5

2009_08_17 Kembali ke PLURK -Emoticon III

My Plurk



Kembali ke Plurk .. kembali ke dunia emoticon yang lucu dan animatif.

Bosan di fesbuk? .. mm bisa jadi. Karena dari awal, fesbuk memang tak bisa menyajikan animati gambar gambar lucu yang ekspresif. Selain itu .. di Plurk aku menemukan banyak sahabat dengan candaan yang lebih flexible.


Setelah karma/nilai plurk ku yang melorot even terjun bebas. Kini merangkak lagi .. bertemu sahabat lagi kembali dan lepas seperti dulu. Mm .. buat yang belum punya account plurk, persiapkan dirimu. Karena waktu bisa berubah total gara gara plurk.
Yups .. keasyikan main Plurk .. bisa bisa yang main duty bisa terbengkalai. Tentukan pilihanmu ya? ..

----
HAPPY
----



----
CRY/SAD
----





----
ANGER/DISLIKE/HATE/WAR
----



----
THINK/DON'T KNOW/BE QUIET
----





----
OKAY/DON'T WANNA SEE/BRIGHT IDE/GOT MAIL
----



----
SURPRISE/UNBELIEVABLE
----



----
IN LOVE
----



----
EATING AND BE FULL
----



----
ACTIVITY-SLEEP
----



----
ACTIVITY-DRIVING SOMETHING
----



----
ACTIVITY-MAKE YOURSELF CLEAN/PRETTY
----



----
ACTIVITY-ALL ABOUT MUSIC
----



----
ACTIVITY-CHILDREN PLAYGROUND
----



----
ACTIVITY-COMPUTER MATTERS
----



----
ACTIVITY-HOUSE WORKS
----



----
ACTIVITY-READING
----



----
ACTIVITY-PHONE CALL
----



----
ACTIVITY-PARTY TIME
----



----
ACTIVITY-PLAYING IN RAIN
----





----
ATTITUDE/BEHAVIOUR-SUPPORT
----



----
ATTITUDE-SAY BYE BYE
----




----
PEOPLE-FAMILY
----




----
PEOPLE-ANGELS
----





----
PEOPLE-SMOKER
----




----
PEOPLE-BOY SCOTT
----




----
PEOPLE-GAMER
----




----
PEOPLE- WORKERS
----



----
PEOPLE-COUNTRY
----



----
PEOPLE-BAD
----



----
PEOPLE-HERO
----



----
PEOPLE-INDEPENDENT
----



----
SALUTION
----



----
FUNNY THINGS/INDEPENDENT
----



----
BEAUTIFUL DAY
----



----
SICK
----



----
ANIMALS
----



----
SPORT
----




----
OTHER
----



Selengkapnya...

2

2009_08_16 Sebait Puisi

Gambar diambil di sini

Tuhan ..
Dengan kerendahan hati, ku torehkan pintaku ..
Sedikit permohonan diri yang lancang ..
Sedikit permintaan yang tak khan pernah berhenti terucap
Sedikit harapan yang tinggi lagi angkuh ..

Tuhan ..
Ijinkan aku untuk sebuah jubah keihklasan di hatiku
Sebuah kerudung keimanan yang KAU sangkutkan menyelimuti rambutku
Sebuah kalung kesabaran yang KAU sematkan di leherku
Sebuah senyum ketulusan yang KAU hiaskan di wajahku

Sebuah buku kejujuran yang KAU hadiahkan untukku
Sebuah nasehat kesetiaan yang KAU sampaikan untukku
Sebuah tonggak keteguhan yang KAU berikan untukku
Sebuah perisai kekuatan yang KAU pasangkan di dadaku


Tuhan ..
Dengan kerendahan hati kurapatkan jemariku menengadah
Sebuah kepasrahan hati yang hina lagi tak berarti
Sebuah ketidakberdayaan yang menggantungkan doa doa pada langit
Sebuah ketidakmampuan yang hanya bisa merangkak lagi meminta


Tuhan ..
Ijinkan aku menyebut bait bait kesucian nama MU
Ijinkan aku menerangi sudut sudut ruang nan gelap dengan keteduhan nama MU
Ijinkan aku menghias bintang bintang malam dengan tinggi nya nama MU
Ijinkan aku menatap keindahan diriMU dengan nikmat dan keajaiban MU


----
diambil dari sini
----


Puasa sebentar lagi ...
Mm .. kembali diberi kepercayaan oleh Yang Maha Segalanya untuk menguji keimanan diri. Untuk mengumandangkan kebesaran Nama Nya di bulan yang penuh ampunan, dan berkah.


Untuk melatih diri dalam kepungan ego dan amukan emosi yang bertubi tubi hadir tanpa henti. Untuk bisa meresapi indahnya rasa syukur atas kelebihan yang di anugerahkan Nya, untuk kita amalkan.
Untuk bisa berbagi dan menikmati indahnya kebersamaan dengan mereka yang membutuhkan.


Sudahkah kita mempersiapkan diri?

Selengkapnya...

3

2009_08_15 LOGIC Thinker


Sebuah cerita "intermezo" ...


Pada suatu hari di suatu bar, masuklah seorang berpakaian perlente dan minum di bar tersebut. Sang bartender melihat manusia keren tersebut tertarik dan bertanya: "Apa pekerjaan bung?" Lalu orang itu menjawab, "Ooooo saya adalah seorang LogicThinker."
Si bartender bingung dan bertanya : "Apa itu pekerjaan logic thinker?"


Orang itu menjawab: "Wah susah menerangkannya, soalnya memang bukan pekerjaan yang lazim, tapi saya akan kasih anda contoh saja, ok?"


Bartender : "Ok!"
Tamu : "Begini, pertama-tama saya bertanya dulu, apakah anda punya akuarium?"
Bartender : "O ya saya punya akuarium buesuaaarrr di rumah."
Tamu : "Nah kalo anda punya akuarium, logisnya anda punya ikan."
Bartender : "O ya saya punya ikan berbagai jenis."
Tamu : "Nah kalo anda punya ikan, anda pasti sayang binatang."
Bartender : "Oya betul sekali saya sangat sayang pada binatang."


Tamu : Kalo anda sayang binatang, apalagi pada anak anda!! Anda pasti sangat menyayangi anak anda."
Bartender : "Betul sekali. Saya mencintai anak saya lebih dari ikan."
Tamu : "Nah logisnya, jika punya anak pasti punya istri."
Bartender : Anda kok tahu? saya memang punya istri cantik jelita."
Tamu : "Tentu saja saya tahu karena itu semua hanya logis saja. Nah sekarang pertanyaan terakhir, jika anda punya istri dan anak, berarti anda tidak impoten!!! Betul?"
Bartender : "100% betul saya tidak impoten."


Tamu : "Nah begitulah kira-kira logic thinker itu."
Bartender : "Oooo begitu tho? saya ngerti sekarang!" (sambil takjub)


Lalu setelah tamu itu pergi, datanglah teman si bartender dan bertanya:
Teman : "Eh, kamu tadi kok asyik sekali omong apa?"
Bartender : "Ooo tadi saya membicarakan pekerjaan orang itu sebagai logic thinker."
Teman : "Apa itu logic thinker?"
Bartender : "Begini lho saya terangkan."(lagaknya kumat) "Pertama-tama saya tanya dahulu, kamu punya akuarium tidak?"
Teman : "Nggak punya tuh?"
Bartender : (berseru dengan keras dan pasti)"BERARTI ANDA IMPOTEN!



sekedar untuk selingan di kala bosan seperti diriku saat ini ... saatnya senyum kembali ..


** disalin dari note seorang teman


Selengkapnya...

5

2009_08_13 Doa Ember Kecil

Sebuah cerita sederhana, tentang kesederhanaan namun menyimpan kebaikan didalamnya.
Terimakasih untuk sahabatku "Aku dan Diriku" yang mengijinkanku mengutip dan meletakkannya disini.

Dahulu kala hiduplah sebuah keluarga yang sangat miskin, seorang ayah dan anak. Mereka hidup serba kekurangan. Sudah setahun sang anak ditinggal ibunya karena sakit dan tidak mempunyai uang untuk berobat.


Sang ayah sendiri hanya berprofesi sebagai buruh pengangkut air. Harta yang mereka miliki hanya gubuk yang mereka tinggali, pakaian seadanya, dan dua buah ember sebagai tumpuan hidup karena mereka hidup di daerah kurang subur.


Malang benar nasib si anak, tak lama kemudian ia ditinggal ayahnya. Kini ia hidup sebatang kara tak punya sanak saudara. Tapi hidup harus tetap berjalan. Ia kemudian melanjutkan hidupnya mengikuti jejak hidup ayahnya sebagai buruh pengangkut air. Tak ada pekerjaan lain yang bisa ia lakukan karena kemampuannya sangat terbatas. Tidak bisa membaca ataupun menulis.


Dengan 2 ember sebagai warisan berharga ayahnya ia memulai pekerjaannya sebagai kuli pengangkut air. Menjadi kuli air bukanlah pekerjaan yang gampang. Ia harus pergi menaiki bukit karena di sanalah satu-satunya sumber mata air di daerah itu. Hujan pun sangat jarang turun.


Uang yang didapat dari pekerjaannya hanya cukup untuk makan sehari-hari kadang sehari ia tidak makan sama sekali. Ia tidak mengeluh sedikit pun ia terima kehidupannya sebagai takdir yang harus ia jalani.


Bertahun-tahun lamanya ia tekuni pekerjaan itu dengan sabar. Salah satu embernya bocor sehingga membuat hidupnya tambah susah. Setiap kali ia membawa air hanya tinggal 1 ember setengah yang ia dapat. Lama-kelamaan bocornya semakin besar dan ia pun hanya bisa mendapatkan 1 ember air setiap kali ia pergi ke bukit. Walaupun begitu ia tetap saja memakai ember yang bocor itu tanpa ada usaha sedikit pun untuk memperbaiki atau menjual ember itu.


Ember bocor itu merasa malu dan minder dengan temannya yang sempurna fisiknya dan lebih bermanfa'at ketimbang dirinya yang hanya bisa membebani pundak tuannya. Setiap malam ia menangis akan kekurangan dirinya dan menyesali ketidak bergunaan dirinya. Tak henti-hentinya ia berdo'a agar ada yang menggantikan dirinya. Do'anya akhirnya terkabulkan.


Suatu hari tuannya pergi mencari air seperti biasanya. Di tengah perjalanan ia menemukan sebuah ember. Bentuknya masih cukup bagus dan tak ada lubang sedikit pun. Si ember bocor merasa senang karena akhirnya ada yang menggantikannya dan ia merasa siap untuk dibuang tuannya. Tapi yang diharapkan oleh si ember bocor tidak terjadi. Tuannya mengambil ember itu kemudian berkeliling desa untuk mencari pemiliknya. Setelah lama mencari, akhirnya ia mendapatkan pemilik ember itu dan memberikan ember yang bukan haknya.


Sejak kejadian itu si ember bocor tak henti-hentinya memikirkan kejadian. Apa tuannya itu orang yang terlalu baik atau terlalu bodoh? Apakah dirinya begitu berharga untuk dipertahankan? Setiap malam ia berdo'a agar diberikan kemampuan untuk berbicara. Akhirnya do'anya terkabul.


Seperti biasanya subuh-subuh tuannya harus mencari air untuk di jual ke desa. Ia mendengar suara tangisan. Tapi tak ada seorang manusia pun yang ada di sekitarnya. Setelah mencari-cari akhirnya ia meyakini suara itu berasal dari ember bocor miliknya.


Tuannya itu kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada ember bocor.
Tuannya : "Apakah suara tangis yang kudengar berasal dari kamu ?"
Ember bocor : "Ya tuanku. Aku menangis karena aku merasa tidak berguna karena hanya menjadi beban hidupmu. Keadaanku yang bocor dan tak sempurna ini hanya membuang-buang air yang telah kau ambil susah payah. Sesungguhnya aku rela bila Tuan menggantikan aku dengan ember yang lebih baik atau membuang diriku ini. Tapi jika tuan merasa diriku ini sebagai kenangan dari ayah tuan maka aku rela hanya menjadi hiasan di rumah tuan. Tuan tak perlu memakai diriku yang tidak berguna ini"


Tuannya tersenyum sambil menjawab:
"Wahai ember kesayanganku. Sesungguhnya aku memakaimu untuk kebaikan orang lain. Apa kamu tak sadar setiap air yang kau teteskan telah menumbuhkan tumbuhan dan bunga-bunga di sepanjang jalan yang kulewati. Aku merasa bahagia ketika melihat anak-anak bermain dengan bunga yang kau tumbuhkan atau seseorang yang sering memetikkan bunga untuk kekasihnya.


Sungguh aku termasuk orang yang bodoh dan miskin. Tak ada ilmu yang bisa aku ajarkan dan tak ada harta yang bisa aku bagikan. Terima kasih emberku kalau bukan karena dirimu aku tak kan bisa berbuat kebajikan di dunia."


Mendengar perkataan tuannya ember bocor itu merasa bangga dan bahagia sekaligus terharu. Ia tidak lagi merasa minder. setiap tuannya memakainya ia tertawa dan bernyanyi.


Waktu terus berlalu, Bunga-bunga di sepanjang jalan meninggi diringi pertambahan tumbuhan lainnya. Desa yang tadinya tandus dan sepi menjadi ramai dikunjungi orang2 dari kota untuk melihat bunga2 indah nan langka. Puluhan tahun setelah kematian sang kuli angkut air, ditemukan kandungan obat dari tumbuhan dan bunga tersebut. Sebuah dampak yang sangat besar dari seorang kuli angkut air dan embernya.


----
DI BALIK KEKURANGAN SELALU ADA KELEBIHAN
Semoga ceritanya bisa bermanfa'at
----

Selengkapnya...

5

2009_08_12 Maafkan Aku Bu ..

Gambar diambil di sini

Seorang Ibu Tua duduk terlebih dahulu disamping bangku kopaja siang itu. Aku baru saja naik dan melihatnya tertegun, diam tanpa suara. Wajahnya menampakkan kesedihan dan raut wajah tuanya begitu rapuh.


Hati kecilku mengatakan, ia memerlukan bantuan. Ketika aku baru selesai berbelanja .. ditanganku memegang satu tas plastik besar. Sementara disebelahku duduk Ibu tua yang mungkin tak tahu apa yang akan dia bawa pulang untuk keluarganya.


Tergerak hatiku untuk membantu. Namun ini Jakarta !!
Di dalam bus kopaja, cukup banyak dipenuhi orang. Aku bahkan sedikit khawatir mengeluarkan sejumlah uang dengan nilai cukup besar. Terbersit untuk memulainya dengan membayarkan ongkos transportnya dulu. Namun ... ups, Sang Ibu sudah membayarnya duluan. Lupa ... dia khan naik duluan.


Ya sudah.
Akhirnya kupersiapkan sejumlah uang dibalik tasku. Sambil berdoa semoga tak ada yang berniat jahat, aku menunggu bus melaju hingga tempat pemberhentianku tiba. Kuberikan uang yang sudah kulipat lipat kecil itu ke tangannya. "Buat Ibu .." sahutku pelan.
Digenggamnya uang itu. Seakan mengerti maksudku, uang itu bahkan tak dilihatnya. Ia terus menggenggam dan menempelkan genggaman tangannya ke bibirnya seraya berdoa mengucap terimakasih Tuhan atas rizki yang datang ketika itu.


Aku terharu memperhatikannya. Tetap tanpa suara.
Rupanya Sang Ibu juga turun di tempat yang sama. Bus melaju cukup kencang .. hingga kami harus berpegangan untuk bisa turun dengan aman. Kuberikan tanganku untuk membantunya. Matanya melihatku dengan lembut. Ingin ia meraih tanganku .. namun ia lebih memilih berpegangan sendiri.


Aku berjalan duluan namun pelan. Aku ingin tahu kemana ia pergi.
Sayang ia menyeberang jalan .. dengan mata tertunduk dan sesekali melihatku. Tetap tanpa suara. Aih .. hati kecilku menjadi bertanya, cukupkah kiranya pemberianku itu? Mengapa aku hanya memberikan sejumlah itu. Seandainya bisa lebih .. aku tak brani membuka dompetku di tengah padatnya penumpang di dalam bus tadi.


Kuteruskan langkahku pulang, sambil berucap "Maafkan aku Bu. Aku cuman bisa memberi segitu. Seandainya aku brani memberi lebih tadi .."
Ia pun menjauh menuju Stasin Kereta. Aku hanya melihatnya dari kejauhan ..
Aku merasa berdosa. Aku masih mengingatnya ... berkebaya lusuh memegang tas plastik. Urat urat keras ditangannya yang kecil terlihat jelas.


Semoga Tuhan memberinya perlindungan dan rizki yang lebih baik ..

Selengkapnya...

4

2009_08_11 Kebaikan Apa Yang Sudah Dilakukan Hari Ini?

Membaca satu kalimat bijak yang kutemui suatu kali, bunyinya seperti ini ..
"Sebelum tidur, tanyakan kepada diri sendiri .. kebaikan apa yang sudah kamu lakukan hari ini?" Waktu kutuliskan di status fesbukku .. respon beberapa teman menjawab "Apa ya? Sudah lupa tuch?" ha ha ha ...
Ada juga yang akhirnya bilang," dimulai dengan melakukan niat yang baik hari ini"


Apa ya kebaikan yang kita lakukan hari ini?
Gak perlu dijawab .. jawabannya hanya antara kita dan hati kecil saja. Boleh sich .. dibagi bagi cerita ceritanya, siapa tahu teman teman juga ikut ter-inspirasi karenanya.


Pernah ada satu cerita bijak, yang intinya bercerita begini. Seorang anak, sebut namanya A ketika itu membutuhkan pertolongan. Hingga tibalah anak lain bernama B yang mampu menolongnya. Satu nilai kebaikan itu ingin dibalas dengan kebaikan lain pula oleh A. Bertanyalah A kepada B, tentang apa yang bisa dilakukannya untuk membalas kebaikan B. Dan jawaban B adalah .. lanjutkan melakukan kebaikan kepada orang lain yang membutuhkan, sehingga kebaikan lah yang akan ada di dunia ini.


Simple, sederhana .. tapi di dunia yang kini serba materialistis, masih ada gak ya? Satu cerita motivator besar yang meng-agungkan nilai kebaikan akan membawa pada fikiran fikiran positif dan memberi aura pada sebuah kesuksesan, pun tak lepas dari kekuatan sebuah "kebaikan".


Dengan kebaikan, akan menjaga langkah langkahmu di depan. Menjaga sayap sayap mu melebarkan kepaknya disamping, dan menjaga masa lalu mu dari niat buruk yang siap mengganggumu kapan saja.


Apa nilai sebuah kebaikan?
Apakah kebaikan itu?
Hiii .. serem. Lama lama kok menjurus ke filsafat ya? Obrolan berat nich ... ^.^
Gak dech .. aku cuman ingin share arti sebuah kebaikan dari sudut pandangku yang sempit ini.


Buatku, kebaikan adalah membantu meringankan beban seseorang dengan kelebihan yang kita miliki. * Bikin definisi sendiri nich* ^.^
Kebaikan tak selalu berkaitan dengan materi. Sekedar memberi salam, bertemu sapa apalagi mengajak berbincang hingga senyum simpul itu datang, pun sudah merupakan satu nilai kebaikan. "Aku baru saja membuatnya tersenyum hari ini, padahal masalahnya berat sekali"


"Aku baru saja menyingkirkan paku di jalanan, agar kendaraan yang lewat tak terganggu karena bannya nanti bakal bocor" *misalnya ..*
"Aku mengagumi kelincahannya memainkan tugasnya sebagai tukang parkir. Walau pekerjaannya terkesan biasa bahkan tak menjamin apapun, namun kecintaannya membuatnya terlihat gesit, lincah dan sangat menyatu"


Nilai sebuah kebaikan, banyak kita temukan dalam cerita cerita bijak. Namun, dapatkah kita menjadi salah tokoh yang melakukan kebaikan didalamnya? Kadang untuk sekedar berujar, bukanlah satu hal yang rumit. Namun menjadi diantaranya .. bukan satu hal yang mudah. Pernahkah mencoba untuk memberikan barang kesukaan kita kepada orang lain? Mm .. gak mudah ya? ^.^


Disaat kita hanya mampu membeli makanan 2 buah, namun perut kita tengah dililit rasa lapar, sanggup kah kita memberikan sebagiannya lagi kepada orang lain yang mungkin lebih lapar dari kita?
Mm .. kalau jawabannya begini gimana? "Tentu saya berikan 1 makanan lagi untuknya. Toh nanti saya bisa pinjam uang teman untuk membeli makanan lain". Tapi bagaimana bila kita tidak bisa berharap teman akan membantu kita? Sementara yang kita miliki hanyalah apa yang ada didepan mata.


Aku pernah menemukan kondisi dimana aku diantara 2 pilihan yang sama sama membuatku berfikir. Memang itu tergantung apa yang akan kita berikan. Namun bila kita sanggup meng ikhlaskannya, rasanya plong ... walau kadang hati kecil juga mempertanyakan, atas dasar apa keihklasan itu terbentuk.
Setidaknya aku bisa menulis sebuah kalimat "Hari ini aku belajar bahwa ikhlas itu indah"


Bagaimana dengan teman teman? Sudah menemukan jawabannya?
Aku sudah ..

Selengkapnya...

3

2009_08_09 Sudah Selesai Khan Sekolahnya?

Ceritanya hari ini aku mengantar Bapak ke satu acara pernikahan putri salah satu teman kantornya dulu. Yang kebetulan juga adik kelasku, walau cukup jauh jaraknya. Puput namanya. Aku tak terlalu mengenal Puput. Namun Kakaknya Puput, adalah partner menariku di beberapa event tertentu.


Berdua, mesra .. kami datang lebih awal. Suamiku tak menemani ketika itu, karena berbenturan dengan acara keluarga yang sudah merupakan pertemuan rutin beberapa bulanan.


Acara dimulai pukul 11.00. Namun kami datang 15 menit lebih awal.
Beberapa teman Bapak datang menyambut, dan terjadilah percakapan masa lalu yang sangat memorial. Aku melirik beberapa tamu .. siapa tahu teman seangkatanku ada yang datang.
Aku jadi banyak berkenalan dengan Teman Bapak. Bapak yang menjelaskan teman temannya semasa bekerja. Aku banyak mengenal nama, namun cukup pelupa untuk mengenal wajah. Maklum .. sekarang banyak yang berpencar di beberapa kota.


Beberapa aku masih mengenal dengan kental. Maklum sebagian adalah teman teman di satu komplek perumahan, dimana putra putri mereka juga teman sekolahku dulu. Aku banyak menemani Bapak berbincang. Wah .. seru juga menyaksikan usia lanjut berinteraksi dengan teman teman seperjuangan kini. Membayangkan ... akan seperti apa kelak diriku di usia Bapak kini ya?
Agh .. semoga tali silahturahmi antar sahabatku tak pernah putus ya?


Tiba pengantin pun mempersiapkan diri ..
Bersama keluarga dan kerabat berjalan di karpet merah menuju tangga pelaminan. Wah cantik sekali ya? Keduanya nampak gagah dan cantik bak anggota kerajaan. Dengan kebaya kuning keemasan, gaya kebaya adat Jawa kedua mempelai duduk di singgasana dibarengi dengan tarian jawa yang menarik mata.


Sementara mataku asyik mengamati photografer yang memiliki tempat leluasa untuk mengambil sasaran tembaknya. Wah ... aku jadi membayangkan diriku di posisinya. Bagaimana seandainya aku adalah dia. Mm .. tentunya aku bahagia sekali ...
Ha ha ha ... cukup ya menghayalnya !!




Tak berapa lama seusai menyalami pengantin dan keluarganya, kami beranjak pulang. Beberapa Teman Bapak juga ikut bersama beriringan menuju eskalator turun. Obrolan singkat pun terjadi bercerita tentang khabar, dan tempat tinggal. Namun satu terselip yang akhirnya membuatku menjadikannya sebagai topik postingan kali ini adalah ..
"Ini Putrinya yang keberapa?" Tanya Teman Bapak
"Ini yang kedua" Ujar Bapak
"Iya .. saya yang kedua Om" Sahutku menyambung.
"O .. tapi sudah selesaikan sekolahnya?" Tanya Teman Bapak lagi ..
Tergelak rasa tawa dihati .. namun kusambut dengan tenang .. "Sudah Om, sudah 12 tahun yang lalu" jawabku sambil tersenyum.


Ha ha ha .. tentu saja Teman Bapak terkaget kaget. Membayangkan berapa ya kira kira usiaku kini? UPS .. mana ya kalkulator ... ^.^
"Ohh .. kok kayak masih SMA" Ujarnya sambil ikut tergelak. Bapak pun tertawa riang .. membayangkan anak bontotnya susah makan dan sukanya fesbukan saja. Ha ha ha ..


Akhirnya kami berpisah di Lobi. "Itu pertanyaan yang kesekian kalinya, Pak .. " Kataku kepada Bapak meledek. Ha ha ha ..
Bukan hal yang aneh ketika pertanyaan itu akhirnya muncul hingga saat ini. Awalnya sangat kurasakan ketika pertama membangun usaha batikku. Aku dan assistenku terpaut usia 5 tahun, dimana aku lebih muda. Banyak customer yang meragukan statusku sebagai perintis usaha. Mereka selalu beranggapan aku adalah assisten toko itu.


Awalnya gondok juga. ^.^
Sembari berfikir apa yang harus kuubah dari diriku, sehingga mereka bisa melihat diriku yang sebenarnya. Namun pandangan itu dirubah oleh suamiku yang justru mengajarkanku untuk menikmatinya. Dimana mana orang ingin tampil awet muda. Aku bahkan memiliki itu tanpa harus berupaya ke dokter, atau minum kaplet vitamin E sebanyak- banyaknya.
Soal tidak "dianggap" .. anggap saja merupakan satu tantangan. Toh "Being Low Profile" adalah satu nilai tambah bagi seseorang sembari memperkuat diri dengan kelebihan yang lain.


Nasehatnya ringan, namun diluar dugaan.
Gayaku memang terlihat masih seperti kekanakan. Tak lebih dengan sifatku yang memang anak bontot dan cenderung manja. Namun disaat saat serius .. rupanya aku bisa jadi sok tua juga loh. Ha ha ha .. setidaknya itu kata suamiku.


Aku memang lebih suka berpenampilan jeans dan kaos lengan panjang. Buatku itu lebih terlihat simple walau akhirnya mengubah pandangan orang tentang usiaku. Begitu juga ketika aku pindah pertama ke Bogor. Siapa sangka aku berusia setua ini??? Selagi mereka yang tak jauh berbeda tahun denganku, nampak lebih "keibuan" dibanding aku yang kekanakan. Ha ha ha ..


Jadi anak Bawang di komplek perumahan pun bukan sesuatu yang mudah, karena memerlukan pengenalan dan penyesuaian yang cukup.


Agh .. waktu kini sudah mengajarkanku banyak hal. Toh seimut apapun aku *huekkkkks ....* aku tetaplah kuyus yang ceria, cerewet .. dan suka iseng. Tak perduli usia .. apalagi penampilan. Siapa tahu ketika naik angkot .. aku bisa bayar seribu ya? ^.^ he he he

Selengkapnya...

4

2009_08_08 UP

Menyempatkan mampir berlibur, mengajak jagoan kecilku menonton film kartun animasi baru berjudul UP. Kisah yang dipenuhi dengan daya imajinasi ini begitu dikagumi banyak penonton cilik hingga usia dewasa.
Sebelumnya beberapa teman memang menyarankan untuk tidak melewatkan aksi lucu dan kocak film ini. Kebetulan jagoan kecilku belum nonton .. jadi kita nonton bareng dech.


Berkunjung ke Botani Square Bogor ketika itu, semangat si kecil nampak besar dibanding kita kita yang berniat menemani. Padahal acara tayang berlangsung pukul 12.45 siang. Belum makan siang pula.
Namun mahluk kecil ini, yang merasa tak ingin ketinggalan tayangan pertama itu, enggan diajak makan atau bahkan membeli cemilan sekedar pengisi perut.


Dasar anak anak .. aku dan suami geleng geleng kepala saja sambil tersenyum.
Tiba, pintu theater dibuka .. si kecil langsung bergerak. Menyerahkan sendiri kartu tiketnya .. ia berlari lari menemukan kursi duduk yang sudah ditentukan. Wow .. dia paling pertama.
Terlihat dari bangku paling atas, ia menikmati melihat orang orang yang masuk ruangan dan sibuk mencari cari dimana mereka duduk.


Film pun diputar dengan tayangan animasi yang membuat penonton tersenyum ..
UP dimulai dengan kisah tentang Carl Fredricksen (Edward Asner), kakek berusia 78 tahun, seorang pedagang balon memutuskan untuk mewujudkan mimpinya yaitu berpetualang dengan mengikatkan ribuan balon pada rumahnya dan terbang menuju Amerika Selatan. Namun rencananya menjadi mimpi buruk saat ia mengetahui bahwa seorang anak berusia 8 tahun bernama Russell (Jordan Nagai) ikut bersamanya ** sinopsis


Film ini menceritakan kehidupan seorang kakek bernama Carl Fredricksen (Edward Asner) yang berusaha untuk memenuhi mimpi mendiang istrinya. Carl kecil adalah seorang anak pemalu yang mengidolakan seorang penjelajah bernama Charles Muntz (Christopher Plummer). Suatu hari, ia bertemu dengan seorang anak perempuan bernama Ellie (Elizabeth Docter) yang juga mengidolakan Muntz. Sejak saat itu, mereka bersahabat dekat. Ellie memiliki ambisi untuk membangun “klub penjelajah”nya di tepi air terjun Paradise di Tepui, Amerika Selatan. Mereka berdua pun bersumpah akan melaksanakan mimpi itu.


Beranjak dewasa, Carl dan Ellie pun menikah. Mereka terus mengingat mimpi mereka dan berusaha untuk mewujudkannya. Ellie bekerja sebagai penjaga kebun binatang dan Carl menjadi penjual balon gas. Bersama-sama, mereka giat menabung untuk bisa pergi ke air terjun Paradise. Namun, simpanan tersebut selalu saja terpakai untuk kebutuhan mendesak lainnya.


Carl dan Ellie hidup berdua sampai mereka lanjut usia. Mereka tidak memiliki keturunan karena Ellie tidak bisa hamil. Saat Carl berhasil mengumpulkan uang dan berniat mengajak Ellie ke air terjun Paradise, Ellie sakit dan akhirnya meninggal. Carl sangat terpukul dan menjadi orang yang tertutup.


Sepeninggal Ellie, Carl menjadi uring-uringan. Ia bertengkar dengan salah satu pekerja industri yang membuatnya harus pindah ke panti jompo. Saat dijemput, Carl melarikan diri dengan cara menerbangkan rumahnya dengan 10.000 balon gas. Ia berniat untuk pergi dan mendaratkan rumahnya ke air terjun Paradise, seperti mimpi Ellie. Tak disangka, seorang anak yang sedang berusaha mendapatkan lencana pramuka terakhirnya, Russell, juga ikut terbang bersamanya karena bersembunyi di teras rumah Carl. Maka, mereka berdua pun memulai petualangan seru menuju Amerika Selatan.
Selama perjalanan menuju air terjun, Carl dan Russell bertemu banyak tokoh, seperti Kevin, seekor burung raksasa sejenis burung unta dan Dug (Bob Peterson), anjing pintar yang memiliki kalung canggih yang bisa membuatnya berbicara. Carl juga bertemu idola masa kecilnya, Charles Muntz, yang ternyata masih hidup dan berusaha untuk mengumpulkan bukti untuk penemuannya.
Konflik batin pun melanda Carl. Apakah dia harus membantu Russell menyelamatkan Kevin dari kejaran Muntz dan mengembalikan Kevin ke sarangnya atau melanjutkan misinya untuk membawa rumahnya ke tepi air terjun Paradise? Kebahagiaan seperti apa yang sebenarnya dicari oleh Carl?**Review


Cerita ini unik.
Aku mengacungkan jempol untuk daya imajinasinya yang bisa diwujudkan menjadi satu karya cerita yang luar biasa. Sesuatu yang tak pernah terfikirkan oleh manusia manapun, bisa diaplikasikan indah dan kocak untuk usia muda dan ringan untuk semua kalangan.


Apalagi karakter yang diciptakan tak lepas dari kekurangan dan kelebihan yang saling mengisi rangkaian ceritanya menjadi semakin apik.


Mungkin itulah aku suka fim kartun animasi, sebagaimana halnya, Mr. Incredibles, Wall E, Ice Age, Monster, Kungfu Panda, dan lainnya. Selain ringan untuk anak anak, namun aku aku selalu terkagum kagun dengan imajinasi jalan cerita dan penciptaan karakter yang memperkuat jalan cerita.

Selengkapnya...

5

2009_08_07 Bertemu Teman Blog

Bertemu sahabat Blogger memang hal yang mendebarkan. Senang, juga bercampur rasa penasaran. Seperti apa ya dia?
Apa seperti yang di blog? He he he


Begitulah ceritaku kemarin .. bertemu dengan Mbak Reni yang kebetulan sedang bertugas sehari di Jakarta. Janjian sudah kami lakukan via handphone. Rute perjalanan Mbak Reni dan Teamnya pun sudah dikhabarkan sebelumnya. Sehingga aku bisa memperkirakan dimana kira kira aku bisa bertemu.


Jadwal Mbak Reni cukup Padat. Pagi Tiba sudah mengabarkanku via SMS tentang kedatangannya. Tujuan pertama Mbak Reni berkunjung ke BKN yang letaknya tak jauh dari Stasiun Jatinegara. Lalu berkunjung ke MenPan yang letaknya di Jln Jend Sudirman.


Awalnya aku agak bingung, Menpan di Jln Jend Sudirman itu dimana ya?
Tanya sana sini .. agaknya semua mengernyitkan dahinya. Kebetulan tempatku bekerja terakhir letaknya tak jauh dari kantor MenPan. Terlihat dari nomer kavlingnya. Berarti itu tak jauh dari Gedung Summitmas.


Aku coba berfikir untuk menggunakan kopaja 19 yang melewati areal kantorku dulu lalu bersiap untuk jalan kaki saja. Daripada terlewat ..
Kami janjian pukul 13.00 siang. Perkiraanku .. tugas Mbak Reni dan Team sudah lebih longgar, dan aku tak terlalu mengganggu. Karena toh pada dasarnya Mbak Reni ke Jakarta karena tugas, maka itulah yang harus didahulukan.


Bersiap siap dari rumah lebih awal, rupanya .. aku tiba di sana lebih cepat 1 jam. Berbekal sms yang terus aktif, aku pun mendatangi kantor Menpan. Wah .. tepat. Letaknya memang setelah kantor ku di Summitmas. Sekalipun harus melewati tanah kosong dan menyeberang jalan. Kufikir tapi pintu masuk Kantor Menpan itu letaknya di Jln Sudirman. Waduh?? .. rupanya bukan. He he .. akhirnya aku jalan mengitari pagar dan menemukan satu pintu masuk *yang cuman itu saja pintunya*.


Tiba di Loby, Mbak Reni menyampaikan pesan untuk langsung ke lantai 4. Wah .. tambah deg degan saja. Keluar dari Lift, Mas Wahyu yang merupakan Team Mbak Reni menyambutku. "Temannya Mbak Reni ya?" Sapanya pelan.
Dan aku menggangguk ..


Diantarlah aku menuju satu ruangan. Sempat berfikir, untuk menunggu di luar saja karena dikhawatirkan kedatanganku mengganggu orang orang yang sedang bekerja. Namun begitu masuk ke dalam ruangan yang lebih terlihat seperti ruangan untuk menyambut tamu, aku sedikit lebih lega. Beberapa orang juga nampak tengah menunggu sesuatu disana.


Diujung sana, seorang Ibu nampak melemparkan senyum khasnya yang ceria. Mm .. siapa lagi kalau bukan Mbak Reni. Qi qi qi ... sudah ketebak dech .. ^.^
Wah ... ternyata orangnya ramai juga ya? Ha ha ha ... itu cukup melumerkan rasa deg deg anku. Karena pada dasarnya aku juga cerewet dan suka bercanda. Tapi .. aku masih jaim ketika itu. Maklum .. aku khan masih junior diantara semuanya ^.^


Cipika cipiki .. kini aku lebih santai. Mbak Reni banyak bercerita tentang dunia blog dan teman teman blognya. Ha ha .. aku cenderung untuk mendengarkan dulu. Karena asyik juga mendengarkan ceritanya, yang aku sendiri banyak tak tahunya. Wah .. rupanya aku sangat ketinggalan berita ya? Mungkin karena aku tak lagi terlalu full time "nyemplung" di Blog.


Berbekal buku yang kubawa, aku sempatkan menghabiskan waktu sedikit dengan membaca, walau tak banyak. Terutama ketika Mbak Reni kembali dengan tugasnya "menghadap" ke dalam ruangan. Mas Wahyu menemaniku berbincang bincang sejenak.
Hingga tak lama .. tugas pun selesai.


Berkenalan dengan Bp. Indarjo dan Mas Wahyu- rekannya Mbak Reni. Kami siap menuju ruang makan terdekat karena ketika itu perut sudah melilit. Plus .. jam makan siang sudah lewat. Mengitari komplek Menpan .. rupanya food courtnya sudah kehabisan stok makanan. He he ..
Mencari rumah makan lainnya pun terasa lebih jauh. Mbak Reni mengusulkan untuk makan siang di Gambir saja, sekalian. Dan itu disepakati bersama.


Bersama Taxi .. kami diantar ke Gambir. Wah .. suasana macet tentunya menghiasi gambaran kota Jakarta. Jalanan dipenuhi oleh kendaraan yang berniat naik ke Jembatan Semanggi. Terlihat ketika taxi melaju setelah Jembatan Semanggi, jalanan pun lowong dan lancar.


Tiba di Gambir, kami mencari cari food court.
Rupanya sudah banyak yang berubah ya? Aku sudah lama tak lagi mengunjungi stasiun Gambir, semenjak kostku lebih dekat di Stasiun Kalibata.
Akhirnya pilihan jatuh ke Soto Ayam yang tak jauh dari kedatangan kami di Gambir.


Walau tak lama, kami ngobrol santai .. aku cukup menyayangkan kedatangan Mbak Reni yang cuman sebentar. He he ... padahal aku ingin mengajaknya jalan jalan dan mengenal Mbak Reni lebih dekat. Tapi biar gimana ... aku senang bisa bertemu sapa, ngobrol sesaat dan berpose berdua.


Aku terbilang cukup kaku juga. Soalnya aku paling junior.
Teringat ketika Bp. Indarjo menanyakan apa aku masih kuliah. Tersanjung kukatakan .. bahwa aku sudah menyelesaikan kuliahku 12 tahun yang lalu. Ha ha ha ...
Wajah dan penampilan memang masih ABG ^.^ tapi usia apa boleh buat, tak bisa diputar ulang ... Ha ha ha ..


Sekitar pukul 15.00 aku pamit pulang. Sambil menjemput suami di kantornya .. aku bisa pulang bersama. Lumayan khan ..
Kalau tak macet, perjalanan memang bisa dilakukan lebih cepat. Karena dibumbui macet dimana mana, akhirnya aku naik busway saja .. sambil jalan jalan.


Thank you Mbak Reni ... senang bertemu dengan Mbak.
Walau singkat tapi kualitas pertemuan bisa dilakukan ya .. ^.^ Kapan kapan main ke jakarta lagi ya ....


Jadi teringat ketika pertama kopdar dengan teman chattingku Chikly. Pertemuan pertama terjadi di Blok M. Walau kita sudah sering ledek ledekan di room chatting juga di YM, namun rasa kikuk memang tak bisa lepas. Ha ha ha .. rupanya aku memang begitu ya?
Tapi kalau sudah beberapa kali bertemu, tentunya sudah lebih santai dan relaks ... ^.^

Selengkapnya...

7

2009_08_06 Terbangun Oleh Mimpi

Gambar diambil di sini


Selamat pagi ..
Mm .. tumben pagi pagi aku sudah membuka kompi dan menulis sesuatu.


Ceritanya, tadi pagi aku bermimpi untuk yang kedua kalinya. Ya sebutlah mimpi tidur itu cukup menggugah fikiranku, walau akhirnya kupasrahkan saja pada Yang Punya Maksud.


Mimpi ini seperti berlanjut. Ketika itu .. entah cerita pertama nya kapan. Aku tinggal dengan keluarga angkat, dengan satu kakak lelaki. Kami ber-4 melakukan perjalanan ke daerah yang cukup gersang, sedikit pohon, seperti areal industry yang baru saja dibuka. Lalu lintas kendaraan nampak ramai. Namun terik matahari cukup menyengat, bahkan matahari terlihat lebih besar.


Habis berjalan jalan mengelilingi areal wisata yang cukup aneh, *anehnya, kok ada tempat wisata di areal industri*, kami mendatangi satu tempat yang merupakan habitat monyet. Mungkin semacam orang utan, namun terlihat dapat berdiri lebih tegak. Ketika kami tiba dan turun dari kendaraan, kakak lelaki itu nampak berbaur disana dan diterima dengan baik. Perubahan demi perubahan pun terjadi. Lelaki itu berubah dan berbulu lebat seperti monyet.


Sepertinya perpisahan ini sudah dipersiapkan oleh kedua orang tua yang menjadi keluarga angkatku dalam mimpi itu. Deru tangis pun meledak mengakhiri perpisahan itu. Dan kami ber-3 pun kembali pulang.


Ringkasnya, itu bersambung tadi pagi.
Pukul 04.30 seiring jam alarm pagi berbunyi, aku pun terbangun. Namun kisah segar itu teringat dalam alam ingatanku.
Aku kembali memiliki kakak angkat yang kali ini adalah perempuan. Tak disangka .. perlahan demi perlahan, badanku pun berbulu, terutama di areal punggung dekat dengan pundak.


Kekagetan itu mencuat ketika kakak angkat perempuanku juga mengalami hal yang sama. Satu kesimpulan pun bergumam, adakah setiap anak yang diangkat oleh keluarga ini, merupakan "pilihan" untuk berpindah komunitas?
Mereka menerima takdir itu, namun aku tidak. Siapa yang akan merawat orangtua angkat itu, yang telah susah payah merawat kami. Siapa yang akan memperhatikan mereka kelak. Aku menolak takdir ini ..


Akhirnya, mereka seperti melakukan satu upacara kecil dengan gaya tarian *seingatku memakai selendang untuk menari dech ... untuk upacara itu*, menghadap ke tembok .. dan perlahan terlihat siapa saja yang menjadi "pilihan".
Aku cukup kaget, namun aku hanya terdiam.


Disitu aku hanya menangis, karena aku tidak akan meninggalkan mereka yang sudah lelah merawat kami hingga sebesar ini. Apapun yang terjadi aku akan berada disamping mereka. Tangis pun meledak, aku dan ibu angkatku berpelukan.
Disaat itulah aku terbangun ..


Apa arti mimpi itu?
Aku memang tak mau terlalu serius mencarinya. Namun selama aku masih mengingatnya, .. aku cukup berharap, sebuah jawaban bisa mengisi rasa penasaran itu. Apa pesan yang ingin disampaikan Nya?
Apalagi mimpi itu seperti lanjutan kisah yang dulu pernah ada.


Tanya mbah Gugel? he he he ... aneh semua jawabannya ..

Selengkapnya...

3

2009_08_05 Maaf Tak Ada Uang Receh



di lauhil mahfudz kita menjalin janji
janji suci dalam keabadian azali
saat ruhKu meminjamkannya
pada badanmu yang seadanya
alastu birabbika ..
balaa syahidnaa
demikian persaksianmu saat itu
sekarang Aku datang kepadamu dalam sosok
yang tak kau sangka dan tiada engkau mengira
hanya sedikit yang Kupinta
seteguk minum pelepas dahaga
sekepal nasi pengganjal perut hina
kalaupun engkau tak memiliki apa apa
cukuplah senyummu
sebagai obat penawar
lapar dan dahagaKu
Sunguh Aku tak menyangka
engkau benar benar lupa
akan jalinan janji kita
bukan nasi Kudapatkan
tiada air kau hidangkan
bahkan untuk sekedar tersenyum pun
engkau merasa berat ..
Aku diam saat kau tutup pintu secepat kilat
sambil berkata ; " maaf tak ada uang receh "


Aku sungguh sungguh kecewa
cintaKu bertepuk sebelah tangan


(nishfu sya'ban 060809)
----
dikutip dari sini
----


Puisi ini aku kutip dengan ijin yang sudah diberikan tentunya dari seorang teman. Mm .. menyentuh hatiku .. menggugah rasaku untuk sedikit menguraikan apa yang ada di fikiran.


Tak terasa bulan berjalan, hingga membawa kita kembali kepada Bulan Penuh Keajaiban. Ramadhan. Sebutir kebaikan, sebesar kebahagiaan yang dapat dibagi adalah keindahan yang dapat ditulis di bulan itu. Dimana kekasih kekasih Tuhan datang menguji keimanan, keihklasan dan kesabaran kita memulai hari.


Kadang keinginan untuk berbagi di bulan penuh berkah ini, selalu "diataskan" bagi sebagian orang yang masih diberikan kesempurnaan anggota tubuh oleh Tuhan. Masih diberikan kemampuan berfikir untuk bekerja dan berusaha. Mereka berusaha menampakkan diri mereka terlihat lebih memprihatinkan dari keadaan sebenarnya.


Pengamatan televisi pernah membahas soal ini. Terutama untuk anak anak yang disebar di satu lokasi tertentu dengan penampilan yang membuat kita trenyuh dan akhirnya ringan untuk membantu.
Belum lagi ketika kaki kaki yang sempurna diberikan, dicoletkan obat merah dan beberapa polesan yang ugh ... seakan luka itu baru saja terjadi, menganga dan meninggalkan gambaran yang tak sedap dipandang.


Atau anak anak muda yang dipapah oleh lelaki muda, dengan gambaran kakinya tinggal separuh, atau diamputasi. Padahal .. kakinya terselip dibalik celananya.


UPS ... susah juga membedakan antara yang papa dan yang berdiri dibalik kamuflase dan kebohongan yang menjanjikan pundi pundi ini.
Namun apapun peranan yang mereka mainkan, ada diantaranya yang benar benar membutuhkan dan sangat mengharapkan pertolongan kita dengan tangan tangan ikhlas, tanpa banyak mempertanyakan adakah ini real or fake.


Perlukah kita mempertanyakan kepada hati kecil, siapa siapa saja yang perlu dibantu dan yang tidak?
Tentu sebagian akan menjawab ya.
Yang papa, adalah yang lebih membutuhkan uluran tangan. Membutuhkan bantuan untuk menutup lapar dan dahaganya yang tertahan seharian atau beberapa hari sebelumnya. Sementara untuk bekerja, mungkin tak semua orang sudi mempergunakan jasanya karena keterbasan usia, dan kekurangan yang mungkin ia miliki.


Sementara yang masih memiliki kesempurnaan jiwa dan raga, masih dapat mengais rizki di hari hari lain. Selama ada kemauan, selama ada niat untuk bekerja apapun yang halal untuk keluarga, tentunya Tuhan akan membukakan jalan.


Namun sebagian orang akan menjawab tidak.
Selama kamu ikhlas, selama kamu memiliki kelebihan rizki, berikan itu tanpa pernah menoleh kembali apa yang sudah kamu berikan. Biarkan Tuhan mempertimbangkan segalanya ..
Hatimu hanya bertugas untuk membantu dan meng-ikhlaskannya.


Apapun itu, semua dikembalikan kepada masing masing individu yang memetik ilmu dari pengalaman hidupnya. Tak ada yang salah .. tak pula perlu diperdebatkan.
Hanya saja, bangsa ini berharap generasi penerus tidak dididik instant untuk mendapatkan rizki dengan jalan meminta tanpa berusaha. Apalah arti sebuah bangsa bila investasi gerenasi terlihat rapuh di awal pembinaan.


Kembali kepada yang papa dan membutuhkan. Mari kita persiapkan diri dan mental kita untuk merendah, untuk berbagi dan melihat sesama dengan posisi dan ukuran yang sama. Untuk merangkul bahu bahu yang lemah lagi tergetar oleh kekosongan yang mereka miliki. Untuk ketidaktauan akan masa depan yang mereka pajang secara terang terangan.
Kita semua sama ..
Kita semua tak berbeda .. tentunya karena kita milik Nya. Terlahir dengan cara yang sama dan menikmati pemberian Nya dengan cara yang sama pula. Hanya saja setiap orang memiliki perbedaan dalam memandang hidup dan syukur yang diberikan Nya.


Adakah kita mampu bersyukur, sebagaimana mereka mampu menjalani hari harinya yang tak pasti?

Selengkapnya...

3

2009_08_03 Cerita TentangKu dan Award Dari Sahabat


Award dari Mbak Reni


Wah kalau inget tanda Love yang berwarna pink, jadi inget hari valentine ya?
Hari yang selalu indah oleh kebersamaan cinta dan kasih sayang kepada keluarga, teman dan sahabat.


Berputar putar tentang cinta dan kasih sayang, aku ingin berbagi cerita tentang pengalaman hidupku yang sangat kurindukan selalu ada dihari hariku.
Aku dan suami sudah menjalani pernikahan selama 8 tahun, bulan lalu. Cinta itu selalu terpancar dimatanya, walaupun ia tak segombal lelaki lelaki playboy pada umumnya. Aku kagumi perjuangannya, ketulusannya, kerja kerasnya dan kasih sayangnya padaku.


Selama itu aku dan suami belum dikaruniai seorang putra atau putri. Rasa rindu tentu teramat sangat. Namun keyakinan bahwa Tuhan memiliki rencana lain, kami agungkan begitu kuat. Kami jalani hari dengan ikhlas ..
Hingga jagoan kecil kami datang membawa hari hari penuh warna. Dari usia 7 bulan, ketika kepindahan kami ke rumah baru hingga kini ia kelas 3 SD. Lucunya, bandelnya .. dan kangennya masih menjadi milik kami.


Teringat ketika beberapa tahun lalu, sepasang suami istri yang baru menikah, diberi kepercayaan menimang seorang bayi kecil. Namun karena rizki yang mereka usahakan dirasa belum sanggup untuk membahagiakan si kecil, terbersit dalam persetujuan mereka untuk memberikan malaikat kecil itu kepada orang lain.
Dan terpilihlah aku untuk menimangnya. Suami tentu menyerahkan keputusan kepadaku. Selama aku mau menerimanya, maka ia akan sayang sebagaimana putra/putrinya sendiri.


Sekalipun beberapa anggota keluarga belum bisa menerima keputusan kami, tapi perjalanan kami tempuh ke rumah sakit, dimana sang ibu siap untuk melahirkan.
Sore itu lahirlah bayi perempuan cantik, putih dan aih ... lucunya. Aku mempersiapkan sebuah nama "Malika" yang berarti Malaikat, karena ia malaikat kecilku. Karena dia, hidupku lebih berharga, dan berwarna.


Aku tak perduli darimana ia berasal. Buatku seorang anak adalah sama sucinya, sama murninya, ketika ia lahir dari rahim seorang ibu.
Namun tak disangka, sang ibu pun memiliki kecintaan yang teramat sangat kepada buah hatinya yang baru saja dilahirkannya ke dunia. Agh .. kecintaan kami sama.
Kebingungan pun muncul, bagaimana mengatakan kepadaku yang terlanjur jatuh hati dan ingin segera membawanya pulang.


Biaya rumah sakit pun kami tuntaskan segera. Sehingga sang Ibu bisa pulang ke rumah tanpa beban lebih lanjut.
Tak dinyana, kakak sepupuku datang mengabarkan tentang perubahan keputusan yang sifatnya mendadak ini. Tertegun, sedih namun bercampur bahagia.
Apapun itu, malaikat kecil itu layak mendapat kasih sayang dari siapapun yang siap menjaganya. Dari ku .. terutama dari ibunya sendiri.


Akhirnya kurelakan Malika-ku kembali berada dalam pelukan ibunya. Harapanku satu, rawat ia baik baik sebagai amanah terindah, karena tak semua orang memiliki keberuntungan sebagaimana ia memilikinya.


Kalau difikir fikir, mungkin dia sudah TK sekarang. Aku tak tahu dimana Malika-ku itu berada kini .. dan seperti apa wajahnya saat ini.
Gadis kecil yang hampir saja menjadi lampu kehidupanku kini bahagia dengan kasih sayang orangtuanya.
Semoga Tuhan menyampaikan rinduku yang teramat sangat ..


Kini aku memiliki jagoan kecil, yang selalu hadir di waktu waktu kami ketika libur tiba di Bogor. Rumahku bertetanggaan dengannya. Ialah yang ramah menyapa kami ketika kami menjadi penghuni baru di lingkungan itu. Hingga .. ia menjadi "anak"pertamaku, yang selalu menjadi jagoanku ..


Bersama award ini, ingin kubagikan cinta dan kasih sayang itu kepada:
Semoga dapat disebarkan dengan kebaikan ya ^.^

Selengkapnya...

3

2009_08_02 Award Dari Sahabat



Award dari Mbak Fanda


Selamat ya buat blog Mbak Fanda yang baru saja diresmikan. Waduh aku ketinggalan acara gunting pita plus makan makannya. He he he ..
Tapi souvenir awardnya masih dipersiapkan untukku. Yeahh ...


Sudah lama aku gak blogwalking terutama ke blog mbak Fanda. Terkagum kagum dengan blog yang tadinya bercerita tentang resensi buku. Sementara aku sendiri sehabis membaca buku cuman bisa bercerita untuk diriku, lah .. ini kok bisa sampai menuliskannya dan berbagi dengan yang lain.


Sekarang, blog nya bertambah lagi .. ^.^
He he he .. jangan sampai seperti diriku yang keteter me-manage blog blogku lainnya. Ha ha .. teringat ketika dulu semangat banget mengelola blog. Akhirnya sekarang jadi keteter karena keperluan dunia yang sebenarnya *bukan dunia maya maksudnya* he he he.


Senangnya ngeblog, tentu karena kreatifitas kita terlatih di sini. Menuangkan pola fikir, sudut pandang dan pemikiran yang mungkin sulit untuk dibagi secara verbal, atau "sungkan". Disini kita dengan bebas memainkan kata demi kata. Tentu .. dengan menjaga tutur bahasa dan kehormatan orang lain juga.


Biasanya aku suka menulis di buku diary, kali ini .. aku bahkan minder dengan tulian tanganku ketika mencoba kembali menulis buku diary. Ha ha ha ..
Aku lebih terbuka untuk berbagi di blog personal ini dan membiarkan banyak sahabat blog untuk mengenalku lebih jauh.


Aku pun dulu ragu ragu menuliskan kegemaranku menulis puisi. Kali ini, .. tangan tangan kuyusku, dengan mudah menyimpannya dalam postingan postingan di blog puisiku.
Apalagi .. kalau kita memiliki teman yang mempunyai kesamaan kegemaran. Tentunya saling bertukar kreatifitas bisa memperkaya khasanah kosakata dan ilmu yang dimiliki.


Buat yang belum punya blog .. mm rasanya pasti ada yang kurang bila belum mencoba melatih diri menuliskan sesuatu tentang apapun itu, terutama tentang diri sendiri. Sedikit narsis pun okay .. itu tandanya kita percaya diri. Selama tidak berlebihan .. tentunya kita bisa menjalin kedekatan dengan teman teman blogger lainnya.


Bersama kreatifitas award blog ini, aku ingin berbagi kepada:
Jangan lupa copy paste award yang ada diatas. Link darimana award diterima, dan pasang di blog masing masing ya?

Plus .. bagi award tersebut kepada sahabat sahabat blog masing masing.
Selamat berbagi .. ^.^
Selengkapnya...