Miss you Jogja ..
Perjalanan kami lanjutkan ke Prambanan. Hujan masih rintik menemani .. melewati kompl. Kampus UGM.
15.15


Tak banyak yang dilakukan selain mengagumi keindahan Prambanan dan candi candi disekitarnya. Wow .. keren ..
Is it really you?


Sudah lama sekali aku tak kesini. Menyaksikan bukti zaman yang kini hadir didepan mata. Tak bosannya aku mengamati candi besar itu dengan bebatuan disekitarnya yang berantakan. Terdengar berita, itu adalah sisa candi candi yang runtuh oleh gempa. Sayang sekali ..


Prambanan cantik sekali. Tak perduli oleh kisah sejarahnya, atau bagaimana candi ini terbentuk .. atau untuk siapa candi ini dibuat, .. namun aku mengangkat topiku untuk pembuatnya. Wow ..
Designnya .. kreasinya, imajinasinya adalah bentuk seni yang sudah hidup dizamannya. Menyentuhnya, melihatnya sambil menengadah tak cukup dihabiskan dalam waktu 1 hari.


Sayang hujan mendadak turun lagi ..
Aku harus menyimpan kameraku dengan segera.


18.15 pm
Sebal karena tak berhasil bersahabat dengan cuaca. Baik di Prambanan dan Candi Sewu. Walau dapat beberapa foto Candi, tapi hasilnya tetap tidak memuaskan.


So, kita coba lagi peruntungan fireworks malam tahun baru nanti. Selebihnya .. istirahat dulu lah .. Pingin ngerasain jalan jalan di Malioboro dan belanja di Mirota Batik.
18.20 pm


Bersambung ..

Selengkapnya...

0

2009_31_12 Tour of Jogja - Day 2 (Visit Borobudur)


Borobudur
08.00 am.
Mampir di Warung Poci ..
Warungnya sederhana .. tak terlihat mewah, namun sarat kenyamanan. Menikmati secangkir teh poci hangat dengan gula batunya sambil lesehan. Hanya kami berdua yang duduk di warung itu. Beberapa piring sebelumnya, sisa tamu, sudah diangkat dan dibersihkan. Ups .. warungnya buka jam 09.00??
Lah ini jam berapa??


Untung pemilik warungnya ramah. Kami dipersilahkan duduk dan menanti hidangan.
"Unjuk an ne opo mas?" tanya sang ibu pemilik warung. Dan dijawab suamiku, " Sarapannya ada apa aja, bu?" qk qk ... gak nyambung ..


Paham dengan masalah bahasa, sang ibu berubah haluan dengan bertutur bahasa nasional. "Minumannya adanya teh poci, es jeruk .... " Sang ibu menyebutkan beberapa. Dan kami lebih suka menikmati hidangan teh poci. Sementara hidangan akan disajikan ala masakan padang .. "ditebar" gitu ... ^.^


Suamiku asik mengambil lembaran koran dan membacanya. Sementara aku mulai membuka facebook dari mobile hp. Teringat ketika tadi memasuki gerbang wisata Gn. Merapi, Pak Yoyok menunjukkan "jln Roso", tempat dimana Mbah Marijan menetap. Hingga kekagumanku akan megahnya Gn. Merapi yang selama ini hanya kulihat dari layar kaca.


Aroma nasi merah mengepul menganggu hidungku. Ayam goreng, tahu dan tempe bacem, sayur sambel ijo, dan daun singkong rebut dengan kuah areh diatasnya .. masih hangat, disajikan di piringnya. Agh .. sarapan dulu ya?


Wah .. nikmat banget ..
Rasanya aku kangen masakan rumah begini. Sederhana .. namun pas diperutku. Sampai nambah boo ... ha ha ha
Aku suka daun pepayanya, hingga suamiku menikmati melihatku melahapnya 1 piring sendiri.


09.30 am.
Lanjuttt ... menuju Borobudur.
Wah langit terang dan indah. Awan berkelompok membentuk gumpalan HDR yang indah. Kamera pun langsung beraksi .. sekalipun miris melihat batere tinggal sedikit.


Muntilan .. itu nama yang tertulis di sisi kiri kanan jalan. Getuk goreng menjadi satu khas jajanan disini, cerita Pak Yoyok. Tapi aku tak terlalu berminat tentang makanan. Buatku, liputan foto lebih bernilai .. ha ha ha ..
09.35 am.


10.00 am.
Tiba di Borobudur ... hujan???
Oh rintik rupanya .. awan terlihat tebal menggumpal. Mana ndak bawa payung ??
Tapi penyewaan payung banyak berseliweran menawarkan payung payungnya. Borobudur terlihat tinggi puncaknya .. dan megah. Sudah lama aku tidak kemari. Terakhir?? kelas 5 SD dech kayaknya ...


Kali ini hujan benar benar turun. Dan aku pasrah saja ..
Hujannya kecil kecil .. entah sampai kapan akan berhenti. Penyewa payung terlihat puas menyewakan dagangannya. Hujan selalu membawa berkah bagi mereka.


Penjaja minuman nampak antusias menawarkan botol botol minumannya. Sekalipun kami menolak, namun ia tak berhenti untuk datang. Penjaja lainnya datang menawarkan jasa pijit dan souvenir khas Borobudur. Untung aku masih ingat bahasa jawa dikit dikit. "Mboten mas, maturnuwun", tolakku ..


Hujan rintik rintik perlahan berkurang. Suamiku bilang," Sudah tak geser awannya ke arah sana" .. uangkapnya sambil bercanda. Lalu aku melanjutkan," kalau orang jawa bilang .. Ojo ngapusi tho mas .."
Ha ha .. dan suamiku tersenyum ..."ndak dihapus kok" ... ha ha ha ..


Sambil duduk santai menanti hujan reda, suamiku berujar," Disini lucu ya? Kamera dihargai Rp. 1.000 sebagai tiket masuk. Sementara handycam dihargai Rp. 5.000. Gak tahu dia kamra DSLR harganya bisa beberapa kali lipat harga handycam".


Seorang wanita tua mendekati kami menawarkan dagangannya. Alat kerok dari tanduk kerbau katanya. Melihat usahanya gigih menawarkan dagangannya, kamu akhirnya luluh membeli juga.
10.30 am


12.15 pm
Istirahat sejenak diantara stupa Borobudur, yang penuh oleh manusia manusia dengan pengharapan tinggi. Beberapa pemandangan sudah kuabadikan, walau bocor disana sini ... agh, bikin geram saja.


Tak pelak lagi, keinginan untuk ke Prambanan jadi surut, mengingat keramaian yang teramat sangat ..
Bagaimana mau ambil foto??? Ha ha ha ..
12.20 pm


13.30 pm
Hujan rintik rintik .. sebutir buah kelapa menjadi pilihan kami dalam melepas dahaga. Tak banyak yang bisa didapat hari ini ..
Penuh keramaian .. hujan. Rasanya "Anda belum beruntung". Kami putuskan untuk mencari makan siang sejenak. Jalanan basah .. sembari mendengarkan radio yang bertutur tentang kepergian Gusdur, Bapak Pluralisme.
13.40 pm


15.00 pm
Selokan Mataram, jln Kaliurang .. Gudeg Yu Djum ..
Mantap nian !! Sekali menikmati langsung jatuh cinta. Terutama oleh alunan keroncong khas Jawa yang dinyanyikan di pintu masuk.


Penyanyinya seorang ibu tua. Suaranya cantik ala penyanyi keroncong. Lagu lagu yang dibawakan, seperti Teluk Bayur dan beberapa lagu lain yang kukenal begitu akrab dan indah didengar. Aku menikmatinya, sembari menggoyangkan bahuku .. lalu tenggelam dalam nikmatnya gudeg Yu Djum.


Yuk .. kita lanjutkan ceritanya melancong ke Prambanan ..

Selengkapnya...

7

2009_12_31 Tour of Jogja - Day2 (Gn. Merapi)

Teng pukul 05.00 pagi sehabis shubuh, kami berangkat menuju kaki Gn. Merapi untuk meliput matahari terbit. Pak Yoyok menjemput kami dengan kecepatan kendaraan cukup tinggi. 15 menit saja kami sudah mendekati Monumen Jogja Kembali.


Gn. Merapi terlihat di sepanjang perjalanan. Langit biru cerah, membuat semangat untuk memotret begitu tinggi. Pak Yoyok bilang, Gn. Merapi terlihat cantik ketika lahar kemerahan turun dari lerengnya. Dan itu terlihat dari perumahan penduduk, sekalipun itu tidak bersifat membahayakan.


Pak Yoyok masih terus ngebut. Sisi kiri kanan jalan dipadati oleh sawah, pepohonan dan perumahan penduduk. Dengan halusnya Pak Yoyok memutar kemudi dengan baik. Jam terbangnya, ditunjukkan nya dengan kemudahannya mengendarai kendaraan tanpa membuat penumpang pusing.


Sebulan 3x ia mengantar tamu ke Jakarta. Terkadang pula ke Medan, begitu ungkapnya. Tak disadarinya ketika ia harus kembali dari Medan menuju Jogja, dengan kendaraan perusahaan melewati sisi hutan tengah malam di Sumatera. Rasa deg deg an itu menghantui juga, cerita Pak Yoyok.


Kami sudah tiba di jln Raya Kaliurang. Matahari sudah terang membuka hari ... tak apalah ..
Ternyata menuju ke Lereng Gn. Merapi jauh juga ya? .. jalan lurus, berliku, membelok dan lurus kembali. Alur kendaraan tak begitu ramai. Sesekali hilir mudik atau beriringan dengan kendaraan lain, kami temui.
05.25 am.


Aku tak segan segannya menuji keindahan Gn. Merapi. Indah .. bersih tanpa awan, sekalipun kami tak bisa menangkap detik detik matahari terbit. Ia terlihat megah, biru dan sangat rupawan dengan lekuk lekuk lerengnya yang sebagian landai.


Matahari mulai mengintip di sisi kanan jalan. Warnanya kekuningan sedikit tersapu awan. Kami terus menapaki lerengnya. Pak Yoyok bercerita, bila lahar turun, alirannya telah dipersiapkan menuju ke laut. Melewati sungai yang membelh kota Jogja. Cantik sekali membayangkannya .. sekaligus ngeri melihat panasnya ..


Mbah Marijan masih disana, ungkap Pak Yoyok. Menjaga Gn. Merapi.
Seandainya kita ingin bersilahturahmi, dan berfoto bersama, Mbah Marijan membuka dirinya untuk pengunjung.


Pukul 06.35, kami memasuki gerbang wisata Gn. Merapi. Jalannya panjang juga, menanjak dan beberapa meliuk. Terlihat sinar matahari di sisi kanan gunung dan pepohonan. Cantik sekali .. langit masih biru di arah selatan.


Akhirnya, kami menapaki kaki di tanah tanah Merapi .. rasanya seperti menginjakkan kaki di Bulan *lebai*. Udara masih terasa dingin dingin, hangat oleh matahari. Langit bersih dan membiru. Awan terlihat berkumpul di sisi lain. Dan puncak merapi begitu dekat di intip di balik pepohonan.


Aku dan suami mulai mengambil beberapa gambar dari sudut yang berbeda. Tak ada jalan yang diperuntukkan menuju ke sana. Hanya tanah tanah yang bercampur batu batu kecil, disekitarnya. Aku terus menaikinya, walau takut terpeleset. Sudah lama gak naik gunung .. rasanya kok gak gesit lagi ya? He he he ..


Semakin dekat menuju hamparan tanah bebatuan yang lebih luas. Suara suara di kejauhan nampak pemuda pemuda berjaket berkumpul disana. Berjalan mendekati sisi Merapi yang berbeda. Mungkin lah mereka ingin mengabadikan Merapi juga?
Tapi .. tak hanya aku dan suami yang berada disana menggenggam kamera. Seorang pemotret lain juga hadir disana dengan teman wanitanya, menggunakan tripod, asyik melakukan shoot.


Mm .. pagi itu begitu indah ..
Merapi terlihat cantik dengan gumpalan asap yang keluar dari puncaknya. Klik di sini untuk kumpulan foto fotonya.
Beberapa pekerja wanita memakai baju tebal pun lewat mendorong gerobak. Kelihatannya mereka hendak menyambit rerumputan yang tumbuh liar disana. Tawa dan canda mereka menyejukkan suasana. Namun mereka enggan difoto. Tak ada uang, tak ada foto .. ujarnya sembari berlari lari menutupi wajahnya. "Jangan difoto .. malu" sapa seorang ibu dengan sopannya.


Wew .. kenapa begitu ya?
Apa ada kisah sebelumnya, hingga ibu ibu ini tak ingin difoto?


Anyway .. kami terus mencuri curi sosok mereka yang menyambit rumput. Walau tak banyak dan tak berhasil mengungkap mimik mukanya yang serius .. akhirnya kami mengalihkan "sasaran tembak" ke arah yang lain.


07.45 am.
Akhirnya kami mencari sarapan. Ohya .. tadi kami melewati banker. Itu tempat perlidungan bawah tanah. Suamiku mengajak untuk melihat. Tapi .. hiii .. aku ngeri. Teringat kisah ketika dulu Merapi menjadi topik headline, ada 2 pemuda yang menjadi korban akibat wedus gembel yang mengalirkan hawa panas. Dan pemuda yang bersembunyi di banker pun akhirnya tak kuasa menahan panas ..


Cukup sudah liputan Merapi cantik pagi itu. Tepat 07.30 pagi, kami berbenah menuruni jalan bebatuan. Udara masih dingin dan sejuk .. aku mulai terasa lapar.
Entah berapa banyak jumlah foto yang kukumpulkan tadi. Tapi hasilnya .. okelah .. ha ha ha
07.55 am.

Selengkapnya...

0

2009_12_30 Tour of Jogja - Day 1

Semangat bangun pagi ..
Karena hari ini mau ke Jogja. Terbayang rasanya duduk di bangku kereta, menikmati suasana dan pemandangan. Baca buku twilightku sambil berseluncur di dunia maya. Mm .. kayak turis saja ya?


Kami berangkat pukul 05.45 pagi .. dengan taxi yang setia menanti, menuju Gambir. Perjalanan santai .. udara terlihat berembun. Biasanya jam segini, kami masih bermalas malasan di tempat tidur. Sekarang aku benar benar memulai hari.


Semoga hari ini, perjalanan lancar. Karena aku tak sabar ingin merekam banyak kenangan indah dengan kameraku.
06:00 am.


Akhirnya kereta tiba pukul 08:00 pagi. Penumpang lain berebutan masuk. Weuw .. tersisa 2 kursi disamping jendela .. manis sekali. Aku duduk sambil merapikan bawaan. Mengamati sekelliling lalu bersantai. Tak lama kereta berjalan ..
Beberapa stasiun kereta yang biasa kulalui bila pulang ke Bogor .. terlewati.


Ups .. tau tau sudah lewat perumahan Jatinegara Baru, Stasiun Klender, Cakung, Bekasi dan kini lewat Tambun. Perjalanan diperkirakan memakan waktu 8 jam. Pukul 4 sore kami tiba di Jogja.


Suamiku asik membaca buku. Aku sendiri asik dengan kegiatanku bersosialisasi via internet. Pemandangan sawah luas terpampang di jendelaku. Dimana ya ini? Tak ada tanda tanda nama lokasi atau plang keramaian.


Wuih, acnya dingin banget ..
Aku sempatkan mengatur jadwal acara hunting foto sore nanti dan besok. Kegiatan ke Borobudur nampaknya tak hilang dari agenda, khususnya melihat sunrise.


Peralatan perang sudah kupersiapkan jauh jauh hari. Semoga banyak kenangan bisa kudapat. *menghayal*
09.28 am.


10.20 am.
AC sentral membekukan suasana. Sementara film Taxi edisi Perancis diputar di screen TV baris depan. Mm .. aku mulai lapar gara gara suhu yang menggigit. Pesan nasi goreng dech dengan teh tawar hangat.


Aku bahkan belum dapat memastikan dimana posisiku kali ini. Hanya sawah, pepohonan dan jembatan besi yang mengingatkanku pada daerah Cikampek.


Sebagian orang nampak tertidur dengan jaket jaket mereka. Selimut kereta tak ada. "Masih kotor sisa dipakai semalam", begitu pengakuan salah satu petugasnya.


Ada yang asik bercengkrama .. membaca buku, atau berselancar sepertiku ..
Aku tak bisa tidur, tentunya. Hari ini kupersiapkan dengan baik untuk sebuah pemandangan alam yang kunanti cantik dan alami. Agh .. hamparan sawah masih terlihat .. dimana ini?
10.29 am.


15.00 pm.
Lewat Kutowinangun, udara masih dingin. Selain AC kereta yang menggigit, diluar pun hujan. Perjalanan masih cukup panjang. Diperkirakan 1 jam lagi sampai. Aku tak kuat menahan dingin. Padahal tadi pagi baru sarapan soto ayam bening. Jam 10.00 pagi sudah lapar lagi. Nasi goreng dan teh hangat menjadi pilihanku.


Sayang, tak lama kemudian, aku makin menggigil. Mie rebus pun menjadi santapanku berikutnya. Wah .. bisa gemuk kalau begini ... ha ha ha ..
Sambil menyeruput kuahnya yang tak lagi terlalu hangat, aku tetap melirik ke sisi jendela memperhatikan posisi.


Penumpang sebagian sudah turun di Sta. Purwokerto. Tempat duduk terlihat lebih lega. Sebagian masih tiduran .. sebagian masih bercengkrama.
15.01 pm.


18.45 pm.
Kami tiba tepat pukul 16.00 sore. Hujan membuka perjumpaan kami di Jogja. Dingin ...
Kami dijemput Pak Yoyok, yang mengantar tiba di Hotel. Sekilas berbagi cerita tentang keadaan Jogja yang padat ketika musim libur tiba. Rupanya Jogja sudah ramai sekarang ... apalagi libur tiba. Jalanan padat oleh kendaraan beroda empat, terutama roda 2.


Pukul 18.00 sore tadi, kami berangkat lagi menuju ke Kaliurang. Yaitu ke Resto Jimbaran. Ingat Jimbaran .. ingat Resto Seafood di Bali. Rupanya ini cabangnya yang ada di Jogja. Mm .. suasana dingin Jogja membuat nafsu makanku tinggi juga. Selain memenuhi rasa penasaran kami tentang Jogja.


Malam ini tak berbintang ..
Hujan turun begitu lama dan panjang. Entah kapan akan berakhir. Kami tak banyak menemukan spot indah untuk difoto, karena hujan. Rencananya, besok kami akan mengejar matahri di Kaliurang. 19.00 pm.


20.50 pm.
Dinner menyenangkan dimulai di Jimbaran Resto. Lovely .. all about seafood. Aku naksir udangnya, King Prawn. Sementara suamiku naksir kepitingnya. Ditemani plecing kangkung yang pedas pedas. Dan Ikan Kambing Kambing (karena cara mengolahnya mirip kambing- yaitu dikuliti kulitnya) yang dibumbui kecap manis. Wah .. bumbu udangnya mantap sekali. Belum kulit udangnya yang kriuk kriuk lembut.


Wah .. cukup sudah ..
Tak lepas dari sekedar menikmati santap malam, namun beberapa frame photo sempat kami lakukan, walau tak banyak.


Sepulang dari resti, kami berencana mencari toko buku. Bermaksud mencari peta Jogja dengan ke khas an nya. 20.55 pm.


Selamat tidur kawan .. kita lanjutkan mimpi indah tentang Jogja di peraduan ya?

Selengkapnya...

8

2009_12_22 Selamat Hari Ibu



Bunda ...
Apa khabarmu hari ini?
Tak terdengar sapamu menggugah tidurku pagi ini
Sepi, .. seolah malam terus bergumam sampai akhir


Bunda ..
Adakah kau kirim kerinduan itu?
Selintas waktu membayangkan dirimu menatap kosong
Sebuah kesepian yang kau bangun tanpa sadar

Bunda ..
Jauh itu membuatmu pilu ..
Apa yang kau cari di hari hari keemasan mu kini
Aku masih di sini, menitipkan doa doa yang terindah
Walau ku tahu kau tak kan mungkin membalasnya


Bunda ..
Kesendirian itu membuatmu tak pandai lagi tersenyum
Apa yang kau cari di tengah tengah kehangatan yang bisa kau bagi
Aku masih di sini, menitipkan secercah harapan untukmu kembali
Walau ku tahu kau tak kan mungkin membalikkan bahumu


** Untuk Bunda yang kurindukan ..


Selamat Hari Ibu ..


Kalimat manis yang diucapkan putra putrinya untuk Ibunda seorang. Yang diucapkan oleh suami tercinta kepada istrinya .. dan oleh teman serta kerabat untuk wanita wanita terbaik dalam keluarga.


Aku belum menjadi ibu ..
Aku belum merasakan bagaimana menjadi ibu dan nikmatnya menyangdang status ibu.
Aku hanya memimpikan .. seorang ibu yang menerima ku apa adanya, memeluk dan mengatakan cinta padaku. Seorang ibu yang tidak banyak meminta namun ikhlas tersenyum untuk ku.


Airmataku selalu ingin jatuh, ketika menyaksikan seorang gadis mesra dengan ibunya. Membicarakan banyak hal, tentang baju, tentang lelaki bahkan tentang cinta. Membayangkan bagaimana aku memiliki sahabat yang sangat kupercaya dalam hidupku, dan selalu menjadi tempatku mengadu dan berbagi.


Seorang ibu .. adalah segalanya buatku. Bagaimana imajinasi itu memainkan sosok yang menjadi tiang keluarga. Yang menjadi penopang masa depan anak anaknya ..
Yang menjadi perwira besar bagi lelaki yang mendampinginya. Dan menjadi perisai bagi keutuhan keluarganya.


Seorang ibu adalah kesempurnaan .. dalam pengabdiannya. Yang mengangkat derajat putra putrinya, apapun yang terjadi. Walaupun ia harus terpuruk memainkan peran kehidupan, hingga tersungkur dalam kenistaan.
Seorang ibu rela menyerahkan detak jantung yang berdegup, bila itu mampu menyelamatkan nyawa buah hatinya.


Aku ingin menjadi seorang ibu bagi anak anakku kelak. Yang mereka banggakan .. dan mereka harapkan menjadi seperti yang mereka inginkan.
Sekalipun aku tak bisa berharap hal yang sama untuk seorang ibu, ... nun jauh disana.


Selamat Hari Ibu ...
Semoga kebahagiaan menyertaimu ..

Selengkapnya...

2

2009_12_21 Kritikan Kini Menjadi Hambatan Untuk Maju?


Gambar diambil di sini


Mendengar berita tentang bagaimana Luna Maya menjadi topik hangat seputar tulisannya dalam dunia maya, membuatku googling dan membaca beberapa informasi.


Well .. apa yang terjadi dengan negara kita? Masih adakah satu kebebasan berbicara tanpa syarat? Adakah kini kritikan menjadi satu ketakutan dan hambatan untuk maju? Adakah kini kita hanya mau mengejar target dan keinginan tanpa mau memahami orang orang disekitar kita.
Mari perlahan kita singkapi dengan bijak, tanpa emosi ..


Dikutip dari Koran epaper Tempo hari ini (Dec 22nd, 2009):


"Kasus Luna Maya menunjukkan bahwa godaan unuk memanfaatkan pasal karet pencemaran nama baik bisa menghinggapi siapa saja. Dalam kasus Prita Mulyasari, Rumah Sakit Omni menjadi pengadu, sedangkan kini justru kalangan pekerja infotainment yang mengadukan Luna. Jelas, langkah ini harus ditentang karena akan mendorong penegak hukum bertindak sewenang-wenang.


Artis 26 tahun itu diadukan oleh sejumlah wartawan infotainment di Jakarta gara-gara menuliskan omelan di Twitter, sebuah jejaring sosial di Internet. Dalam akunnya, Luna menyebut derajat wartawan infotainment lebih hina daripada pelacur dan pembunuh. Perempuan ini menumpahkan rasa kesalnya tak lama setelah diserbu para juru kamera dalam suatu perhelatan.

Ketika itu ia tengah menggendong bocah yang diduga anak Ariel Peterpan, pacarnya. Dalam kehebohan memburu komentar Luna inilah, salah satu kamera pekerja infotainment mengenai kepala bocah tersebut.

Mungkin itulah yang membuat Luna kesal sehingga mengumpat di Twitter. Akibatnya, Luna dilaporkan ke polisi atas tuduhan melanggar Undang-Undang No.
11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal 27 ayat 3 undang-undang ini memang mengatur larangan penyebaran informasi elektronik yang berbau penghinaan atau pencemaran nama baik.

Delik pencemaran nama baik dan fitnah, seperti diatur pada Pasal 310, 311, dan 315 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, juga dipakai sebagai landasan mengadukan sang artis.

Serangkaian delik itu pulalah yang selama ini digunakan oleh Rumah Sakit Omni, Serpong, untuk menjerat Prita secara pidana maupun perdata. Tapi ibu dua anak ini justru memanen simpati publik. Umumnya, orang menilai Prita tak layak diadili hanya gara-gara menuliskan keluhan mengenai layanan rumah sakit itu lewat surat elektronik. Bahkan belakangan dukungan terhadap Prita sungguh luar biasa, tercermin dari suksesnya gerakan pengumpulan koin.

Jika Prita pantas dibela, kenapa Luna Maya tak diperlakukan sama? Sebab, bila dibiarkan, nasib Luna akan sama dengan Prita: menjadi korban pasal karet dalam Undang-Undang ITE. Padahal, sepertinya halnya Prita, Luna pun sebenarnya hanya mengungkapkan kekesalannya. Sungguh berlebihan jika ekspresi seperti ini dianggap mencemarkan nama baik.

Ungkapan rasa kesal Luna seharusnya justru menjadi bahan introspeksi kalangan pekerja infotainment. Jangan-jangan cara mereka memburu berita, bahkan mengorek mengenai hal-hal pribadi kalangan artis, telah melanggar privasi orang.

Mengadukan Luna karena omelannya di Internet akan menjadi bumerang bagi kalangan wartawan secara keseluruhan. Kini banyak jurnalis bekerja di situs-situs berita. Tak sedikit di antara mereka memiliki blog atau aktif di situs jejaring sosial, seperti Twitter dan Facebook. Jika kita mendorong penegak hukum menggunakan pasal pencemaran nama baik dalam UndangUndang ITE, bukankah jerat ini juga bisa mengancam kita setiap saat?
 
Penegak hukum yang menangani kasus ini mestinya tidak mengulang kesalahan yang sama. Dalam kasus Prita, mereka memaksakan penggunaan ketentuan dalam Undang-Undang ITE yang jelas ditentang masyarakat karena melanggar kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi. Penegak hukum seharusnya tidak hanya terpaku pada aturan tertulis, tapi mesti pula mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat. "

Aku tak ingin banyak menuliskan sesuatu. Porsi tulisan diatas, sudah mewakili fikiranku. Begitu rumitnya membayangkan negara ini berani maju, bila kita tak sanggup berdiri di garis kritikan kritikan pedas masyarakat yang menilainya?

Adakah sense positif thingking kita sudah luntur? Mari kita sama sama menggandeng koreksi diri. Sebuah tulisan tajam dari ungkapan kekesalan yang memiliki alasan. Masih ada sarana lain untuk menjembatani kesalahpahaman dan perbaikan diri.

Selengkapnya...

0

2009_12_14 Hujan Datang Lagi ..

Embun Sisa Hujan

Musim hujan datang lagi ..
Dan aku menunggu rintiknya segaris dengan irama lagu ..
Atau dedaunan yang terayun ayun oleh lompatan derai hujan .. meneriakkan tawanya
Dan suara berlarian semut semut kecil yang mencari perlindungan


Musim hujan datang lagi, kawan ..
Dan aku menikmati langit yang membiru indah ..
Ditemani gumpalan awan yang bergumul mencari sahabat ..
Walau sepi suara burung burung kecil memanggil namaku ..


Lihatlah .. hujan masih turun dengan derasnya ..
Dan aku tersudut di dalam ruangan tanpa bahasa ..
Tanpa cerita ..
Hanya kisah dan hayalan yang menemani ..


Dengarkan alunan suaranya ..
Air yang mengalir ..
Gemericik air yang tertampik oleh lempengan genteng ..
Dan desis ku bergumam ... indah


Hujan datang lagi, kawan ..
Tersenyumlah ..
Seperti matahari yang menghangatkan diantara dinginnya lembah hujan ..


Wew .. Desember ini, hujan mulai kembali datang. Langit terlihat tebal oleh awan, walau sekilas birunya masih tersisa. Bagi pecinta Photo, .. kesempatan ini sangat cantik untuk diabadikan. Dengan memainkan sedikit HDR (High Dynamic Range), gambar akan terlihat lebih dramatis dengan warna dan penekanan gambar yang indah.


Hujan, identik dengan banjir ..
Dengan nyamuk yang siap bertelor (karena banyak genangan air) dan juga rentannya penyakit karena daya tahan tubuh yang lemah.


Kali ini hujan hampir setiap hari turun. Beberapa menganggap hujan merupakan hambatan untuk beraktivitas, walau sebagian menganggap hujan menggantikan panasnya matahari di saat siang. Tapi jangan dibayangkan bagaimana kota hujan berasumsi tentang hujan. Karena disana, hujan adalah "teman" di hari harinya yang dekat. Dalam arti .. hampir setiap hari, selalu turun hujan. Walau sebentar namun deras. Walau cuman rintik rintik, tapi cukup panjang. Belum ditambah petir yang dapat kita saksikan sendiri sewaktu waktu ..


Apa makna hujan buatmu?
Buatku, hujan adalah .. baju hangat. Teh hangat dan istirahat dirumah .. walau harus sepi tanpa melihat indahnya Gn. Salak yang tertutup awan dan kabut tebal.
Tapi hujan juga berarti persiapan .. kalau atap rumah bocor .. He he he ..

Selengkapnya...

0

2009_12_13 Seputar Tetangga


Gambar diambil di sini

Pernah bertemu dengan orang yang bicaranya muter muter gak?
Duch duch duch ... pusing banget.
Pertanyaannya cuman satu .. tapi jawabannya bisa 1 tas. *Lebai.com*


Meneruskan ceritaku kemarin, akhirnya niat untuk meluruskan masalah dan kesimpangsiuran pun kumulai pagi itu. Berteman salah seorang teman setia, tempatku bertukar fikiran .. aku mengunjungi rumah seseorang. Dia adalah "terdakwa" yang didakwa oleh salah seorang tetangga rumahku. Nama beliau inilah yang menjadi taruhan atas kebenaran berita yang beredar.


Sambutan pertama, tak ada kesan amarah.
Semua tersimpan rapi seakan cerita labrak melabrak sudah tutup buku. Sambil sedikit berbasa basi .. kami habiskan waktu beberapa menit sebelum memulai kepada maksud kedatangan kami ke sini. Sebutlah ia bernama B.


Akhirnya, Ibu B memulai pembicaraan dengan segala ekspresi dan intonasi yang menggambar kan peristiwa kemarin. Bagaimana ia bisa datang dan melabrak tetanggaku, sebutlah ia bernama Ibu C. Emosi itu langsung membludak sambil mengarahkan telunjuknya ke wajah Ibu C. Kepanikan jelas terurai dalam wajah tetanggaku itu, hingga akhirnya ia membuka diri apa yang menjadi inti berita yang sudah disebarkan. Walau tentunya tak semua yang dikatakannya, tepat seperti apa yang dikatakannya padaku.


Setelah itu Ibu B, berangsur reda .. dan mencoba untuk perlahan meminta petunjuk NYA. Ia mengunjungi rumah salah seorang tetangga lain hingga lelah dan amarah itu bisa terlupakan sejenak.


Ibu B mencoba meyakinkanku bahwa bertita yang tersebar itu tidak benar adanya. Bahkan ia menyalahkanku karena aku mencoba cross check berita itu kepada orang lain, bukan kepada dirinya. Ia merasa tersudut, ia merasa sendiri.
Kembali gaya dan ekspresinya ia "mainkan" menunjukkan kesedihannya yang teramat sangat.


Waduh .. aku kok jadi melihat sandiwara ya? He he he ..
Sandiwara antara kebenaran yang kuragukan dengan perilaku yang dibuat buat. Agh .. aku mungkin tak peka. Bukankah, reaksi seseorang terhadap satu masalah bisa berbeda beda? Ada yang panik, teriak .. kalem dan tenang ..


Benang kusut pun akhirya perlahan terurai dan menunjukkan ujung pangkalnya. sekalipun aku mencoba untuk mengatasi secara cermat tutur katanya yang selalu berputar putar dalam bercerita. Lalu beberapa pertanyaan kuajukan, hingga sebuah kesimpulan pun kuambil.


Aku pun meluruskan permasalahan yang terjadi. Hingga tak ada lagi salah paham yang terngiang dan disebutnya berulang ulang. Namun tetap saja, dengan apa yang menjadi kekesalannya ia ungkapkan berkali kali, hingga aku bosan juga mendengarnya ..
Dasar ibu ibu ... apa memang selalu serumit itu ya, kalau menyelesaikan masalah?


Tetangga oh tetangga .. mirip judul sinetron.
Tapi kutemui sisi terbaik dalam pergumulan bahasa orang orang yang terlibat didalamnya. Mereka cenderung suka melihat sisi gelap orang lain, namun tak berani bertanggung jawab dengan tutur kata dan pemikiran sempitnya. Mereka terlalu lihai untuk cuci tangan, hingga perilaku menyembunyikan kesalahannya semakin terlihat jelas.
Mereka tak jujur ...


Hingga mereka tak berani lagi "asal" berbicara tentang A, B, C atau D tentang apapun .. tentang siapapun. Karena selama itu berkaitan denganku, tentu aku akan melakukan penyelidikan tentang benar tidaknya berita yang disebarkan.
Bila ini menyangkut fitnah, maka yang menjadi bibit dalam lingkungan sudah terlampau rusak tentunya.


Buatku?
No more trust to other people? Terlalu ekstreem ya?
Tapi tak mudah lagi bagiku untuk mempercayai orang. Mungkin yang kadarnya 75%, harus kukurangi menjadi 40%. Wow ... turun drastis ...


Entahlah .. cara mereka membenarkan perilaku diri mereka sendiri terlalu gampang untukku lihat. Belum dengan gaya menjelaskan yang terlalu berlebihan. Is that really true??
Belum melihat cara bicara yang muter kesana kemari, ganti topik dadakan lalu kembali lagi ke topik semula. Kayak main komidi putar saja rasanya .. ha ha ha


Apa ini kebiasaan hidup bertetangga di Indonesia ya? Kalau melihat satu tetangganya yang maju, sementara yang lain mulai bisik bisik tetangga. Kalau menyaksikan sisi lain dari tetangganya terpuruk, semakin tudingan syukur itu pun terlihat. Cuman, kalau arisan tak pernah mau ketinggalan ... ha ha ha
Entah dengan tujuan pamer harta atau sekedar mengetahui info terbaru seputar tetangga ..


Tetangga oh tetangga ..
Aku hidup dengan mereka .. tapi aku tak ingin menjadi mereka.

Selengkapnya...