2009_05_11 Lethologica dan Penyakit Lupa

Pernah merasakan LUPA, meletakkan barang?
Hi hi hi hi .. itu atribut yang melekat di diriku. Kupikir aku sudah tua tadinya ... beruban dan setengah rapuh. Aih aih .. rupanya senyumku masih terbilang memikat. *ups .. yang mau kebelakang buat muntah muntah diberikan waktu 3 menit yakkk ... hue he he*


Apa artinya?
Ada istilahnya Lethologica. Semacam "penyakit" pelupa manusia yang datang tiba tiba. Misalnya ketika kita sedang ngobrol atau baru saja meletakkan sesuatu, tiba tiba, kita lupa sama obrolan yang tadi tengah diperbincangkan, atau bahkan lupa meletakkan barang yang baru saja disimpan.


Ups... jangan bayangkan kesedihan anda karena kerapuhan tulang belulang dan tongkat menua yang siap anda pegang hari per hari. *dramatis banget kalimatnya ..*
Itu terbilang merupakan kealpaan yang sering kita alami ..


Lethologica merupakan kelainan psikologis, yang menghambat seseorang untuk berkomunikasi dengan lancar, temporarily, melalui kealpaannya mengingat kata, kalimat atau nama dalam pembicaraan.


Lethologica semula di identifikasi cukup serius, sebagai satu kelainan/gangguan oleh psikolog swiss, Carl Jung 1913. Letho di artikan sebagai pelupa dalam bahasa yunani dan Logo adalah kata. Lethologica bersumber dari berbagai faktor yang membawanya, seperti stress, sosial interaksi dan kemampuan daya ingat. Ini bisa dikategorikan sebagai satu penyakit trend gaya hidup seseorang.


Duch .. jangan ikutan stress ya? Yang namanya lupa toh masih bagian dari kehidupan kita, karena keseharian yang cukup padat oleh jadwal dan aktivitas, impian dan juga perencanaan. Ini harus diimbangi dengan sel sel otak yang membutuhkan begitu banyak gizi untuk menunjang aktivitas kita.


Kurangnya konsentrasi dalam melakukan sesuatu juga menjadi bagian dari sifat "pelupa" yang menjadi kebiasaan. Semakin kita melatih untuk membiasakannya, maka tubuh akan terlatih untuk menjadi terbiasa. Kegiatan melatih aktivitas otak dapat dilakukan dengan banyak cara. Dulu, ketika kita masih dibangku sekolah, banyak sekali kegiatan sekolah yang bisa dilakukan. Namun seiring waktu, tentunya rutinitas dan variasi nya pun menjadi berkurang. Tentunya ini akan menurunkan daya latih kerja otak.


Yukk ... kita lakukan gerakan anti melupa !!
He he .. namanya lucu juga ya? Dimana mana juga gerakan anti narkoba, lah ini anti melupa ..
Apa saja yang bisa membantu kita tetap sehat dengan perkembangan otak kita dimasa depan?
  • Pasti olahraga yang cukup plus istirahat gak boleh ketinggalan
  • Gizi yang cukup
  • Jauhi stress *bisa ndak ya? hue he he*
Rumusan yang pasti adalah, latihan MENCATAT aktivitas kita tiap tiap harinya. Terutama yang sifatnya cukup berat untuk diingat. Seperti janji bertemu teman, mengatur pertemuan dan tugas tugas yang belum terselesaikan. Buku agenda menjadi sahabat paling setia kemana pun kita beraktivitas.


Namun usahakan tidak hanya menyimpannya di satu buku semata. Beberapa handphone sekarang sudah menyediakan fasilitas "notes" untuk mempermudah aktivitas anda.Sarana komputer yang menjadi teman berbincang anda pun menyajikan begitu banyak pilihan folder untuk menulis.


Sebuah mading di dinding rumah, bisa dijadikan tempat bagi keluarga untuk saling mengingatkan aktivitas dan pekerjaan satu sama lain.


Biasakan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya sehingga sewaktu-waktu ingin digunakan kembali tinggal mengambilnya dengan mudah.**majalah-elfata.com




Aktivitas lain, adalah dengan kembali aktif melakukan banyak hal seperti ketika dulu aktif di dunia sekolah. Hi hi .. bukan kluyuran sama teman teman loh ... maksudnya. Tapi membaca !!
Selain aktif menambah pengetahuan dan terus update akan perkembangan dunia luar, juga memory kita akan tetap terjaga dan malah bertambah.


Yang terakhir, nyalakan kembali semangat hidup anda !!
Kalau gairah hidup kembali .. tentu antusias akan hal hal disekeliling kita akan lebih hidup kembali.


----
Related posts
----

4 Fans Berat:

Fanda mengatakan...

Berarti aktivitas ngeblog jg bisa meringankan penyakit pelupa kita ya? Tapi gimana klo sampe lupa waktu ya? hehehe...
Setuju, menulis semuanya dalam agenda dan membangun habit meletakkan barang selalu di tempat yg sama sangat membantu mengurangi kadar lupa.
Very useful info, Kuyus!

Uke Poet mengatakan...

sejak pindah ke kantor baru, saya jd sering mengalami lethologica.
hehe keknya gara2 stress.
masalahnya, saya gak suka nyatet2 nih, jd yah kudu mengorek otak dulu

reni mengatakan...

Oke deh mbak... akan aku laksanakan saran-2 dari mbak Kuyus. Doakan semoga berhasil ya ??

Kuyus is cute mengatakan...

@Mbak Fanda:
he he .. tapi aku tetep aja pelupa mbak!! *piye iki .. hiks hiks*
@Uke: Senasib dan sepenanggungan nich kita .. hi hi

@Mbak Reni: duch ... yang pelupa, kok langsung melaksanakan? hi hi hi, aku juga pelupa nich mbak. tenang tenang kita banyak temannya kok ... he he