2009_08_09 Sudah Selesai Khan Sekolahnya?

Ceritanya hari ini aku mengantar Bapak ke satu acara pernikahan putri salah satu teman kantornya dulu. Yang kebetulan juga adik kelasku, walau cukup jauh jaraknya. Puput namanya. Aku tak terlalu mengenal Puput. Namun Kakaknya Puput, adalah partner menariku di beberapa event tertentu.


Berdua, mesra .. kami datang lebih awal. Suamiku tak menemani ketika itu, karena berbenturan dengan acara keluarga yang sudah merupakan pertemuan rutin beberapa bulanan.


Acara dimulai pukul 11.00. Namun kami datang 15 menit lebih awal.
Beberapa teman Bapak datang menyambut, dan terjadilah percakapan masa lalu yang sangat memorial. Aku melirik beberapa tamu .. siapa tahu teman seangkatanku ada yang datang.
Aku jadi banyak berkenalan dengan Teman Bapak. Bapak yang menjelaskan teman temannya semasa bekerja. Aku banyak mengenal nama, namun cukup pelupa untuk mengenal wajah. Maklum .. sekarang banyak yang berpencar di beberapa kota.


Beberapa aku masih mengenal dengan kental. Maklum sebagian adalah teman teman di satu komplek perumahan, dimana putra putri mereka juga teman sekolahku dulu. Aku banyak menemani Bapak berbincang. Wah .. seru juga menyaksikan usia lanjut berinteraksi dengan teman teman seperjuangan kini. Membayangkan ... akan seperti apa kelak diriku di usia Bapak kini ya?
Agh .. semoga tali silahturahmi antar sahabatku tak pernah putus ya?


Tiba pengantin pun mempersiapkan diri ..
Bersama keluarga dan kerabat berjalan di karpet merah menuju tangga pelaminan. Wah cantik sekali ya? Keduanya nampak gagah dan cantik bak anggota kerajaan. Dengan kebaya kuning keemasan, gaya kebaya adat Jawa kedua mempelai duduk di singgasana dibarengi dengan tarian jawa yang menarik mata.


Sementara mataku asyik mengamati photografer yang memiliki tempat leluasa untuk mengambil sasaran tembaknya. Wah ... aku jadi membayangkan diriku di posisinya. Bagaimana seandainya aku adalah dia. Mm .. tentunya aku bahagia sekali ...
Ha ha ha ... cukup ya menghayalnya !!




Tak berapa lama seusai menyalami pengantin dan keluarganya, kami beranjak pulang. Beberapa Teman Bapak juga ikut bersama beriringan menuju eskalator turun. Obrolan singkat pun terjadi bercerita tentang khabar, dan tempat tinggal. Namun satu terselip yang akhirnya membuatku menjadikannya sebagai topik postingan kali ini adalah ..
"Ini Putrinya yang keberapa?" Tanya Teman Bapak
"Ini yang kedua" Ujar Bapak
"Iya .. saya yang kedua Om" Sahutku menyambung.
"O .. tapi sudah selesaikan sekolahnya?" Tanya Teman Bapak lagi ..
Tergelak rasa tawa dihati .. namun kusambut dengan tenang .. "Sudah Om, sudah 12 tahun yang lalu" jawabku sambil tersenyum.


Ha ha ha .. tentu saja Teman Bapak terkaget kaget. Membayangkan berapa ya kira kira usiaku kini? UPS .. mana ya kalkulator ... ^.^
"Ohh .. kok kayak masih SMA" Ujarnya sambil ikut tergelak. Bapak pun tertawa riang .. membayangkan anak bontotnya susah makan dan sukanya fesbukan saja. Ha ha ha ..


Akhirnya kami berpisah di Lobi. "Itu pertanyaan yang kesekian kalinya, Pak .. " Kataku kepada Bapak meledek. Ha ha ha ..
Bukan hal yang aneh ketika pertanyaan itu akhirnya muncul hingga saat ini. Awalnya sangat kurasakan ketika pertama membangun usaha batikku. Aku dan assistenku terpaut usia 5 tahun, dimana aku lebih muda. Banyak customer yang meragukan statusku sebagai perintis usaha. Mereka selalu beranggapan aku adalah assisten toko itu.


Awalnya gondok juga. ^.^
Sembari berfikir apa yang harus kuubah dari diriku, sehingga mereka bisa melihat diriku yang sebenarnya. Namun pandangan itu dirubah oleh suamiku yang justru mengajarkanku untuk menikmatinya. Dimana mana orang ingin tampil awet muda. Aku bahkan memiliki itu tanpa harus berupaya ke dokter, atau minum kaplet vitamin E sebanyak- banyaknya.
Soal tidak "dianggap" .. anggap saja merupakan satu tantangan. Toh "Being Low Profile" adalah satu nilai tambah bagi seseorang sembari memperkuat diri dengan kelebihan yang lain.


Nasehatnya ringan, namun diluar dugaan.
Gayaku memang terlihat masih seperti kekanakan. Tak lebih dengan sifatku yang memang anak bontot dan cenderung manja. Namun disaat saat serius .. rupanya aku bisa jadi sok tua juga loh. Ha ha ha .. setidaknya itu kata suamiku.


Aku memang lebih suka berpenampilan jeans dan kaos lengan panjang. Buatku itu lebih terlihat simple walau akhirnya mengubah pandangan orang tentang usiaku. Begitu juga ketika aku pindah pertama ke Bogor. Siapa sangka aku berusia setua ini??? Selagi mereka yang tak jauh berbeda tahun denganku, nampak lebih "keibuan" dibanding aku yang kekanakan. Ha ha ha ..


Jadi anak Bawang di komplek perumahan pun bukan sesuatu yang mudah, karena memerlukan pengenalan dan penyesuaian yang cukup.


Agh .. waktu kini sudah mengajarkanku banyak hal. Toh seimut apapun aku *huekkkkks ....* aku tetaplah kuyus yang ceria, cerewet .. dan suka iseng. Tak perduli usia .. apalagi penampilan. Siapa tahu ketika naik angkot .. aku bisa bayar seribu ya? ^.^ he he he

3 Fans Berat:

JHONI mengatakan...

hahahahaha...saya juga terkadang ingin terlihat muda!!!! tapi bukan berarti tingkah lakunya jadi kayak waktu masih "bujang" dulu.......

Reni mengatakan...

Lho... sudah lulus kuliah to ? Kirain masih SMA kelas 2.. ! Hahahaha.....
Gak bosen mbak ditanyain begitu melulu... *jadi inget ama Pak In*

Kuyus is cute mengatakan...

@Mas Jhoni: ha ha ha .. terlihat muda emang impian semua orang. Kalau aku .. tingkah dan penampilan masih layak dikasih putih abu abu kali ya? ha ha ha .. *piye iki*

@Mbak Reni: ha ha ha salam buat Pak IN.JAdi malu sendiri aku ..
Lha piye meneh mbak, karunia Tuhan dikasih wajah awet muda. Bosan sich enggak, cuman aku jadi suka ketawa sendiri. Terutama kalau jalan sama bapakku. aku dikira abg gatel yang jalan sama om om. ha ha ha ..