2008_02_27 Busway Koridor 8


Sky Walk Dukuh Atas


Sore itu Jakarta masih diguyur hujan. Cahaya lampu menerangi sudut kota yang kian sibuk walau saatnya kembali ke rumah sudah tiba.
Gambar itu kuambil beberapa waktu yang lalu ketika busway koridor 8, yang baru saja dioperasikan belum siap dijalankan.


Mengenang kembali betapa, transportasi yang satu ini, mengundang banyak kontra di awal pembangunannya yang berkaitan dengan kemacetan dan kepadatan arus lalu lintas Jakarta. Namun membuahkan kemudahan dan kecepatan waktu yang lebih, dibanding angkutan umum yang sudah ada sebelumnya.


"Byuuuurrr ..."
Suara hujan turun tak lama sesudah itu. Aku cukup kebingungan. Terutama ketika jalan jalanku hari ini merupakan ajakan untuk mencoba koridor 8 Busway yang baru saja dibuka dan kutunggu tunggu.


Lintasan koridor 8 yang mencapai 26 kilometer itu memiliki rute meliputi jalan Lebak Buluk-Ciputat Raya-TB Simatupang-Pasar Jumat-Metro Pondok Indah-Iskandar Muda-Teuku Nyak Arif-Letjen Supomo-Panjang-Daan Mogot-S Parman-Tomang Raya-Kyai Caringin-Balik Papan-Suryopranoto-Harmoni. ** Baca: Trans Jakarta




Kupaksakan juga berangkat sesaat setelah menunggu hujan cukup reda. Bertemu sapa di halte Harmoni, membuat senyum renyah seorang Bapak menjadi lebar. Tangannya merangkul pundakku.


Antrian siang itu pukul 11.30 tak begitu ramai. Kami mendapat posisi tempat duduk di tengah. Tak banyak pemandangan yang bisa dilihat karena keramaian penumpang mulai bertambah.





Sky Walk Grogol

Tiba di halte Grogol, kami pun turun. Rupanya halte itu menjadi transit menuju ke Lebak Bulus atau kembali lagi ke Pulo Gadung, namun tak melewati Harmoni, melainkan Halte Senen.


Siang itu, halte busway tak sepenuh jam jam berangkat dan pulang kantor. Terik matahari memang cukup menyengat . Sky Walk Grogol memang terasa lebih panjang daripada Sky Walk Dukuh Atas ataupun Matraman. Jalan yang berbelok, turun dan naik membuat sisi pemandangan di sekitarnya banyak terlihat, walau cukup lelah juga.




Universitas Tarumanegara terlihat dari sisi Sky Walk Grogol 2

Beberapa gambar disekitar Sky Walk Grogol kuabadikan dengan kameraku. Mm .. asyik juga berlama lama disini. Kebetulan siang hari tak terlalu banyak lalu lalang orang.


Terbersit dalam fikiranku, betapa dipermudahnya perjalanan di beberapa spot dalam kota dengan keberadaan Busway. Walau tak dipungkiri, keberadaan angkutan umum yang sudah ada juga sudah membantu mengantarkan penumpang hingga sampai di tujuan.

Berbagai kalangan menilai bahwa pengoperasian bus transjakarta busway merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Ibukota. **beritajakarta.com





Sekalipun masih banyak terdapat kekurangan di beberapa sisi, namun tak pelak lagi bila kehadirannya banyak membantu pengguna transportasi dalam melakukan perjalanan. Selain mempercepat jalur perjalanan yang terbiasa tersendat oleh kemacetan, *busway memiliki lajur tersendiri dan tidak dilalui oleh kendaraan lain*.


Kenyamanan penumpangnya *karena difasilitasi oleh AC, dan jumlah penumpang yang yang dibatasi*, kehadiran petugas yang membantu meng-informasikan arah dan tujuan, halte halte yang teratur dan pasti, sehingga penumpang tidak diturunkan di sembarang jalan tanpa tanggung jawab, sebagaimana angkutan umum lainnya. Mengutamakan ibu hamil dan orang tua dalam memberi prioritas kesempatan untuk duduk terlebih dahulu.


Walaupun di jam jam tertentu, kepadatan penumpang tak bisa ditolerir juga. Keamanan penumpang tetap didasari oleh kesadaran sendiri, atas kepemilikannya masing masing. Dan jumlah armada yang terasa kurang di saat jam jam padat, sehingga antrian semakin panjang, dan waktu terbuang percuma.


Tak dipungkiri, pada koridor 8 yang baru saja dioperasikan, masih terlihat ketidakteraturan dalam hal familiarisasi kendaraan lain *baik pribadi, kendaraan umum juga motor* menggunakan jalur busway yang terpisah.


Separator busway yang dikeluhkan masih terlalu tipis, sehingga tak terbayangkan bila diterobos oleh kendaraan lain terlalu sering, tentunya akan lebih cepat rusaknya.


Padahal pengoperasian bus Transjakarta koridor 8 ini bertujuan untuk memecah kemacetan sepanjang jalur Lebak Bulus - Harmoni yang melintasi jalan Alteri - Pondok Indah hingga Jalan Panjang.

Semua orang mafhum, pembuatan koridor 8 banyak didasari hasil kesepakatan konsorsium Transjakarta dengan para penghuni kawasan Pondok Indah yang notabene berlatar artis, pejabat, pengusaha dan komunitas orang kaya lainnya. Mereka ngotot tidak ingin kawasan mereka dibatasi dengan separator fisik seperti di koridor lain. **Iskandarjet.kompasiana.com

Obrolan siang Pak Supir Busway ketika itu berbagi pengalaman, di saat menuju dan berangkat dari terminal Lebak Bulus yang padat beberapa waktu lalu, hingga 2-4 jam tersendat dibeberapa titik. Kemacetan ini bermula dari team Persija "hadir" di stadion Lebak Bulus, yang nota bene dekat dengan terminal. Bisa dibayangkan pendukung setia team sepak bola itu memenuhi jalan raya dengan beberapa kendaraan "ber-iritan" sehingga tak memberi kesempatan yang lain untuk memulai perjalanan.


Belum penumpang yang mendesak pak supir untuk minta diturunkan segera, tanpa perlu menunggu pemberhentian di halte berikut. *Bayangkan berdiri selama 4 jam, tanpa tahu kapan busway akan bergerak/terlepas dari kemacetan*



Pemandangan di sekitar Sky Walk Grogol 2


Melalui pintu halte Grogol 2, perjalanan dilanjutkan kembali menuju ke terminal akhir Lebak Bulus.


Mampir di Halte Pondok Indah ..



Kids Station -pemandangan di sekitar halte Pondok Indah



Malas bermacet macet ria? Saatnya beralih ke Busway ...
** Baca: koridor8.blogspot.com



Halte Busway Pondok Indah, dilengkapi dengan fasilitas Toilet umum.
Baru halte ini yang memiliki kelebihan seperti ini? Bagaimana dengan halte yang lain?